Tag Archives: Yesus
Gambar

Preman menyuapi Gembel

18 Jul

Sahabat Kasih SetiaNya,

Sungguh sangat mengharukan bila kita melihat seorang preman menyuapi seorang gembel. Sobat Tuhan Yesus yang adalah Tuhan semesta alam, Dia rela menjadi hamba di dunia dan memberikan harta yang paling berharga yaitu nyawaNya untuk menebus dosa dan kesalahan kita. Sobat Marilah kita saling mengasihi sehingga kita menjadi berkat bagi orang banyak seperti Tuhan  Yesus.

Iklan

THE LIGHT OF THE WORLD

18 Jul

Di Oxford, Inggris ada sebuah kapel, yang di depan altarnya tergantung sebuah lukisan yang sangat terkenal di dunia, The Light of the World karya Holman Hunt. Banyak orang telah melihat lukisan ini, namun sangat sedikit yang mempelajari arti dari lukisan ini.

Lukisan ini menggambarkan Yesus dalam kepenuhannya sedang memegang lentera di tangannya berdiri di depan pintu tanpa palang di luar, jalan menuju tempat itu di penuhi rumput-rumput liar.
Inspirasi dari lukisan ini berasal dari Wahyu 3:20:

“Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.”

Sewaktu Yesus mengetuk pintu, ekresi wajah-Nya sangat berkesan, Ia tahu pasti siapa yang ada di balik pintu tersebut. Yesus sangat berharap untuk masuk.

Lentera melambangkan hati nurani; wajah lembut Tuhan memancarkan cahaya yang sulit dijelaskan. Ada kecermelangan yang tampaknya muncul dari kepribadian-Nya. Hati nurani adalah titik hubungan; kehadiranNya adalah Cahaya yang berdiam yang menyingkapkan apa itu baik dan jahat.

Pesan Moral:

Tuhan tahu apa yang menjadi pergumulan kita, dan Ia rindu untuk menolong kita, itu sebabnya Yesus mengetuk pintu hati kita. Ia tahu kelemahan kita, dan apa yang menjadi masalah terbesar dalam hidup kita, itu sebabnya Ia datang untuk memberikan kekuatan supaya kita menjadi penakluk dan pemenang atas permasalahan dan pergumulan kita.

Pertanyaannya saat ini, seperti yang tergambar dalam lukisan tersebut. Pintu itu hanya bisa di buka dari dalam. Yesus bukanlah tipe orang yang mendobrak pintu rumah orang lain. Dia mengetuk dengan sopan dan lembut. Kini, bersediakah kita membukakan pintu bagi-Nya, agar Ia masuk dan menerangi hidup kita dengan kemuliaan-Nya? Keputusannya ada ditangan kita.

Tuhan Yesus Memberkati kita semua….Amin.

Yesus Meredakan Badai dan Gelombang (Matthew 8:23-27)

27 Feb

MATIUS 8:23-27

23 Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nya pun mengikuti-Nya.

24 Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.

25 Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: “Tuhan, tolonglah, kita binasa.”

26 Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.

27 Dan heranlah orang-orang itu, katanya: “Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?” (Markus 4:35-41; Lukas 8:22-25; Kisah Para Rasul 27:22-34)

Kristus bisa saja mencegah badai ini dan menyiapkan perjalanan yang mudah bagi para murid-Nya, tetapi hal itu tidak akan begitu membawa kemuliaan bagi-Nya dan bagi penguatan iman para murid. Orang akan berpikir bahwa karena Kristus ada bersama dengan mereka, maka perjalanan mereka akan selalu menyenangkan. Sebaliknya, Kristus menunjukkan kepada kita bahwa menyeberangi samudera kehidupan ini ke sisi lain bersama Dia, ada badai keras yang juga harus dihadapi di sepanjang perjalanan.

Kristus tidak selalu memberikan kepada para murid-Nya kenyamanan dan kesenangan fisik. Namun Ia menyelamatkan mereka di tengah badai, angin ribut dan kesulitan, karena Iblis berusaha dengan segala cara berusaha menghilangkan perlindungan dari Kristus dan mengejutkan para pengikut Kristus dengan tipu daya, dusta dan jebakannya. Gereja Kristen pasti akan mengalami, saat masih di dunia ini, gangguan dan perpecahan.

