Tag Archives: Saat Teduh

A Little Lesson about Life (Pelajaran Tentang Kehidupan)

19 Jul

Seseorang menemukan kepompong seekor kupu. Suatu hari lubang kecil muncul. Dia duduk mengamati dalam beberapa jam calon kupu-kupu itu ketika dia berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu.Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi.

Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya. Dia mengambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Namun, dia mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap-sayap mengkerut.

Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa, pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya, yang mungkin akan berkembang seiring dengan berjalannya waktu.

Semuanya tak pernah terjadi.

Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut. Dia tidak pernah bisa terbang. Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu- kupu itu ke dalam sayap-sayapnya sedemikian sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.

Kadang-kadang perjuangan adalah suatu yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan perjuangan, itu mungkin justru akan melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya yang dibutuhkan untuk menopang cita- cita dan harapan yang kita mintakan.

Kita mungkin tidak akan pernah dapat “Terbang”. Sesungguhnya Tuhan itu Maha Pengasih dan maha Penyayang.

Kita memohon Kekuatan… Dan Tuhan memberi kita kesulitan-kesulitan untuk membuat kita tegar.

Kita memohon kebijakan… Dan Tuhan memberi kita berbagai persoalan Hidup untuk diselesaikan agar kita bertambah bijaksana.

Kita memohon kemakmuran… Dan Tuhan memberi kita Otak dan Tenaga untuk dipergunakan sepenuhnya dalam mencapai kemakmuran.

Kita memohon Keteguhan Hati… Dan Tuhan memberi Bencana dan Bahaya untuk diatasi.

Kita memohon Cinta…Dan Tuhan memberi kita orang-orang bermasalah untuk diselamatkan dan dicintai.

Kita Memohon kemurahan/kebaikan hati…Dan Tuhan memberi kita kesempatan-kesempatan yang silih berganti.

Begitulah cara Tuhan membimbing Kita. Apakah jika saya tidak memperoleh yang saya inginkan, berarti bahwa saya tidak mendapatkan segala yang saya butuhkan? Kadang Tuhan tidak memberikan yang kita minta, tapi dengan pasti Tuhan memberikan yang terbaik untuk kita, kebanyakan kita tidak mengerti mengenal, bahkan tidak mau menerima rencana Tuhan, padahal justru itulah yang terbaik untuk kita.

Tetaplah berjuang…berusaha…dan berserah diri… Jika itu yang terbaik maka pasti Tuhan akan memberikannya untuk kita (Roma 8:28)

Iklan

PERTUMBUHAN ROHANI MENJADI TERANG DAN GARAM DUNIA

6 Mei

TAHAP 1 : BENIH PADI.

Dalam suatu mimpi, Tuhan berbicara….. Saya melihat seorang petani menaburkan benih. Sebagian benih jatuh di pinggir jalan dan dimakan burung – burung, sebagian benih ditaburkan di tanah yang berbatu, sebagian benih di tanam di semak berduri dan pada akhirnya jatuh di tanah yang subur.

Melalui mimpi ini Tuhan membawa hidup saya kembali kepada masa kecil saya ketika saya tinggal di Perumahan Bumi Bintaro Permai. Saya memiliki tetangga yang tinggal di seberang taman menghadap rumah saya. Tetangga saya ini memiliki persekutuan anak –anak sekolah minggu. Saya sering bermain di taman bersama – sama dengan adik saya, saya sering melihat di depan taman banyak anak – anak sebaya saya bernyanyi-nyanyi dan bersuka cita dan saya beserta adik – adik saya akhirnya mengikuti persekutuan sekolah minggu. Oh betapa indahnya masa – masa itu dimana saya dapat bernyanyi, tertawa dan bersukacita bersama teman – teman sebaya saya.

Dan Tuhan berkata dalam mimpi saya “Itulah benih pertama yang jatuh di tanah yang subur. Teruslah memberitakan Firman Tuhan sekalipun kelihatannya benih itu jatuh di tempat – tempat yang tidak menghasilkan dan pada akhirnya benih itu akan tumbuh dan tidak kembali dengan sia – sia”.

