Tag Archives: Kotbah

THE LIGHT OF THE WORLD

18 Jul

Di Oxford, Inggris ada sebuah kapel, yang di depan altarnya tergantung sebuah lukisan yang sangat terkenal di dunia, The Light of the World karya Holman Hunt. Banyak orang telah melihat lukisan ini, namun sangat sedikit yang mempelajari arti dari lukisan ini.

Lukisan ini menggambarkan Yesus dalam kepenuhannya sedang memegang lentera di tangannya berdiri di depan pintu tanpa palang di luar, jalan menuju tempat itu di penuhi rumput-rumput liar.
Inspirasi dari lukisan ini berasal dari Wahyu 3:20:

“Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.”

Sewaktu Yesus mengetuk pintu, ekresi wajah-Nya sangat berkesan, Ia tahu pasti siapa yang ada di balik pintu tersebut. Yesus sangat berharap untuk masuk.

Lentera melambangkan hati nurani; wajah lembut Tuhan memancarkan cahaya yang sulit dijelaskan. Ada kecermelangan yang tampaknya muncul dari kepribadian-Nya. Hati nurani adalah titik hubungan; kehadiranNya adalah Cahaya yang berdiam yang menyingkapkan apa itu baik dan jahat.

Pesan Moral:

Tuhan tahu apa yang menjadi pergumulan kita, dan Ia rindu untuk menolong kita, itu sebabnya Yesus mengetuk pintu hati kita. Ia tahu kelemahan kita, dan apa yang menjadi masalah terbesar dalam hidup kita, itu sebabnya Ia datang untuk memberikan kekuatan supaya kita menjadi penakluk dan pemenang atas permasalahan dan pergumulan kita.

Pertanyaannya saat ini, seperti yang tergambar dalam lukisan tersebut. Pintu itu hanya bisa di buka dari dalam. Yesus bukanlah tipe orang yang mendobrak pintu rumah orang lain. Dia mengetuk dengan sopan dan lembut. Kini, bersediakah kita membukakan pintu bagi-Nya, agar Ia masuk dan menerangi hidup kita dengan kemuliaan-Nya? Keputusannya ada ditangan kita.

Tuhan Yesus Memberkati kita semua….Amin.

Iklan

Renungan Hati Terdalam ~ Melihat Pelangi di Tengah Badai

28 Jan

Di dalam suatu hubungan persahabatan, rumah tangga ataupun hubungan kita dengan sesama.. seringkali kita lebih suka melihat kejelekan atau kekurangan dari sesama kita. Respon kita seringkali tanpa kita sadari adalah menghakiminya dengan cara membicarakan kejelekannya, kekurangannya ataupun kesalahanya…..

Sobat kita adalah manusia yang tidak sempurna yang tidak pernah lepas dari kesalahan….

Kita hanya memperkeruh suasana dan memperburuk hubungan dengan membicarakan kekurangan, kelemahan dan kesalahan saudara kita… Sadarilah bahwa “Tidak seorangpun yang suka di bicarakan kesalahan, kekurangan dan kejelekannya… jadi berhentilah menghakimi sesamamu…”

Luk 6:41  Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui ?

Pada tanggal 7 Mei, 1931, perburuan penjahat paling sensasional di kota New York yang pernah dineal akhirnya sampai pada klimaksnya. Setelah berminggu-minggu pencarian, Francis Crowley si “Dua Senjata” – Sang pembunuh, perampok bersenjata yang tidak merokok dan tidak minum minuman keras – berada dalam posisi bertahan, terjebak dalam apartemen kekasihnya di West End Avenue.

Crowley

Seratus limapuluh polisi dan detektif mengepung tempat persembunyiannya. Mereka membuat lubang-lubang di atap; mereka berusaha memancing keluar Crowley, si “Pembunuh Polisi,” dengan gas air mata. Kemudian meeka menyiapkan senapan mesin di gedung-gedung sekitarnya, dan selama lebih dari satu jam area pemukiman New York dipenuhi suara letusan senjata. Crowley merangkak di belakang kursi, membalas tembakan polisi tanpa henti. Sepulih ribu orang tercekam menyaksikan pertempuran ini. Belum pernah kejadian seperti ini terjadi di pinggir jalan New York.