Kristus tidur di perahu itu dengan tenang meski bahaya mengancam. Ia tidur untuk menunjukkan bahwa Ia hidup sebagai manusia seperti kita tetapi Ia tidak berdosa. Pekerjaan-Nya yang banyak membuat Dia lelah dan mengantuk, namun karena Ia tidak memiliki kesalahan, Ia tidak memiliki rasa takut yang mengganggu batin-Nya. Barangsiapa berjalan dengan Kristus ke dalam bahtera gereja, menyeberangi samudera kehidupan, akan merasa aman meski bahaya mengancam, karena Juruselamat yang setia dan kuat menyertai dia. Masuklah ke dalam bahtera Kristus dan jangan takut, karena Ia jurumudi yang terbaik. Kalau anda menyerahkan kemudi kehidupan anda kepada-Nya, Ia pasti akan membawa anda ke pelabuhan aman di mana ada kedamaian kekal.

Persekutuan anda dengan Kristus tidak membuat anda lepas dari badai yang mendadak dan berbahaya, yang mungkin mengancam anda bahkan sampai tenggelam. Pengalaman yang demikian biasa saja. Kita harus belajar dari pengalaman itu bahwa gereja tidak dijaga oleh manusia dan tidak ada yang bisa melindunginya kecuali Tuhan dan Pemiliknya, Yesus Kristus.

Nelayan yang berpengalaman itu meneruskan pekerjaan mereka di tengah badai, menguras air keluar dari perahu mereka, tetapi ketika laut yang bergelora mulai menimpa mereka dengan gelombang yang dahsyat, mereka menjadi takut dan gelisah serta mulai berteriak. Perahu mereka penuh dengan air dan hampir tenggelam. Mereka kehilangan kesabaran, membangunkan Yesus yang tidur dan menggoncang-Nya sambil berseru, “Tuhan, selamatkan kami! Tidakkah Engkau lihat bahwa kita di dalam masalah? Bagaimana Engkau bisa tidur saat kita di ambang kebinasaan?”

Kristus bangun dari tidur-Nya di tengah bahaya yang mematikan itu. Ia tidak langsung menyelamatkan mereka, tetapi menegur mereka, karena bahaya itu bukan disebabkan oleh badai yang dahsyat, tetapi karena iman mereka yang kecil di masa pencobaan. Kristus menuntut dari para pengikut-Nya sebuah kepercayaan yang berani dan mutlak kepada perhatian dan perlindungan dari Bapa surgawi mereka di setiap saat dalam kehidupan mereka, karena takut tidak selaras dengan kasih Allah.

Kristus kemudian menghardik angin yang kencang di danau itu. Ketika Ia memerintahkan dengan perkataan-Nya agar angin itu reda, angin itupun redalah, dan ada ketenangan yang sangat luar biasa. Ketakutan menyelimuti para murid ketika melihat mujizat ini, karena mereka melihat bukti bahwa Yesus juga adalah Tuhan atas alam. Dimanapun Kristus memerintah maka damai sejahtera surgawi akan datang ke dalam hati. Kapankah anda mau menyembah Yesus, percaya kepada kekuasaan-Nya atas alam, bangsa dan masalah? Serahkan diri anda kepada-Nya dan anda akan hidup dalam damai di tengah bahaya, terlindung dari jurang kematian.

DOA: Oh Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah yang mahakuasa. Ampunilah saya atas iman saya yang kecil di masa bahaya. Kuatkanlah kasih kami kepada-Mu sehingga kami bisa sepenuhnya percaya kepada-Mu. Berdiamlah di dalam kehidupan kami sehingga kami tidak kehilangan pengharapan di masa kesusahan. Bukalah mata kami sehingga kami bisa melihat Engkau dan memahami kemenangan-Mu atas segala kuasa, alam dan kesulitan, dan bahwa Engkau senantiasa mengasihi umat-Mu

Jadikan aku seperti yang Engkau inginkan

26 Feb
Sebatang bambu yang indah tumbuh di halaman rumah seorang petani. Batang bambu ini tumbuh tinggi menjulang di antara batang-batang bambu lainnya. Suatu hari datanglah sang petani yang empunya pohon bambu itu.

Dia berkata kepada batang bambu,” Wahai bambu, maukah engkau ku pakai untuk menjadi piap saluran air, yang sangat berguna untuk mengairi sawahku?”

Batang bambu menjawabnya, “Oh tentu aku mau bila dapat berguna bagi engkau, Tuan. Tapi ceritakan apa yang akan kau lakukan untuk membuatku menjadi pipa saluran air itu.”