TAHAP 2 : PEMELIHARAAN TANAMAN PADI.

Tuhan memperlihatkan satu gambaran dimana ada seorang petani memberi pupuk dan menjaga agar tanaman padi memiliki cukup air untuk bertumbuh. Tuhan berbicara kepada saya melalui Roh-Nya yang kudus “Apakah Engkau masih ingat saat masa kecilmu yang seperti tanaman padi yang kurang memiliki pemeliharaan ?”

Aku menjawab “Yah Tuhan, aku ingat…”, air matakupun menetes ketika aku teringat masa-masa kecilku yang suram dan tidak ada seorang pun yang menjaga rohaniku dengan Firman Allah. Aku seperti tanaman padi yang kurus dan mengering dan tidak memiliki akar yang kuat.

Suatu ketika hama wereng coklat menyerang tanaman padi….
Langit gelap mendatangkan hujan yang besar yang membuat banjir menenggelamkan tanaman padi…
Tidak sampai disitu belalang pelahap menyerang tanaman padi itu…

Sepertinya tidak ada harapan….. lagi….
Tiba – tiba petani sang pemilik tanaman padi itu datang melindungi tanaman padi itu dengan tubuhnya… dari serangan belalang pelahap…


Ketika banjir datang, petani itu cepat – cepat berusaha menyelamatkan tanaman padi itu dengan berusaha keras menimba mengeringkan air yang membajiri tanaman padi itu….

Saat itu hujan lebat tetapi petani itu tidak menyerah dan terus melindungi tanaman padi itu. Ketika hujan reda… petani itu berusaha keras menangkap hama wereng coklat dengan tangannya. Ia bekerja tanpa lelah melindungi tanaman padi itu.

Ini berbicara masa – masa gelap di dalam hidup saya dan bagaimana Tuhan Yesus menolong hidup saya sehingga saya bisa ada di tempat ini untuk menyaksikan Kasih Setia-Nya yang tak berkesudahan. Masa kecilku yang suram dan kehidupanku yang bertumbuh dengan hal-hal yang kurang menyenangkan yang terjadi dalam hidupku yang membuatku tertekan dan hampir membuatku meninggalkan kehidupanku dengan sia-sia menjadi berarti karena Dia, Allah yang setia. Dia …..Yesus telah menyelamatkanku dari kehidupanku yang “mati”

TAHAP 3 : MASA PENUAIAN – TANAMAN PADI MULAI MENGUNING.

Tuhan memperlihatkan suatu gambaran sawah dengan padi yang mulai menguning dan seorang petani menggunakan sabit untuk menuai. Tuhan berkata melalui RohNya yang kudus “Ini adalah masa dalam hidupmu, ketika Engkau menerima Aku (Yesus) sebagai Tuhan dan Juru selamatmu.”

Aku teringat saat pertama kali aku menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat saya. Saat itu aku ada di puncak mengikuti acara ret-ret yang diadakan oleh Abba Love Ministry. Di dalam ret-ret itu diadakan acara pembasuhan kaki dan ketika kaki saya di basuh saya merasakan kasih yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya, kasih itu begitu hangat dan saya merasakan kasih Yesus untuk pertama kalinya dan itulah masa yang paling indah di dalam hidup saya. Seorang anak yang kurang mendapatkan kasih sayang orang tua, seorang anak yang selalu menyendiri dan tidak memiliki teman. Tetapi semua itu berubah ketika aku merasakan kasih Yesus untuk pertama kalinya.

TAHAP 4 : MASA GABAH MENJADI BERAS.

Tuhan memperlihatkan suatu gambaran padi – padi yang telah di tuai, dimasukan ke dalam lumbung lalu di tumbuk untuk menghasilkan beras.


Tuhan berkata kepada saya “Ini adalah masa dimana engkau mengalami masa-masa yang sangat sulit dan sukar tetapi saat kamu berdoa dan berserah kepada-Ku selalu ada jalan keluar.”

