TERSENYUM SELALU

19 Jul

Shalom……

Ini adalah cerita seorang ibu yg akan menyelesaikan skripsinya. This is really a good story….

Saya adalah ibu tiga orang anak (umur 14, 12, dan 3 tahun) dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya. Tugas terakhir yang diberikannya diberi nama “Tersenyum”. Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan tersenyum kepada tiga orang dan mendokumentasikan reaksi mereka. Saya adalah seorang yang mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang dan mengatakan “hello”, jadi, saya pikir,tugas ini sangatlah mudah.
Segera setelah kami menerima tugas tsb, suami saya, anak bungsu saya, dan saya pergi ke restoran pada suatu pagi di bulan Maret yang sangat dingin dan kering. Ini adalah salah satu cara kami dalam antrian, menunggu untuk dilayani, ketika mendadak setiap orang di sekitar kami mulai menyingkir, dan bahkan kemudian suami saya ikut menyingkir. Saya tidak bergerak sama sekali… suatu perasaan panik menguasai diri saya ketika saya berbalik untuk melihat mengapa mereka semua menyingkir.

Ketika berbalik itulah saya membaui suatu “bau badan kotor” yang sangat menyengat, dan berdiri di belakang saya dua orang lelaki tunawisma. Ketika saya menunduk melihat laki-laki yang lebih pendek, yang dekat dengan saya, ia sedang “tersenyum”. Matanya yang biru langit indah penuh dengan cahaya Tuhan ketika ia minta untuk dapat diterima. Ia berkata “Good day” sambil menghitung beberapa koin yang telah ia kumpulkan. Lelaki yang kedua memainkan tangannya dengan gerakan aneh sambil berdiri di belakang temannya.

Saya menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental dan lelaki dengan mata biru itu adalah penolongnya. Saya menahan haru ketika berdiri di sana bersama mereka.

Wanita muda di counter menanyai lelaki itu apa yang mereka inginkan. Ia berkata, “Kopi saja, Nona” karena hanya itulah yang mampu mereka beli. (Jika mereka ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh mereka, mereka harus membeli sesuatu. Ia hanya ingin menghangatkan badan). Kemudian saya benar-benar merasakannya – desakan itu sedemikian kuat sehingga saya hampir saja merengkuh dan memeluk lelaki kecil bermata biru itu. Hal itu terjadi bersamaan dengan ketika saya menyadari bahwa semua mata di restoran menatap saya, menilai semua tindakan saya

Saya tersenyum dan berkata pada wanita di belakang counter untuk memberikan saya dua paket makan pagi lagi dalam nampan terpisah. Kemudian saya berjalan melingkari sudut ke arah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu sebagai tempat istirahatnya. Saya meletakkan nampan itu ke atas meja dan meletakkan tangan saya di atas tangan dingin lelaki bemata biru itu.

Ia melihat ke arah saya, dengan air mata berlinang, dan berkata “Terima kasih.” Saya meluruskan badan dan mulai menepuk tangannya dan berkata, “Saya tidak melakukannya untukmu. Tuhan berada di sini bekerja melalui diriku untuk memberimu harapan.”

Saya mulai menangis ketika saya berjalan meninggalkannya dan bergabung dengan suami dan anak saya. Ketika saya duduk suami saya tersenyum kepada saya dan berkata, “Itulah sebabnya mengapa Tuhan memberikan kamu kepadaku, Sayang. Untuk memberiku harapan.” Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan pada saat itu kami tahu bahwa hanya karena Kasih Tuhan kami diberikan apa yang dapat kami berikan untuk orang lain.

Hari itu menunjukkan kepadaku cahaya kasih Tuhan yang murni dan indah. Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah, dengan cerita ini ditangan saya. Saya menyerahkan “proyek” saya dan dosen saya membacanya. Kemudian ia melihat kepada saya dan berkata, “Bolehkan saya membagikan ceritamu kepada yang lain?” Saya mengangguk pelahan dan ia kemudian meminta perhatian dari kelas. Ia mulai membaca dan saat itu saya tahu bahwa kami, sebagai manusia dan bagian dari Tuhan, membagikan pengalaman ini untuk menyembuhkan dan untuk disembuhkan..