Ketika Crowley tertangkap, Komisaris Polisi E.P. Mulrooney menyatakan bahwa si Bandit Dua Senjata merupakan salah satu dari criminal paling berbahaya yang pernah tercatat dalam sejarah New York, “Dia akan membunuh,” ujar sang Komisioner, “hanya karena jatuhnya sehelai bulu.”

Tapi bagaimana Crowley si “Dua Senjata” memandang dirinya sendiri ? Kita tahu, karena tatkala polisi memberondong apartemennya, dia menulis sepucuk surat yang ditunjukkan “Untuk mereka yang berkepentingan.” Dan ketika Dia menulis, darah mengalir dari lukanya meninggalkan jejak merah di kertas. Dalam surat ini, Crowley berkata : “Di balik pakaian saya ada sebuah hati yang letih, tapi sebuah hati yang baik – yang tidak tega melukai siapa pun.”

Beberapa saat sebelum hal ini terjadi, Crowley baru saja mengadakan pesta kencan dengan pacarnya di pinggir jalan Long Island. Tiba – tiba seorang polisi muncul menghampiri mobil dan meminta: “Coba saya lihat surat mengemudi Anda.”

Tanpa berkata sepatah pun, Crowley menarik picu senjatanya dan menembak polisi itu hingga mandi darah. Tatkala polisi yang menjadi korban itu jatuh, Crowley melompat keluar mobil, merampas senjatanya, dan menembakkan sebutir peluru lagi ke tubuh tak berdaya itu. Dan itulah si pembunuh yang berkata : “Dibalik pakaian saya ada hati yang letih, tapi sebuah hati yang  baik – hati yang tidak tega menyakiti siapapun.”

Crowley di hukum mati di kursi listrik. Begitu dia tiba di penjara Sing Sing, apakah dia berkata, “Ini yang saya peroleh karena membunuh orang-orang ?” Tidak, dia berkata : “Ini yang saya peroleh karena membela diri.”

Hal penting dari kisah ini adalah “Crowley si Dua Senjata tidak menyalahkan dirinya sendiri” dan ia tidak suka dihakimi….

crowley1

Sobat, berapa banyak di antara kita yang di dalam rumah tangga ataupun di dalam hubungan dengan sama, kita lebih suka melihat kekurangan orang lain dan membicarakan kekurangan orang lain atw bahasa kerennya gossip di gosok gosok biar sip… ternyata bukannya sip tapi kita merampas bagiannya Tuhan dan menjadi Tuhan dengan menghakimi sesama kita dengan perkataan.

Sobat ketika anda memperlihatkan kelemahan, kekurangan ataupun kejelekan orang maka respon orang itu sama seperti respon Crowley yang cenderung membela diri dengan keras, semakin anda menyerang semakin orang itu dengan keras membela dirinya sendiri. Sobat anda tidak akan mendapatkan madu bila anda menendang sarang lebahnya. Mulailah melihat pelangi di tengah badai pada diri sesamamu. Sejelek apapun orang pasti masih ada sisi positip dari orang itu, bukankah kita lebih baik berfokus untuk melihat sisi positip orang itu daripada berfokus hanya melihat kekurangannya terus menerus…

Sadarilah satu kebenaran dalam hubungan sesama ini :

Setiap orang ingin diterima…

Setiap orang ingin berprestasi…

Setiap orang ingin dikenal…

Setiap orang ingin dianggap berarti dan berharga…

Setiap orang tidak suka di perlihatkan kesalahannya secara langsung….

Setiap orang tidak suka dihakimi….

Dan sadarilah….

              Setiap orang suka dipuji, diterima dan di hargai…..

 

Sobat bagian untuk menghakimi bukanlah bagian kita tetapi bagian Tuhan, bahkan Tuhan Yesus sendiripun tidak menghakimi wanita yang ketahuan berzinah yang seharusnya harus dihukum dengan dilempari batu sampai mati… Yesus hanya menulis ditanah dan berkata yang tidak berdosa boleh melempari wanita itu dengan batu… dan ketika semua orang pergi… Yesus berkata “Yesus tidak menghakimi wanita itu tetapi janganlah berbuat dosa lagi…”