Aku teringat masa – masa yang berat tentang pembentukan karakter dari Tuhan dimana yang tadinya aku pribadi yang pemarah menjadi pribadi yang lemah lembut. Pribadi yang tidak percaya diri menjadi percaya diri. Masa – masa di mana aku mengalami pemecatan dari pekerjaan, putus cinta, bangkrut dari usaha. Tetapi saat aku berdoa dan berseru pada Tuhan melalui doa “Selalu ada Jalan Keluar”. Masa dimana aku memutuskan untuk menjadi hamba Tuhan dan mengambil sekolah Alkitab. Masa dimana aku tertanam di gereja lokal dan memberontak dan pada akhirnya aku kembali tertanam di gereja lokal.

Tahap : MASA BERAS MENJADI BERKAT SEMUA ORANG.

Tuhan melihatkan gambaran beras-beras itu sudah dimasukkan ke dalam karung dan mulai dijual dengan harga terjangkau dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Tuhan berkata kepada saya “Ini adalah masa kamu berkarya untuk memperluas Kerajaan Sorgaku melalui renungan harian yang kamu buat melalui situs Kasih SetiaNya, Berkotbah di Gereja dan membuat buku renungan harian.”

Aku menangis terharu karena siapakah aku ini Tuhan sehingga Engkau memakaiku untuk menjadi saluran berkatmu ? Aku bersyukur karena Engkau mengasihiku lebih dulu sehingga aku sanggup mengasihi sesamaku.Usaha yang aku jalani tutup, dan itu semua ada dalam rencana Tuhan dan Tuhan menggantikannya dengan yang lebih dari pada yang telah ada,yang lebih dasyat,yang tak pernah terpikirkan dan tak pernah timbul dalam hatiku.

Dan bukan itu saja, Tuhan mempersiapkanku untuk menjadi hamba-Nya yang setia sehingga aku dapat bersekolah teologia di STT Bethel melalui BPD GBI Banten. Aku berteriak kepada Tuhan Yesus melalui batinku yang paling dalam “Tuhan Yesus terima kasih atas pengorbananMu di kayu salib sehingga engkau menanggung semua bebanku dari yang seharusnya aku menjadi penghuni rumah sakit jiwa, Engkau sembuhkan dan angkat menjadi hambaMu memberitakan kebenaran FirmanMu. Aku mau Tuhan Yesus, menjadi terang dan garam dunia. Amin.”

Semua Karena Tuhan

26 Apr

Seorg pria sdg bermain2 dgn anak kecilnya, smntr istrinya sdg bekerja di dapur. Ayah yg sangat mencintai anaknya itu brjln mengelilingi rmh smbl memanggul anaknya itu di atas pundaknya. Ketika mrk sampai di tengah rmh, sang ayah membiarkan anaknya itu berdiri di atas pundaknya dan menggapai ke atas utk menyentuh kayu penyangga atap.
Stlh berhasil memegang kayu penyangga atap, anak kecil itu sangat senang dan berteriak2, “Mama.. Mama…, lihat, ayo lihat ke sini… Skrg sy lbh besar dari Ayah… Lihat ! Sy bisa menyentuh kayu penyangga atap sedangkan ayah tdk bisa.”

Sambil tersenyum ibunya berusaha menyenangkan hati anak kecil itu dan berkata, “Wuah… Hebat sekali, kamu sungguh seorg anak yg besar dan kuat.”
Kemudian sang ayah meminta anaknya agar berpegangan erat2 pd kayu itu dan perlahan2 ayah mulai merendahkan diri.. Dan membiarkan anak itu bergantung sendirian.. Kini anak kecil itu menjerit2 ketakutan krn pijakannya tdk ada lg.
“Ayah.. Ayah.. Tolong jgn tinggalkan sy.. Tolong ayah…”