Dengan caraNya sendiri, Tuhan memakai saya untuk menyentuh orang-orang yg ada restoran tersebut, suamiku, anakku, guruku, dan setiap jiwa yang menghadiri ruang kelas di malam terakhir saya sebagai mahasiswi. Saya lulus dengan satu pelajaran terbesar yang pernah saya pelajari: PENERIMAAN YANG TAK BERSYARAT.

Banyak cinta dan kasih sayang yang dikirimkan kepada setiap orang yang mungkin membaca cerita ini dan mempelajari bagaimana untuk MENCINTAI SESAMA DAN MEMANFAATKAN BENDA-BENDA BUKANNYA MENCINTAI BENDA DAN MEMANFAATKAN SESAMA………………GBU all.

Iklan

Jendela Kereta Api

19 Jul

Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui? —Lukas 6:41

Hari itu, di kereta api terdapat seorang pemuda bersama ayahnya. Pemuda itu berusia 24 tahun, sudah cukup dewasa tentu.

Di dalam kereta, pemuda itu memandang keluar jendela kereta, lalu berkata pada Ayahnya.
“Ayah lihat, pohon-pohon itu sedang berlarian”

Sepasang anak muda duduk berdekatan. Keduanya melihat pemuda 24 tahun tadi dengan kasihan. Bagaimana tidak, untuk seukuran usianya, kelakuan pemuda itu tampak begitu kekanakan.

Namun seolah tak peduli, si pemuda tadi tiba-tiba berkata lagi dengan antusiasny,
“Ayah lihatlah, awan itu sepertinya sedang mengikut kita!”

Kedua pasangan muda itu tampak tak sabar, lalu berkata kepada sang Ayah dari pemuda itu.
“Kenapa ANda tidak membawa putra Anda itu ke seorang dokter yang bagus?

Sang Ayah hanya tersenyum, lalu berkata. “Sudah saya bawa, dan sebenarnya kami ini baru saja dari rumah sakit. Anak saya ini sebelumnya buta semenjak kecil, dan ia baru mendapatkan penglihatannya hari ini”

Sahabat, setiap manusia di planet ini memiliki ceritanya masing-masing. Jangan langsung kita men-judge seseorang sebelum kita mengenalnya benar. Karena kebenaran boleh jadi mengejutkan kita. Selalu berprasangka baik kepada setiap orang, karena itu yang diajarkan nabimu, dan itulah cara yang baik untuk hidup…

Renungan Menyentuh Hati Syukuri apa yang ada

18 Jul

Seorang Anak muda yang tinggal bersama istri dan tiga orang anaknya mengeluh tentang rumahnya yang sempit dan sangat tidak nyaman untuk ditinggali oleh mereka sekeluarga. Suatu hari, ia berkunjung ke seorang guru bijak untuk mengemukakan permasalahannya itu.


“Guru, apa yang harus saya lakukan untuk mengatasi persoalan yang tengah saya hadapi ini?” tanya anak muda itu.
“Apakah kamu memelihara hewan danternak di rumahmu?” sang guru bijak balik bertanya.
“Ya Guru, di pekarangan rumah, saya memelihara beberapa ekor ayam, bebek, dan kambing,” jawab si anak muda.
“Baik,” lanjut sang guru, “Mulai nanti malam, kamu masukkan semua ternak dan hewan peliharaanmu ke dalam rumah. Dan, setelah satu minggu, kamu kembali lagi ke tempat saya untuk melaporkan hasilnya.”