Bukankah itu suatu contoh yang indah…. Dimana Yesus menerima kita apa adanya, betapapun besar kesalahan dan dosa kita… Yesus tidak pernah berfokus melihat  kesalahan dan dosa tetapi Yesus selalu melihat pelangi di tengah badai pada diri sesama… Sobat… hentikanlah menghakimi sesama dengan membicarakan kekurangan dan keburukan sesama kita… marilah kita saling mengasihi dengan membicarakan hal hal yang baik di dalam diri sesama kita seperti melihat pelangi ditengah badai…

Sobat, betapapun besarnya kesalahanmu dan dosamu… Yesus tidak pernah mengungkit dan mengingatnya, ketika Ia mengampuni dosamu…. Ia mengampuni dan melupakan sepenuhnya… Yesus menerimamu apa adanya termasuk semua keburukan keburukanmu dan Ia sanggup merubahnya menjadi pelangi di tengah badai….

Kolose 3:14

TB (1974) ©
SABDAweb Kol 3:14
Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, z  sebagai pengikat yang mempersatukan a  dan menyempurnakan.

——————————————————————————————————————————————————————

Merasa Diberkati oleh renungan ini, bantulah pelayanan Kasih SetiaNya dengan berbelanja di http://www.facebook.com/butik.ella/

Terima kasih Tuhan Yesus memberkati.

Just Jump (Lompatlah Dengan Iman)

27 Mei

Oleh : Pastor Robert

Hak 6:12-14 Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: “TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.”

Seringkali kita merasa tidak mampu melakukan apa-apa, merasa rendah diri seperti Gideon di Hak 6:15 Tetapi jawabnya kepada-Nya: “Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan akupun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku.”

Tetapi janganlah kita mempercayai hal negatif tentang kita melainkan apa yang Tuhan katakan tentang kita bahwa “Kita adalah pahlawan Tuhan yang gagah perkasa”. Orang Kristen di masa kini seharusnya menjadi lebih berani dan siap kapanpun ketika Tuhan memanggil maka responlah dengan segera.

Ketika Tuhan mengatakan “Pergilah berperang dan Aku akan menyertai” maka Lakukan saja.

Ada satu ujian iman ilustrasi Pastor Robert ketika ditantang teman – temannya untuk melompat dari jurang dari ketinggian 20m dimana dibawahnya ada air laut.

Pastor Robert bertanya “Apakah aku harus melompat, Tuhan ?”. Roh Kudus mengingatkan Pastor Robert bahwa ketika kamu terjatuh, Tuhan akan memerintahkan malaikat-malaikatnya untuk menopang kakimu. Dan akhirnya pastor Robert melompat ke air dan celananya robek karena lompatannya terlalu tinggi namun ia tidak apa-apa.

Di dalam satu kesempatan ketika Pastor Robert pergi ke Afrika sebagai utusan misi, ia terkena penyakit Malaria. Gembala sidang dari gereja di Afrika tersebut memaksa Robert agar pergi ke rumah sakit, tetapi Pastor Robert percaya bahwa Yesus sanggup menyembuhkannya. Kondisinya sangat Kritis dan sangat lemah, Gembala sidang terus memaksa untuk pergi ke rumah sakit. Sampai suatu titik ketika Pastor Robert mengangkat tangan menyembah Tuhan, ia merasakan hadirat Tuhan yang sangat luar biasa sehingga tubuhnya seakan terapung keatas dan setelahnya pastor Robert disembuhkan.

Ada satu ilustrasi permainan di Camp retret, ada dua orang. Orang pertama dengan sikap mengangkat kedua belah tangan lalu menjatuhkan diri kebelakang dan orang ke dua digambarkan sebagai Tuhan sedang menangkap kita dari belakang. Begitulah seharusnya iman percaya kita ketika Tuhan memerintahkan kita lompat, maka lompatlah dan Tuhan akan menangkap kita. Tetapi jangan seperti istri Lot yang menoleh kebelakang sehingga menjadi tiang garam.

Di akhir zaman, ini kedatangan Tuhan akan sangat dekat sehingga banyak kabar menggemparkan seperti Tsunami, gempa bumi, tornado dan begitu banyak lagi tanda – tanda akhir zaman. Seperti ketika Tuhan hendak melemparkan Tulah ke bangsa mesir, ketika Tuhan mengirimkan hujan katak bahkan kegelapan menyelimuti seluruh bumi kecuali di Goshen tempat anak Tuhan berada. Demikianlah kehidupan kita ketika kita percaya, intim bersekutu dengan Yesus, kita akan aman dalam perlindungan Tuhan.