PESAN MORAL :
Nah..!!, bukankah seringkali kita bersikap sprt anak kecil tadi, ketika kita berhasil melakukan sesuatu yg baik dan hebat, kita lalu merasa bhw diri kita sungguh hebat dan luar biasa, padahal di balik keberhasilan kita ada seorg Ayah yg tdk pernah meninggalkan kita dan Dialah yg sebenarnya tlh membuat kita berhasil, yaitu TUHAN kita.
Jd jgn pernah menyombongkan kesuksesan ataupun keberhasilan kita, krn bukan kemampuan kita yg membuat kita berhasil namun tangan TUHAN yg tlh membuat kita berhasil…

True Story: BOCAH – IKON PERJUANGAN HIDUP

26 Apr

Kesedihan mengawali kisah hidup Nkosi Johnson. Nkosi Johnson mengakhiri perjuangan hidupnya di usia 12 tahun.

Percepatan hidupnya terjadi karena Nkosi hidup dengan penyakit Aids sejak lahir. Nkosi dilahirkan sebagai Xolani Nkosi pada bulan Februari 1989 di sebuah kota kecil di pinggiran Johannesburg, Afrika selatan.

Dia dilahirkan dan dibesarkan tanpa pernah tau siapa ayah yang sebenarnya. Sewaktu mengandung Nkosi, ibunya menularkan virus HIV kepadanya sehingga sejak lahir dia telah didiagnosis HIV Positif. Fakta membuktikan bahwa setiap hari ada sekitar dua puluh ribu orang baru yang aliran darahnya disusupi virus HIV dan satu diantara 70ribu bayi yang dilahirkan dengan Aids di Afrika Selatan tiap tahunnya adalah Nkosi Johnson.

Kehidupan Nkosi selanjutnya bertambah berat. Ketika penyakit Aids yang diderita Ibu kadungnya semakin barah, ibu kandungnya tidak mungkin lagi untuk membesarkan Nkosi secara layak, akhirnya Nkosi kecil kekurangan kasih sayang dari figur ayah dan ibunya.

Selanjutnya seorang praktisi Hubungan Masyarakat kota Johannesburg bernama, Gail Johnson mengadopsi Nkosi sebagai anaknya sendiri. Perbedaan warna kulit Gail Johnson yang putih dan Nkosi yang berkulit hitam sama sekali tidak mengurangi kasih sayang Gail terhadap Nkosi.

Di tahun 1997, berbagai sekolah dasar di Johannesburg tidak mau menerimanya sebagai Murid karena ia mengidap HIV, dengan alasan banyak orang tua dan guru yang ketakutan tertular penyakit HIV. Akhirnya dengan suara lantang, Nkosi dan Gail memprotes keputusan tersebut, mulai dari kejadian inilah, dia mulai dikenal publik, terutama tingkat politik tertinggi di Afrika Selatan.

Isi protesnya adalah Nkosi seharusnya diperbolehkan bersekolah karena hukum disana mengatakan tidak ada seorangpun yang boleh didiskriminasi akibat status kesehatannya, dan Nkosi ingin menangih janji tersebut. Perjuangan mereka membuahkan hasil, akhirnya sekolah tersebut membatalkan keputusannya dan memperbolehkan Nkosi bersekolah lagi..

Nkosi membuktikan bahwa mujizat itu nyata. Nkosi dapat hidup sampai dia menginjak usia delapan tahun, padahal kebanyakan meninggal dunia di usia balita. Mujizat tersebut terjadi karena perawatan yang baik dan semangat hidup Nkosi yang besar.

Nkosi melanjutkan pendidikannya sampai umur 12 tahun. Dia menjalani hidupnya dengan sebaik-baiknya. Dia aktif dikegiatan sekolahnya dan pusat-pusat worshop Aids. Usaha Nkosi untuk menghancurkan stigma orang-orang terhadap para pengidap Aids yang selalu dijauhin, dibenci bahkan disakiti akhirnya membuahkan hasil, dimana Nkosi mendapat kesempatan buat menjadi pembicara utama di Konferensi Aids Internasional ke13 di Durban, Afrika Selatan.