Anak itu pun kembali ke rumahnya dan mulai menjalani nasihat dari guru bijak itu. Lima ekor ayam, 8 ekor bebek, dan 4 ekor kambing yang biasanya ditempatkan di kandang mereka di halaman rumah, mulai malam itu semuanya dimasukkan ke dalam rumah, berjejal-jejalan bersama penghuninya.

Semalaman anak muda itu dan keluarganya tidak bisa tidur karena udara di dalam rumah menjadi sangat pengap, bau kotoran ternak, dan berisik dengan suara-suara hewan peliharaan tersebut. “Mengapa jadinya seperti ini?” pikir anak muda itu dalam hati, “Saya mencari penyelesaian masalah, tetapi mengapa persoalan
yang lebih besar yang harus saya hadapi?”

Seminggu kemudian, anak muda itu sudah tidak sabar untuk menemui si guru bijak. “Guru, setelah saya menuruti nasihat Guru, persoalan yang saya hadapi bukannya berkurang malah jadi bertambah”, ungkap anak muda itu.

Sembari tertawa, si guru bijak menjawab, “Kalau begitu mulai nanti malam, kamu keluarkan semua hewan peliharaanmu dari dalam rumah. Kembalikan mereka ke kandangnya masing-masing.”

Mendengar perintah guru bijak itu, si anak muda bergegas kembali ke rumahnya untuk mengeluarkan semua hewan peliharaanya dari dalam rumah. “Wah, sekarang benar-benar terasa lega, rumahku tidak sempit seperti dulu lagi,” seru anak muda itu kegirangan.

“”””””
Ada sebuah ungkapan bijak yang mengatakan, “Jika kamu ingin merasa bersyukur dengan apa yang kamu miliki, pura-puralah kehilangan semua yang kamu miliki, kemudian kamu menemukannya kembali.”

Hal ini akan membantu kita untuk mensyukuri apa saja yang kita miliki. Ada orang menangis karena tidak bisa membeli sepatu, kemudian ia berhenti menangis dan bersyukur ketika melihat ada orang lain yang tidak punya kaki. Maka, “Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah,” kata D”Masiv

“Mengucap syukurlah senantiasa”.

Gambar

Preman menyuapi Gembel

18 Jul

Sahabat Kasih SetiaNya,

Sungguh sangat mengharukan bila kita melihat seorang preman menyuapi seorang gembel. Sobat Tuhan Yesus yang adalah Tuhan semesta alam, Dia rela menjadi hamba di dunia dan memberikan harta yang paling berharga yaitu nyawaNya untuk menebus dosa dan kesalahan kita. Sobat Marilah kita saling mengasihi sehingga kita menjadi berkat bagi orang banyak seperti Tuhan  Yesus.

THE LIGHT OF THE WORLD

18 Jul

Di Oxford, Inggris ada sebuah kapel, yang di depan altarnya tergantung sebuah lukisan yang sangat terkenal di dunia, The Light of the World karya Holman Hunt. Banyak orang telah melihat lukisan ini, namun sangat sedikit yang mempelajari arti dari lukisan ini.

Lukisan ini menggambarkan Yesus dalam kepenuhannya sedang memegang lentera di tangannya berdiri di depan pintu tanpa palang di luar, jalan menuju tempat itu di penuhi rumput-rumput liar.
Inspirasi dari lukisan ini berasal dari Wahyu 3:20:

“Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.”

Sewaktu Yesus mengetuk pintu, ekresi wajah-Nya sangat berkesan, Ia tahu pasti siapa yang ada di balik pintu tersebut. Yesus sangat berharap untuk masuk.

Lentera melambangkan hati nurani; wajah lembut Tuhan memancarkan cahaya yang sulit dijelaskan. Ada kecermelangan yang tampaknya muncul dari kepribadian-Nya. Hati nurani adalah titik hubungan; kehadiranNya adalah Cahaya yang berdiam yang menyingkapkan apa itu baik dan jahat.