Ada satu ilustrasi ketika anak Tuhan sedang berjalan di ladang ranjau bom darat, suara Roh kudus mengatakan 1 langkah ke depan, 2 langkah ke kiri dan 3 langkah ke depan. Tuhan tahu tempat yang berbahaya yang akan membahayakan diri kita. Kita seharusnya memiliki keintiman dengan Tuhan sehingga dapat mengenali dan mendengarkan suara-Nya dan melakukannya.

Di zaman akhir ini, kita harus mempersiapkan diri sebagai mempelai wanita untuk menyambut kedatangan sang mempelai Pria yaitu Tuhan Yesus Krisus yang akan datang kedua kalinya dengan cara bergaul karib, berjalan bersama Yesus, mendengarkan suara-Nya dan melakukan kehendak-Nya. Ketika Ia berkata “Lompatlah… “ maka lompatlah dengan iman bahwa Tuhan pasti melindungi anda sehingga anda merasa aman bersama-Nya. Amin.

Mengapa Orang Kristen mengalami banyak kegagalan, kesedihan ?

6 Mei

Oleh : Pdt. Felly Kairupan

Yoh 12:23-26

Billy Graham berkata “Keselamatan Gratis, Untuk melayani harus bayar harga”

Kenapa ikut Tuhan lebih banyak masalah ?

Kekristenan tanpa kematian adalah kekristenan yang gampangan. Situasi anak Tuhan sekarang banyak yg gampangan hidup nyaman, mudah tersinggung, tidak terfokus pada Tuhan.

Ay 20. Orang orang Yunani, mereka ingin bertemu Yesus.

Ay 23. Tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan.

Ay 24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.

Itulah sebabnya kenapa ikut Yesus malah semakin banyak masalah ?

Seperti Tuhan Yesus harus melalui kematian seperti benih gandum. Apa yang Tuhan rencanakan tidak seperti apa yang kita bayangkan dan pikirkan.

Seringkali kita harus mengalami kegagalan, kesedihan dan banyak air mata. Seperti kematian benih, dimasa itu memang menyakitkan, pembusukan dan kematian.

Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh dan mati, ia tetap satu biji saja;

Sekalipun kita harus menghadapi maju 3 langkah mundur 2 langkah. Sekalipun harus mendaki gunung berpasir. Naik 4 langkah mundur 5 langkah. Dengan pengharapan harus sampai di puncak gunung.

Seperti benih yg dikubur di dlm tanah. Kehidupan kita mungkin mengalami kematian.

Tetapi jika benih tidak dilepaskan maka tidak akan menghasilkan apa-apa.

Ay 25. Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.

Artinya sebelum mengorbankan nyawa dimulai dari perkara yang paling kecil atw dari yang paling hina itu berarti kita melakukannya untuk Yesus.

Contoh : Abraham dgn janji akan memiliki anak, saat lanjut usia, memperoleh anak. Apakah ia mendekapnya erat – erat ? Tuhan berkata untuk mengorbankan anaknya. Tetapi Abraham tdk mendekapnya erat erat tapi melepaskannya dan mempercayakannya kepada Tuhan.

Akankah kita tetap mempercayai Tuhan sekalipun kegagalan, kesedihan bahkan kematian terjadi dlm segala aspek kehidupan kita ?

Gal 6:9 Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.

Ay 26 Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.

Dia Berkorban Supaya Aku Hidup

25 Apr

Serena, nama gadis itu, memiliki seorang ayah yang dipenjara seumur hidup karena terbukti membunuh istrinya sendiri, tentunya ibu dari Serena. Tetapi sekarang, hanya jantung sang ayah yang bisa memberi harapan pada Serena untuk tetap hidup.
Yang menjadi kendala adalah masalah hukum. Hukum negara bagian dimana mereka tinggal tidak mengijinkan hal-hal semacam suntik mati, dll, apalagi “membunuh” seorang manusia untuk menyelamatkan manusia lainnya.

