Tag Archives: masalah hidup

A Little Lesson about Life (Pelajaran Tentang Kehidupan)

19 Jul

Seseorang menemukan kepompong seekor kupu. Suatu hari lubang kecil muncul. Dia duduk mengamati dalam beberapa jam calon kupu-kupu itu ketika dia berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu.Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi.

Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya. Dia mengambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Namun, dia mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap-sayap mengkerut.

Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa, pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya, yang mungkin akan berkembang seiring dengan berjalannya waktu.

Semuanya tak pernah terjadi.

Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut. Dia tidak pernah bisa terbang. Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu- kupu itu ke dalam sayap-sayapnya sedemikian sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.

Kadang-kadang perjuangan adalah suatu yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan perjuangan, itu mungkin justru akan melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya yang dibutuhkan untuk menopang cita- cita dan harapan yang kita mintakan.

Kita mungkin tidak akan pernah dapat “Terbang”. Sesungguhnya Tuhan itu Maha Pengasih dan maha Penyayang.

Kita memohon Kekuatan… Dan Tuhan memberi kita kesulitan-kesulitan untuk membuat kita tegar.

Kita memohon kebijakan… Dan Tuhan memberi kita berbagai persoalan Hidup untuk diselesaikan agar kita bertambah bijaksana.

Kita memohon kemakmuran… Dan Tuhan memberi kita Otak dan Tenaga untuk dipergunakan sepenuhnya dalam mencapai kemakmuran.

Kita memohon Keteguhan Hati… Dan Tuhan memberi Bencana dan Bahaya untuk diatasi.

Kita memohon Cinta…Dan Tuhan memberi kita orang-orang bermasalah untuk diselamatkan dan dicintai.

Kita Memohon kemurahan/kebaikan hati…Dan Tuhan memberi kita kesempatan-kesempatan yang silih berganti.

Begitulah cara Tuhan membimbing Kita. Apakah jika saya tidak memperoleh yang saya inginkan, berarti bahwa saya tidak mendapatkan segala yang saya butuhkan? Kadang Tuhan tidak memberikan yang kita minta, tapi dengan pasti Tuhan memberikan yang terbaik untuk kita, kebanyakan kita tidak mengerti mengenal, bahkan tidak mau menerima rencana Tuhan, padahal justru itulah yang terbaik untuk kita.

Tetaplah berjuang…berusaha…dan berserah diri… Jika itu yang terbaik maka pasti Tuhan akan memberikannya untuk kita (Roma 8:28)

Iklan

Bunuh Diri, Bukanlah Solusi

2 Mar

Hampir sering kita dengar dan lihat diberbagai media massa maupun elektronik akan banyaknya yang melakukan bunuh diri. Ada yang bunuh diri dengan terjun dari gedung yang tinggi, menjerat lehernya dengan seutas tali, meminum racun bahkan melakukan bom bunuh diri.

Bunuh diri adalah perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk menghilangkan nyawa sendiri dan berdosa karena telah mendahului takdir, pelaku bunuh diri juga sebagai tanda bahwa ia adalah orang yang putus asa. Bunuh diri yang dewasa ini sangat memprihatinkan. Tindakan bunuh diri yang dilakukan dapat mencerminkan bahwa lingkungan sosialnya kurang peka terhadap keadaan di sekeliling.

Dengan demikian, tindakan bunuh diri semestinya dapat dicegah seandainya lingkungan sosialnya peka dan membantu orang yang sedang menghadapi masalah. Mengapa orang memilih bunuh diri? Secara umum, stres muncul karena kegagalan beradaptasi. Ini dapat terjadi di lingkungan pekerjaan, keluarga, sekolah, pergaulan dalam masyarakat dan sebagainya.

Demikian pula bila seseorang merasa terisolasi, kehilangan hubungan atau terputusnya hubungan dengan orang yang disayangi. Padahal hubungan interpersonal merupakan sifat alami manusia. Bahkan keputusan bunuh diri juga bisa dilakukan karena perasaan bersalah. Suami membunuh isteri, kemudian dilanjutkan membunuh dirinya sendiri, bisa dijadikan contoh kasus, depresi berat menjadi penyebab utama. Depresi timbul, karena pelaku tidak kuat menanggung beban permasalahan yang menimpa. Karena terus menerus mendapat tekanan, masalah yang menumpuk dan pada puncaknya memicu keinginan bunuh diri.