Kesempatan terbesar ini dimanfaatkan bukan hanya buat ngomong soal penyakit yang dideritanya, tetapi juga mendorong para penderita Aids untuk berani terbuka mengenai penyakitnya, tepat dihadapan 10 ribu lebih delegasi yang datang ke Konferensi tersebut.

Nkosi yang sering tersenyum, bersepatu kets dan mengenakan sweater, ketika pulang dari konfrensi Aids di Atlanta AS, kondisi tubuhnya memburuk dan akhirnya didiagnosis mengalami kerusakan otak, akibat aids yang dideritanya.

Akhir hidupnya terhenti ditanggal 1 Juni 2001. Nkosi, sang bocah kecil dimakamkan selayaknya seorang pahlawan di Johannesburg untuk menghargai keberaniannya. Saat upacara kematiannya, ributan pelayat hadir termasuk Nelson Mandela. Penghargaan tertinggi dalam hidupnya ditandai dengan gelar “Ikon untuk perjuangan Hidup”.

“Kita semua manusia yang sama, Saya memiliki tangan, Saya memiliki kaki, Saya dapat berjalan, Saya dapat berbicara, Saya memiliki kebutuhan seperti orang lain,
jangan takut kepada Saya,karena kita semua sama”
– Nkosi Johnson

2 Kor 12:9 Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

Sobat Kasih SetiaNya, terkadang Tuhan mengijinkan kelemahan – kelemahan terjadi di dalam hidup kita. Itu bukan berarti Tuhan tidak mengasihi kita sehingga Ia memberikan kelemahan bagi kita. Tetapi melalui kelemahanlah kita dapat semakin bergantung dan berharap pada-Nya sehingga kita dapat berkata justru dalam kelemahanlah kuasa Allah menjadi nyata. Nkosi memiliki kelemahan sejak lahir tetapi tidak menutup langkahnya untuk terus berkarya di dalam nama Yesus dan ketika Ia bergantung sepenuhnya kepada Yesus, Ia menjadi Ikon perjuangan hidup. Terus berjuang sampai akhir di dalam nama Yesus. Amin.

Dia Berkorban Supaya Aku Hidup

25 Apr

Serena, nama gadis itu, memiliki seorang ayah yang dipenjara seumur hidup karena terbukti membunuh istrinya sendiri, tentunya ibu dari Serena. Tetapi sekarang, hanya jantung sang ayah yang bisa memberi harapan pada Serena untuk tetap hidup.
Yang menjadi kendala adalah masalah hukum. Hukum negara bagian dimana mereka tinggal tidak mengijinkan hal-hal semacam suntik mati, dll, apalagi “membunuh” seorang manusia untuk menyelamatkan manusia lainnya.

Pengacara Serena mengajukan argumen:
Sederhana saja.
Si ayah tidak memiliki masa depan.
Dia akan menghabiskan seluruh hidupnya di penjara.
Dia rela memberikan jantungnya kepada anaknya.
Si anak masih remaja. Masa depannya masih panjang.
Jadi, biarkan Serena hidup dengan jantung ayahnya….
Ini bukan pembunuhan. Ini adalah masalah seorang ayah ingin menolong anaknya.

Pengacara negara menolak hal tersebut. Kalau satu diijinkan, nanti semua narapidana di penjara berbondong-bondong menjadi donor organ tubuh untuk si anu dan si anu, dengan harapan mereka bisa luput dari hukuman atas kejahatan mereka, dengan harapan mereka bisa menjadi pahlawan kesiangan!

Lagipula, siapakah kita sehingga kita berpikir bisa menentukan hidup siapa yang lebih berharga? Jadi, dilihat dari sisi manapun, ini adalah pembunuhan. Dan ini besar efeknya pada masa depan hukum.

Hakim bingung. Sidang pendahuluan ditunda. Penonton penasaran. Adegan berikut menunjukkan wajah Serena dan pengacaranya yang sedih dan kebingunan.

Si ayah melarikan diri dalam perjalanan menuju pengadilan lanjutan. Semua menduga hal ini sudah direncanakan sebelumnya. Serena sedih dan sakit hati.