Sang petani menjawab, “Pertama, aku akan menebangmu untuk memisahkan engkau dari rumpunmu yang indah itu. Lalu aku akan membuang cabang-cabangmu yang dapat melukai orang yang memegangmu. Setelah itu aku akan membelah-belah engkau sesuai dengan keperluanku. Terakhir aku akan membuang sekat-sekat yang ada di dalam batangmu, supaya air dapat mengalir dengan lancar. Apabila aku sudah selesai dengan pekerjaanku, engkau akan menjadi pipa yang akan mengalirkan air untuk mengairi sawahku sehingga padi yang kutanam dapat tumbuh dengan subur.”

Mendengar hal ini, batang bambu lama terdiam….. , kemudian dia berkata kepada petani, “Tuan, tentu aku akan merasa sangat sakit ketika engkau menebangku. Juga pasti akan sakit ketika engkau membuang cabang-cabangku, bahkan lebih sakit lagi ketika engkau membelah-belah batangku yang indah ini, dan pasti tak tertahankan ketika engkau mengorek-ngorek bagian dalam tubuhku untuk membuang sekat-sekat penghalang itu. Apakah aku akan kuat melalui semua proses itu, Tuan?”

Petani menjawab batang bambu itu, ” Wahai bambu, engkau pasti kuat melalui semua itu, karena aku memilihmu justru karena engkau yang paling kuat dari semua batang pada rumpun ini. Jadi tenanglah.”

Akhirnya batang bambu itu menyerah, “Baiklah, Tuan. Aku ingin sekali berguna bagimu. Ini aku, tebanglah aku, perbuatlah sesuai dengan yang kau kehendaki.”

Setelah petani selesai dengan pekerjaannya, batang bambu indah yang dulu hanya menjadi penghias halaman rumah petani, kini telah berubah menjadi pipa saluran air yang mengairi sawahnya sehingga padi dapat tumbuh dengan subur dan berbuah banyak.

Pernahkah kita berfikir bahwa dengan masalah yang datang silih berganti tak ada kesudahannya, mungkin Tuhan sedang memproses kita untuk menjadi indah di hadapan-NYA? Sama seperti batang bambu itu, kita sedang ditempa, Tuhan sedang membuat kita sempurna untuk di pakai menjadi saluran berkat.

DIA sedang membuang kesombongan dan segala sifat kita yang tak berkenan bagi-NYA. Tapi jangan khawatir, kita pasti kuat karena Tuhan tak akan memberikan beban yang tak mampu kita pikul. Jadi maukah kita berserah pada kehendak Tuhan, membiarkan DIA bebas berkarya di dalam diri kita untuk menjadikan kita alat yang berguna bagi-NYA?

Seperti batang bambu itu, mari kita berkata, ” Inilah aku, ya Tuhan, perbuatlah sesuai dengan yang KAU kehendaki.”

Lukas 22:42 “Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.

Renungan Sejuta Kerinduan, I Miss You Lord

24 Feb

Lama sudah aku termenung,hingga tak kusadari berapa kali jantung berdetak.Tak jua kusadari berapa banyak udara yang ku hisap ketika aku bernafas.Aku berada pada satu titik yang tak ber-ruang,tanpa kesadaran yang seharusnya.Dan pada saat itulah betapa ratapan itu kian terdengar jelas dibalik kesunyian malam yang menenggelamkan manusia dalam setiap mimpi mereka.

Tiba-tiba Lamunanku terbuyarkan. Angin menghempas dedaun hijau dibelakang rumah yang kutinggali.Pintu terbanting menghadirkan kegaduhan. Sekali lagi aku terkagetkan dengan kenyataan yang sedang aku alami. Betapa resah jiwa kecil ini. Betapa gelisah hati ini mengingat keberadaanku yang kini tak lagi bisa merasakan getar,detak dan desah nafas-Nya.Ya,kini kita terpaksa harus berada pada satu kenyataan yang mengharukan.

Seketika terbayang senyumanMu juru selamatku, yang menerimaku apa adanya… walau dunia melihat rupa hanya Engkau yang menerima setiap kekuranganku…

Kuingat lagi apa yang tlah kita lalui bersama. Kuingat kembali semua kenyataan yang membawa kita menikmati indah dunia dan rasa yang telah tercipta.

Aku mulai menggerakkan bibirku sedikit melebar.Tersenyum mengingat keindahan yang tlah kita ciptakan.Tlah kita sama-sama rasakan kala kita masih bersama,seminggu yang lalu.Sebulan yang lalu, bertahun yang lalu..