Penyebab bunuh diri

Di Jepang, orang kebanyakan melakukan bunuh diri untuk memperlihatkan kesetiaanya ataupun sebagai cara untuk mempertahankan harga dirinya. Banyak kita mendengar pejabat/menteri yang melakukan bunuh diri bila ia merasa telah gagal dalam melaksanakan tugasnya. Di Swedia pelaku bunuh diri biasanya di latar belakangi oleh penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Usia pelaku bunuh diri di negara tersebut rata-rata berkisar antara 16 – 34 tahun. Sedangkan di Indonesia, pelaku bunuh diri biasanya di latar belakangi oleh kesulitan ekonomi, putus asa, masalah percintaan dan sisanya disebabkan oleh masalah-masalah lain.

Untuk menelaah kenapa seseorang melakukan bunuh diri. Minimal harus memenuhi dua syarat,

pertama adanya faktor pendahulu yang mempengaruhi seseorang melakukan percobaan bunuh diri, dan

Kedua adanya faktor pencetus dan situasi yang mendorong seseorang melakukan bunuh diri. Faktor pendorong orang melakukan bunuh diri ini dianggap paling banyak mempengaruhi perilaku seseorang untuk melakukan bunuh diri.

Bila faktor pendorong yang dimiliki seseorang itu tidak didukung dengan penguasaan eksternal yang kuat, maka perilaku ini akan mendorong seseorang untuk melakukan bunuh diri. Walaupun sejauh ini dan apapun alasannya, seseorang itu melakukan bunuh diri memang sulit dicari penyebabnya. Namun paling tidak sebagian orang yang telah melakukan bunuh diri, seringkali meninggalkan catatan kecil atau semacam surat terakhir untuk orang yang ditinggalkannya yang memberikan kesan tentang suatu masalah yang dia hadapi sebagai penyebab mereka memutuskan bunuh diri. Catatan-catatan kecil itu, hampir semuanya menjelaskan bahwa mereka memutuskan untuk bunuh diri lebih disebabkan oleh faktor ekonomi, kisah asmara dan keluarga.

Durkheim dalam bukunya Suicide. menganalisa bahwa faktor solidaritas sangat terkait dengan kecendrungan seseorang melakukan bunuh diri. Secara implisit, solidaritas sosial terkait dengan faktor ekonomi dan keluarga. Sebab kekentalan nilai kohesif yang ada dalam setiap individu untuk berbagi rasa sangat mewarnai pilihan untuk melakukan bunuh diri. Tindakan bunuh diri terkait dengan tingkat keterikatan seseorang dengan masyarakat.

Durkheim menyatakan bunuh diri biasanya terjadi ketika seseorang tidak memiliki ikatan sosial atau hubungan dekat. Bunuh diri terjadi ketika seseorang mengalami keterasingan (anomie) dari lingkungannya. Seringkali fenomena bunuh diri secara psikologis diasosiasikan dengan masalah pribadi. Tetapi secara sosial, bunuh diri tidak bisa lepas dari problem sosial kemasyarakatan. James Frazer, mencoba memecahkan teka-teki bunuh diri ini dikaitkan dengan pemahaman religi.

Teori Frazer tentang batas akal mencoba menjelaskan fenomena bunuh diri ini. Bahwa seseorang dalam kapasitas tertentu akan mencoba memecahkan setiap persoalan hidupnya dengan akal sehat (rasionalitas) nya. Namun batas akal seseorang ini memiliki batas toleransi, dimana bila himpitan persoalan itu telah mencapai puncaknya dan akal mereka sudah tidak mampu lagi mencerna, maka seseorang cenderung akan memecahkan persoalan hidupnya secara irasional melalui perantaraan religi. Penguasaan religi seseorang itu menurut Frazer sangat relatif, maka ini dianggap sebagai penguasaan eksternal yang menjelaskan bahwa seseorang itu jadi atau tidaknya melakukan bunuh diri.

Pemahaman faktor eksternal yang kuat, dalam hal ini religi dapat menekan perilaku bunuh diri. Dengan demikian religi memiliki fungsi sebagai peredam kegundahan hati manusia. Maka menurut Frazer seseorang yang cukup kuat penguasaan religinya, mereka akan menyikapi segala persoalan hidupnya dengan sikap mental positif dan adanya rasa kepasrahan (tawakal). Namun mereka yang tidak mampu memecahkan masalah hidupnya dan penguasaan religinya juga rendah, cenderung untuk mengambil jalan pintas dengan jalan bunuh diri.

Gejala bunuh diri di Indonesia menunjukkan grafik kenaikan. Kondisi ini bila dilihat secara ekonomi sekarang ini memang tidak kondusif untuk sebagian masyarakat. Tingginya angka pengangguran, kenaikan sejumlah harga kebutuhan pokok, kemiskinan, bencana alam, dan konflik horizontal, telah menyebabkan sebagian dari masyarakat kita mengalami kesulitan hidup.