Pengacara Serena mengajukan argumen:
Sederhana saja.
Si ayah tidak memiliki masa depan.
Dia akan menghabiskan seluruh hidupnya di penjara.
Dia rela memberikan jantungnya kepada anaknya.
Si anak masih remaja. Masa depannya masih panjang.
Jadi, biarkan Serena hidup dengan jantung ayahnya….
Ini bukan pembunuhan. Ini adalah masalah seorang ayah ingin menolong anaknya.

Pengacara negara menolak hal tersebut. Kalau satu diijinkan, nanti semua narapidana di penjara berbondong-bondong menjadi donor organ tubuh untuk si anu dan si anu, dengan harapan mereka bisa luput dari hukuman atas kejahatan mereka, dengan harapan mereka bisa menjadi pahlawan kesiangan!

Lagipula, siapakah kita sehingga kita berpikir bisa menentukan hidup siapa yang lebih berharga? Jadi, dilihat dari sisi manapun, ini adalah pembunuhan. Dan ini besar efeknya pada masa depan hukum.

Hakim bingung. Sidang pendahuluan ditunda. Penonton penasaran. Adegan berikut menunjukkan wajah Serena dan pengacaranya yang sedih dan kebingunan.

Si ayah melarikan diri dalam perjalanan menuju pengadilan lanjutan. Semua menduga hal ini sudah direncanakan sebelumnya. Serena sedih dan sakit hati.

“Dia adalah pembunuh ibuku! Alangkah tololnya aku, mau percaya bahwa ia bersedia menolong aku untuk tetap hidup…”

Pengacara terdiam. Tidak tahu harus berkomentar apa. Tiba-tiba hand-phone si pengacara berbunyi dari rumah sakit.

Ayah Serena pergi ke rumah sakit dan menyodorkan kartu donor-nya, dan kemudian, menembak dirinya sendiri dengan pistol. Tidak ingin mengambil resiko kalah di pengadilan, si ayah memutuskan mengakhiri hidupnya sendiri. Rumah sakit mendesak Serena untuk segera datang agar operasi bisa segera dilakukan. Jantung ayahnya menunggu, dan tidak bisa menunggu lama.

Di atas ranjang operasi, Serena ragu-ragu. Rasa bersalah menyelimutinya. “Haruskah aku melakukan ini?” Tanyanya pada semua yang hadir di ruangan. “Ini jantung ayahku… dan ia menembak mati dirinya sendiri….”

Semua buru-buru menasehatinya.

“Jangan membuat pengorbanannya sia-sia.”

“Kalian kan sudah sepakat dari awal. Hanya saja kita tidak menduga caranya akan seperti ini…”

Tapi ada satu kalimat yang membuat Serena akhirnya mau dioperasi.

“Serena, ayahmu memilih untuk menghadapi kematian agar kamu tidak perlu mati”

Sebuah kisah yang begitu mengharukan, membuat saya sadar bahwa jantung saya hari ini masih berdetak, semata-mata karena ada yang rela menghadapi maut agar saya tidak perlu mati karena dosa-dosa yang saya perbuat. Namanya adalah Yesus.

“Karena begitu besar kasih Bapa akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yoh 3:16)

Bagaimana dengan dirimu, sudahkah kamu menyadari bahwa Tuhan Yesus telah mati dan menebus dosa-dosa kita? Dia memilih menghadapi kematian supaya kita tetap hidup dan memperoleh anugerah keselamatan yang kekal.

Jangan sia-siakan anugerah keselamatan itu. Mungkin sekarang karena kita masih hidup di dunia kita berpikir masih ada kesempatan hidup, tobat nanti aja kalau sudah tua. Eits jangan salah loh, kita tidak akan pernah tahu kapan kita akan dipanggil Tuhan, sekarang banyak orang yang meninggal muda disebabkan kebodohan mereka yang terjerumus dalam dosa. Mereka menganggap remeh keselamatan dari Tuhan, dan akhirnya saat di panggil Tuhan tidak siap. Dan saat disana dilempar ke neraka, sudah tidak ada pengampunan disana, yang ada cuma ratap dan tangis. sampai Tuhan pun menuliskan di Ibrani 2:3

“bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai”

Sudah cukup mendukakan Tuhan dengan semua perbuatan jahat kita, yang terikat dengan narkoba, sex bebas, pornografi, percabulan, perzinahan, Yang suka menduakan Tuhan dan suka pergi ke dukun, paranormal, roh-roh nenek moyang, ramalan-ramalan. sadarilah kalian mendukakan hati Tuhan juga, ingat Tuhan kita pencemburu dan tidak mau dipermainkan, minta ampun sama Tuhan dan percaya sungguh-sungguh hanya kepada Bapa di Sorga. masih banyak perbuatan dosa yang saya belum sebutkan, tapi inti dari semuanya adalah sadari kesalahan dan dosa yang telah kamu lakukan dan BERTOBAT.