Namun malam tetap tak berubah.Malam tetap dingin,menghempas semangatku.Malam tetap sepi.Malam tetap menyiksa dengan memaksaku sendiri tanpa Kau hadir menemani.
Hanya dosa yang memisahkan kita….
Hanya pengakuan dosa dan pengampunanMu yang membawaku kembali mendekat kepadaMu….

Saat Jauh dariMu hidupku tiada artinya…
Oh Lord.. hanya Engkaulah segenap kerinduanku…
Aku ingin selalu ada di hadiratMu….
Menikmati kasihMu yang s’lalu baru setiap hari….

Rindu selalu untukMu!

Jalan Yang Menyimpang, Jesus in Control

22 Feb

Kel 3:1 Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.

Kel 3:2 Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api.

Kel 3:3 Musa berkata: “Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?”

Kel 3:4 Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: “Musa, Musa!” dan ia menjawab: “Ya, Allah.”

Kel 3:5 Lalu Ia berfirman: “Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus.”

Selamat Siang Sobat Kasih SetiaNya :).

Di dalam perjalanan saya pada hari ini ke tempat suplier, kami mengambil jalan yang menyimpang dari jalur yang biasa kami lalui. Jalan baru yang kami tempuh tersebut lebih jauh dan lebih macet dari jalur yang biasanya kami lalui.

Melalui peristiwa kecil ini Tuhan berbicara melalui Roh KudusNya “Apakah kamu ingat tentang Musa dan Semak berduri yang terbakar dimana Musa menyimpang dari jalan yang biasa ia lalui untuk bertemu dengan Tuhan ?”

“Yah, aku ingat Tuhan…”

“Di dalam hidupmu sehari hari, seringkali apa yang kamu rencanakan dan kamu harapkan tidak tercapai malah apa yang tak pernah kamu pikirkan dan rencanakan itulah yang terjadi. Ingatlah bukan kehendakmu yang jadi tapi kehendak Allah yang jadi.”

Sama seperti Tuhan Yesus di taman Getsemani ketika ia mengalami kesusahan yang besar dan ia ingn mati saja rasanya. Secara manusia ia tidak sanggup dan tidak mampu tetapi karena kasihNya kepada kita semua, sehingga Yesus taat sampai akhir…”

Mat 26:39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”

Sobat Kasih SetiaNya, mungkin apa yang kamu pikirkan, rencanakan dan harapkan tidak terlaksana seperti apa yang kamu kehendaki dan malah terjadi sebaliknya tetapi ingatlah Tuhan selalu pegang kendali dan biarlah hanya kehendakNya yang jadi dan bukan kehendak kita yang jadi. Haleluyah.. Amin

Karena Satu Orang

20 Feb

Yoh 3:16  Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Hari ini dalam perjalanan ke Supplier Baju, kami menempuh jalan yang sangat macet, Mobil sama sekali tidak bergerak karena sangat macetnya jalur yang kami lewati.Kami menggunakan motor seharusnya dapat melewati kemacetan itu, tetapi ada seorang pengendara motor yang takut untuk menaiki trotoar. Kami menunggu hingga setengah jam karena macetnya demikian parah hingga motor pun tidak dapat menembusnya, akhirnya salah satu pengendara motor yang lain menghampiri pengendara motor yang takut tersebut dan menegurnya agar ia naik keatas trotoar karena ada ratusan kendaraan motor yang harus menunggu dibelakang bila pemuda ini tidak berani naik keatas trotoar.

Sobat bila kita renungkan kejadian sepele ini, bukankah hampir sama dengan yang ditulis Alkitab ketika Adam yang pertama memakan buah pengetahuan baik dan buruk sehingga seluruh umat manusia jatuh ke dalam dosa dan semuanya mengarah kepada kebinasaan. Tetapi puji Tuhan ada Adam yang terakhir yaitu Tuhan Yesus Kristus yang berkorban di atas kayu salib untuk menebus dosa kita semua sehingga seluruh umat manusia yang percaya kepadaNya di selamatkan.

Sobat bila pada hari ini Engkau belum menerima Yesus, kiranya melalui renungan singkat ini dapat menegur Engkau agar menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamatmu.

Mulailah dengan doa : Tuhan Yesus, aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamatku, masuklah ke dalam hatiku saat ini. Di dalam nama Yesus. Amin.