Di pihak lain, bagi mereka yang tidak mampu berusaha survival dan melakukan penyimpangan perilaku ditambah memiliki penguasaan eksternal yang rendah maka pilihan bunuh diri adalah yang paling mudah untuk dilakukan. Karena dengan bunuh diri dianggap persoalan hidup yang kurang menguntungkan bagi dirinya terselesaikan. Maka jadi wajar bila angka bunuh diri semakin meningkat di tengah alam ekonomi dan belenggu kemiskinan banyak memihak pada kaum yang mudah putus asa karena penguasaan eksternalnya lemah. Banyak teori tentang mengapa orang nekat bunuh diri.

Ada bunuh diri absurditas, bunuh diri eksistensialis, bunuh diri
patologis, bahkan bunuh diri berlandaskan romantisme dan heroisme. Untuk masyarakat Indonesia, kebingungan atau faktor anomik menjadi penyebab paling banyak kasus bunuh diri. seperti kejiwaan, kebudayaan, dan juga sosial ekonomi.

Adapun penyebab seseorang bunuh diri, yaitu atruistik, katalisme, dan anomik, untuk faktor atruistik, bunuh diri biasanya disebabkan kepada kecintaan terhadap agama, negara, atau kehormatan keluarga. Contohnya aksi bom bunuh diri atau jihad. Sedangkan untuk bunuh diri katalisme, terjadi ketika seseorang sudah merasa hidupnya tak berharga lagi yang berujung putus asa atau depresi.

Misalnya di Amerika, orangtua yang sudah berumur 70 tahun dan merasa tak ada lagi yang bisa dilakukan, sehingga bunuh diri. Atau bunuh diri karena madzhab tertentu yang merasa di dunia ini sudah tak ada artinya, Faktor ketiga yaitu anomik merupakan penyebab yang paling banyak terjadi pada kasus bunuh diri di Indonesia. Pada umumnya kasus-kasus bunuh diri di masyarakat kita, selain karena persoalan ekonomi, juga banyak dipengaruhi mengendurnya ikatan kekeluargaan. penyebab bunuh diri seperti kegagalan beradaptasi, kegagalan hubungan interpersonal dengan orang lain hingga merasa terisolasi, kemarahan akibat ketidakmampuan mengendalikan emosi, serta ungkapan ketidakberdayaan atas berbagai masalah yang ia hadapi.

Cara mengakhiri hidup itu dapat diklasifikasi menjadi empat dasar yang dikombinasikan menjadi NASH (Natural Accident Suicide and Homicide). Homicide atau pembunuhan, termasuk dalam disiplin Ilmu Kniminologi. Sedangkan suicide (bunuh diri), adalah ilmu yang mempelajari latar belakang, jenis, teknik bunuh diri dan upaya pencegahannya secara ilmiah dan manusiawi.

Kuncinya Anti Bunuh Diri :

1. Adalah Milikilah Roh Yang Takut akan Tuhan karena orang yang takut akan Tuhan tidak akan bunuh diri karena senantiasa di ingatkan oleh Roh Kudus.

2. JANGAN MENARUH PENGHARAPAN 100% PADA MANUSIA KARENA MENGECEWAKAN TAPI SERAHKAN SELURUH PENGHARAPAN KEPADA YESUS.

3. Milikilah hubungan yang intim dengan TUHAN dengan mengisi rohani dengan kebenaran firmanNya setiap hari.

4. Kalo ada masalah jangan di pendam sendiri tetapi carilah orang yang dipercaya untuk mendengarkan dan mendoakan anda.

5. Orang yang mau bunuh diri seringkali karena banyak melamun dan mengisolasi diri sendiri, rohnya kosong sehingga mudah kemasukan roh bunuh diri.

6. Orang Yang mau bunuh diri seringkali memikirkan perkara terlalu tinggi, harapannya tidak tercapai.

Ayub 28:28 “Tetapi kepada Manusia IA berfirman sesungguhnya Takut akan Tuhan itulah Hikmat dan menjauhi kejahatan itulah Akal.

Roma 12:3 12:3 Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.

Yesus Meredakan Badai dan Gelombang (Matthew 8:23-27)

27 Feb

MATIUS 8:23-27

23 Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nya pun mengikuti-Nya.

24 Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.

25 Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: “Tuhan, tolonglah, kita binasa.”

26 Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.

27 Dan heranlah orang-orang itu, katanya: “Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?” (Markus 4:35-41; Lukas 8:22-25; Kisah Para Rasul 27:22-34)

Kristus bisa saja mencegah badai ini dan menyiapkan perjalanan yang mudah bagi para murid-Nya, tetapi hal itu tidak akan begitu membawa kemuliaan bagi-Nya dan bagi penguatan iman para murid. Orang akan berpikir bahwa karena Kristus ada bersama dengan mereka, maka perjalanan mereka akan selalu menyenangkan. Sebaliknya, Kristus menunjukkan kepada kita bahwa menyeberangi samudera kehidupan ini ke sisi lain bersama Dia, ada badai keras yang juga harus dihadapi di sepanjang perjalanan.