Masih ada pengampunan untuk setiap orang yang mau mengakui dosa dan kesalahannya, bertobat dan berubah di dalam Kristus. Sekali lagi sahabatku, jangan sia-siakan kesempatan ini. Bukalah hatimu untuk Tuhan Yesus Kristus dan terima pengampunanNya atasmu.

Hati Bagaikan Rumah

23 Apr

Luk 11:28 Tetapi Ia berkata: “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.”

Satu resep kebahagiaan adalah mendengar firman Allah dan memeliharanya. Memelihara disini berarti melakukan kebenaran firman Allah.

Apa yang terjadi bila kita tidak melakukan firman Tuhan ? Apakah itu berarti bahwa kita tidak bahagia ?

Yah memang demikian tetapi bukan cuma itu tetapi kehidupan kita akan semakin jahat dan jauh dari Tuhan.

Lihat Lukas 11:24 “Apabila roh jahat keluar dari manusia, iapun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian, dan karena ia tidak mendapatnya, ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu.

25 Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu bersih tersapu dan rapih teratur.

26 Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya, dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula.”

Rumah disini berbicara hati kita, bila hati kita tidak diisi dengan Firman Tuhan dan melakukannya maka akan seperti rumah yang kosong dan tersapu rapi sehingga roh jahat yg sebelumnya ada di hati kita akan membawa 7 roh jahat lain yang lebih jahat sehingga akan membuat kondisi rohani kita semakin bertambah buruk.

Jadi dengan mendengarkan dan melakukan Firman Allah maka kita akan berbahagia dan yang terpenting rumah hati kita senantiasa terisi damai sejahtera dan sukacita shg apapun yang kita perbuat diberkati menjadi berhasil.

*•._.•A•O:)•M•<3•I•(*)•N•({})•!!!•._.•*

Percakapan Tuhan Yesus dengan Pemulung

23 Apr

Berikut ini adalah Percakapan Tuhan Yesus (TY) dengan Pemulung (P)

TY : Apa sih senangnya jadi pemulung, bukankah dihina orang ?

P : Senang sekali, biarpun dihina kami bekerja secara halal kok.

TY : Bapak tidak malu ?

P : Mengapa harus malu ?Pekerjaan ini memang kotor, tetapi apa hati kami kotor ? Kami ikut menjaga kota. Bahkan presiden memberi kami gelar “laskar mandiri” dan “pahlawan kebersihan”.

TY : Sebagai pemulung apa pekerjaan utana bapak ?

P : Sederhana sekali, Tuhan. Saya memisahkan barang-barang, kertas, logam, plastik, sendiri-sendiri, kemudian diproses dan didaur ulang, yang tidak berguna dibuang.

TY : Bapak mau bekerja dengan saya ?

P : Apa Tuhan mau mendirikan lapak ?

TY : (sambil tertawa) Bukan itu maksud saya, tetapi hampir sama. Yang saya tawarkan adalah mencari jiwa-jiwa yang hidupnya tidak berguna, stres, rusak, terbuang, depresi, luka batin, ditolak, tidak dikasihi, dan dianggap sampah oleh orang lain.

Carilah mereka, Aku akan memproses dan mendaur ulang daÑ menjadikannya berguna bagi orang lain dan bagi-Ku (Lih. Mat 11:28-29).

Bukankah kisah ini erat sekali dengan kita. Kita sendiri merasa terbuang, dihina, tidak dikasihi, depresi, tetapi Tuhan menemukan kita, mendaur ulang kita dan memakai kita untuk mencari orang – orang yang serupa dengan kita.

Setelah mengumpulkan mereka, kita menyerahkannya kepada Pendaur Agung itu untuk kemudian diproses ulang, dan nantinya dapat dipakai kembali untuk perusahaan-Nya : Kerajaan Sorga.