“Dia adalah pembunuh ibuku! Alangkah tololnya aku, mau percaya bahwa ia bersedia menolong aku untuk tetap hidup…”

Pengacara terdiam. Tidak tahu harus berkomentar apa. Tiba-tiba hand-phone si pengacara berbunyi dari rumah sakit.

Ayah Serena pergi ke rumah sakit dan menyodorkan kartu donor-nya, dan kemudian, menembak dirinya sendiri dengan pistol. Tidak ingin mengambil resiko kalah di pengadilan, si ayah memutuskan mengakhiri hidupnya sendiri. Rumah sakit mendesak Serena untuk segera datang agar operasi bisa segera dilakukan. Jantung ayahnya menunggu, dan tidak bisa menunggu lama.

Di atas ranjang operasi, Serena ragu-ragu. Rasa bersalah menyelimutinya. “Haruskah aku melakukan ini?” Tanyanya pada semua yang hadir di ruangan. “Ini jantung ayahku… dan ia menembak mati dirinya sendiri….”

Semua buru-buru menasehatinya.

“Jangan membuat pengorbanannya sia-sia.”

“Kalian kan sudah sepakat dari awal. Hanya saja kita tidak menduga caranya akan seperti ini…”

Tapi ada satu kalimat yang membuat Serena akhirnya mau dioperasi.

“Serena, ayahmu memilih untuk menghadapi kematian agar kamu tidak perlu mati”

Sebuah kisah yang begitu mengharukan, membuat saya sadar bahwa jantung saya hari ini masih berdetak, semata-mata karena ada yang rela menghadapi maut agar saya tidak perlu mati karena dosa-dosa yang saya perbuat. Namanya adalah Yesus.

“Karena begitu besar kasih Bapa akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yoh 3:16)

Bagaimana dengan dirimu, sudahkah kamu menyadari bahwa Tuhan Yesus telah mati dan menebus dosa-dosa kita? Dia memilih menghadapi kematian supaya kita tetap hidup dan memperoleh anugerah keselamatan yang kekal.

Jangan sia-siakan anugerah keselamatan itu. Mungkin sekarang karena kita masih hidup di dunia kita berpikir masih ada kesempatan hidup, tobat nanti aja kalau sudah tua. Eits jangan salah loh, kita tidak akan pernah tahu kapan kita akan dipanggil Tuhan, sekarang banyak orang yang meninggal muda disebabkan kebodohan mereka yang terjerumus dalam dosa. Mereka menganggap remeh keselamatan dari Tuhan, dan akhirnya saat di panggil Tuhan tidak siap. Dan saat disana dilempar ke neraka, sudah tidak ada pengampunan disana, yang ada cuma ratap dan tangis. sampai Tuhan pun menuliskan di Ibrani 2:3

“bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai”

Sudah cukup mendukakan Tuhan dengan semua perbuatan jahat kita, yang terikat dengan narkoba, sex bebas, pornografi, percabulan, perzinahan, Yang suka menduakan Tuhan dan suka pergi ke dukun, paranormal, roh-roh nenek moyang, ramalan-ramalan. sadarilah kalian mendukakan hati Tuhan juga, ingat Tuhan kita pencemburu dan tidak mau dipermainkan, minta ampun sama Tuhan dan percaya sungguh-sungguh hanya kepada Bapa di Sorga. masih banyak perbuatan dosa yang saya belum sebutkan, tapi inti dari semuanya adalah sadari kesalahan dan dosa yang telah kamu lakukan dan BERTOBAT.

Masih ada pengampunan untuk setiap orang yang mau mengakui dosa dan kesalahannya, bertobat dan berubah di dalam Kristus. Sekali lagi sahabatku, jangan sia-siakan kesempatan ini. Bukalah hatimu untuk Tuhan Yesus Kristus dan terima pengampunanNya atasmu.