Kristus tidak selalu memberikan kepada para murid-Nya kenyamanan dan kesenangan fisik. Namun Ia menyelamatkan mereka di tengah badai, angin ribut dan kesulitan, karena Iblis berusaha dengan segala cara berusaha menghilangkan perlindungan dari Kristus dan mengejutkan para pengikut Kristus dengan tipu daya, dusta dan jebakannya. Gereja Kristen pasti akan mengalami, saat masih di dunia ini, gangguan dan perpecahan.

Kristus tidur di perahu itu dengan tenang meski bahaya mengancam. Ia tidur untuk menunjukkan bahwa Ia hidup sebagai manusia seperti kita tetapi Ia tidak berdosa. Pekerjaan-Nya yang banyak membuat Dia lelah dan mengantuk, namun karena Ia tidak memiliki kesalahan, Ia tidak memiliki rasa takut yang mengganggu batin-Nya. Barangsiapa berjalan dengan Kristus ke dalam bahtera gereja, menyeberangi samudera kehidupan, akan merasa aman meski bahaya mengancam, karena Juruselamat yang setia dan kuat menyertai dia. Masuklah ke dalam bahtera Kristus dan jangan takut, karena Ia jurumudi yang terbaik. Kalau anda menyerahkan kemudi kehidupan anda kepada-Nya, Ia pasti akan membawa anda ke pelabuhan aman di mana ada kedamaian kekal.

Persekutuan anda dengan Kristus tidak membuat anda lepas dari badai yang mendadak dan berbahaya, yang mungkin mengancam anda bahkan sampai tenggelam. Pengalaman yang demikian biasa saja. Kita harus belajar dari pengalaman itu bahwa gereja tidak dijaga oleh manusia dan tidak ada yang bisa melindunginya kecuali Tuhan dan Pemiliknya, Yesus Kristus.

Nelayan yang berpengalaman itu meneruskan pekerjaan mereka di tengah badai, menguras air keluar dari perahu mereka, tetapi ketika laut yang bergelora mulai menimpa mereka dengan gelombang yang dahsyat, mereka menjadi takut dan gelisah serta mulai berteriak. Perahu mereka penuh dengan air dan hampir tenggelam. Mereka kehilangan kesabaran, membangunkan Yesus yang tidur dan menggoncang-Nya sambil berseru, “Tuhan, selamatkan kami! Tidakkah Engkau lihat bahwa kita di dalam masalah? Bagaimana Engkau bisa tidur saat kita di ambang kebinasaan?”

Kristus bangun dari tidur-Nya di tengah bahaya yang mematikan itu. Ia tidak langsung menyelamatkan mereka, tetapi menegur mereka, karena bahaya itu bukan disebabkan oleh badai yang dahsyat, tetapi karena iman mereka yang kecil di masa pencobaan. Kristus menuntut dari para pengikut-Nya sebuah kepercayaan yang berani dan mutlak kepada perhatian dan perlindungan dari Bapa surgawi mereka di setiap saat dalam kehidupan mereka, karena takut tidak selaras dengan kasih Allah.

Kristus kemudian menghardik angin yang kencang di danau itu. Ketika Ia memerintahkan dengan perkataan-Nya agar angin itu reda, angin itupun redalah, dan ada ketenangan yang sangat luar biasa. Ketakutan menyelimuti para murid ketika melihat mujizat ini, karena mereka melihat bukti bahwa Yesus juga adalah Tuhan atas alam. Dimanapun Kristus memerintah maka damai sejahtera surgawi akan datang ke dalam hati. Kapankah anda mau menyembah Yesus, percaya kepada kekuasaan-Nya atas alam, bangsa dan masalah? Serahkan diri anda kepada-Nya dan anda akan hidup dalam damai di tengah bahaya, terlindung dari jurang kematian.

DOA: Oh Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah yang mahakuasa. Ampunilah saya atas iman saya yang kecil di masa bahaya. Kuatkanlah kasih kami kepada-Mu sehingga kami bisa sepenuhnya percaya kepada-Mu. Berdiamlah di dalam kehidupan kami sehingga kami tidak kehilangan pengharapan di masa kesusahan. Bukalah mata kami sehingga kami bisa melihat Engkau dan memahami kemenangan-Mu atas segala kuasa, alam dan kesulitan, dan bahwa Engkau senantiasa mengasihi umat-Mu