Kisah Inspirasi Hati Tikus

25 Apr

Mat 9:29 Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: “Jadilah kepadamu o menurut imanmu.”

Ada seekor tikus yang merasa hidupnya sangat tertekan karena selalu dikejar-kejar jika berjumpa dengan si kucing.

Karena stress, ia akhirnya memutuskan untuk menemui seorang penyihir sakti untuk meminta pertolongan. Penyihir memenuhi keinginannya dan mengubah si tikus menjadi seekor kucing. Sekarang dia merasa aman waktu berpapasan dengan kucing.

Namun setelah menjadi kucing, muncul lagi persoalan yang baru. Kini ia begitu ketakutan pada anjing. Kembali ia menemui penyihir yang kemudian mengubahnya menjadi seekor anjing.

Setelah menjadi anjing, ia berjalan-jalan di kampung orang manado. Ia akhirnya di kejar-kejar sama orang manado untuk dijadikan rica-rica (hehehe). Maka bertambah ketakutanlah ia dan menjadi stress.

Ia kemudian memutuskan untuk mendatangi kembali si penyihir. Namun si penyihir marah karena tidak mungkin merubah si tikus yang telah menjadi anjing tadi menjadi orang manado. Akhirnya si penyihir memutuskan untuk mengubahnya kembali menjadi tikus lagi.

Si penyihir sakti berkata kepada si tikus, “kus…kus… selama kau masih berhati tikus, tak peduli bagaimana pun bentuk dan keadaanmu, kau tetaplah seekor tikus yang pengecut”

Perubahan yang paling ampuh dalam hidup ini adalah perubahan yang dimulai dari dalam diri kita sendiri yaitu dari hati kita. Sama seperti tikus tadi, perubahan wujud tidak mampu menyelesaikan persoalan yang ia alami. Kemanapun ia pergi, ia masih tetap membawa rasa takut yang ada dalam dirinya sehingga hal tersebut sama sekali tidak menyelesaikan persoalan yang sebenarnya.

Pasti kita semua pernah atau sedang mengalami ketakutan, stress, depresi karena bergumul dengan permasalahan dan kehidupan. Kita berusaha untuk memoles bagian luar hidup kita supaya bisa tampil kuat, tegar, santai bagi orang lain tetapi itu hanya bagian luarnya saja. Alangkah bodohnya kita karena kita membuang-buang waktu dengan percuma.

Respon yang sehat dalam menghadapi ketakutan kita yaitu menghadapinya dengan keberanian. So…, apapun yang anda takuti hari ini berkomitmenlah untuk menghadapi atau bahkan menghancurkannya sebelum ketakutan yang menghancurkan hidup anda.

Iman kita menenentukan akan menjadi seperti apakah kita bila kita hanya memiliki iman dan mentalitas seperti tikus maka kita akan menjadi seperti itu tetapi jika kita memiliki iman dan mentalitas sebagai lebih dari pemenang karena Yesus telah mengalahkan dunia maka kita pun menjadi “Lebih dari Pemenang”.

Bubuk Pahit Dan Telaga

17 Apr

Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia.

Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam bubuk pahit, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya bubuk pahit itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. “Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..”, ujar Pak tua itu.

“Pahit. Pahit sekali”, jawab sang tamu, sambil meludah kesamping. Pak Tua itu, sedikit tersenyum. Ia, lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu.

Pak Tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam bubuk pahit, ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air, mengusik ketenangan telaga itu. “Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah. Saat tamu itu selesai mereguk air itu, Pak Tua berkata lagi, “Bagaimana rasanya?”.

“Segar.”, sahut tamunya. “Apakah kamu merasakan bubuk pahit di dalam air itu?”, tanya Pak Tua lagi. “Tidak”, jawab si anak muda.

Dengan bijak, Pak Tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu. “Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam bubuk pahit tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama.

“Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.”

Pak Tua itu lalu kembali memberikan nasehat. “Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.”

Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak Tua, si orang bijak itu, kembali menyimpan “segenggam bubuk pahit”, untuk anak muda yang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa.

Amsal 4:23 “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.”