Pesan Moral:

Tuhan tahu apa yang menjadi pergumulan kita, dan Ia rindu untuk menolong kita, itu sebabnya Yesus mengetuk pintu hati kita. Ia tahu kelemahan kita, dan apa yang menjadi masalah terbesar dalam hidup kita, itu sebabnya Ia datang untuk memberikan kekuatan supaya kita menjadi penakluk dan pemenang atas permasalahan dan pergumulan kita.

Pertanyaannya saat ini, seperti yang tergambar dalam lukisan tersebut. Pintu itu hanya bisa di buka dari dalam. Yesus bukanlah tipe orang yang mendobrak pintu rumah orang lain. Dia mengetuk dengan sopan dan lembut. Kini, bersediakah kita membukakan pintu bagi-Nya, agar Ia masuk dan menerangi hidup kita dengan kemuliaan-Nya? Keputusannya ada ditangan kita.

Tuhan Yesus Memberkati kita semua….Amin.

Zhu-Zhu, Gadis Kecil Yang Dibuang Hingga Menjadi Model Cilik Ralph Lauren

17 Jul


Sungguh malang nasib gadis kecil bernama Zhu-zhu ini. Ia ditemukan di pinggiran jalan ketika masih berumur satu hari setelah kelahirannya. Sebuah panggilan tertuju ke kantor polisi Winzhou saat itu mengatakan kalau ada anak perempuan yang ditinggalkan di jalan Ximeiyuan. Seorang petugas kemudian datang namun tidak menemukan siapa yang meneleponnya tadi.

Zhu-zhu kemudian menjadi milik pemerintahan Cina bersamaan dengan 10.000 anak lain yang juga bernasib sama. Ia kemudian dibawa ke Qinzhou Social Welfare Institute, sebuah tempat yang kemudian mempertemukan ia dengan orang tua asuhnya. Ia diasuh oleh Janet Lyons dan Dennis Berger saat berusia 19 bulan.

Dengan penampilan fisik yang berbeda, orang tua asuh Zhu-zhu kemudian menceritakan bahwa ia adalah anak yang diadopsi. Namun kasih sayang yang diberikan tidaklah berbeda. Karena ia juga mempunyai dua kakak tiri yang juga bukan merupakan anak kandung dari Dennies dan Lyons.

Karirnya di dunia model bermula pada tahun 2009, ketika Lyons sedang mencari pekerjaan. Dennis kemudian menghubungi teman lamanya yang bekerja di talent agency. Zhu-zhu pun kemudian mengikuti audisi yang dilakukan oleh Ralph Lauren untuk pakaian anak-anak sesi terbaru.

Tak disangka, di umurnya yang masih 5 tahun saat itu, Ralph Lauren jatuh hati pada sosok Zhu-zhu. Ia pun menjadi model terpilih untuk Ralph Lauren Look. Ia memang sosok gadis kecil yang cantik dan berhati emas. Walaupun hanya untuk waktu yang singkat, Zhu-zhu mengaku tidak keberatan ketika ia harus digantikan dengan model lain karena usianya yang bertambah. Walaupun begitu, kisah Zhu-zhu yang mengharukan karena berasal dari pinggir jalan pernah berhasil menginjak runway tentu akan menjadi inspirasi tersendiri untuk kita semua.

Dengan mendengar cerita tentang Zhu-zhu, sudah sepatutnya kita bersyukur karena berada di keluarga yang utuh dan tidak mengalami apa yang zhu-zhu alami. Bersyukurlah dengan apa yang ada, jangan pernah sia-siakan apa yang Anda miliki sekarang, ladies.

Gambar

Find and See (Temukan Dan Lihat)

27 Mar

Find and See (Temukan Dan Lihat)

Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak.- Amsal 13:20

Pelikan adalah burung penangkap ikan yang ulung. Tetapi di kota Monterey, California hal seperti ini tidak terjadi. Di kota ini, burung-burung pelikan tidak perlu bersusah payah untuk mendapatkan ikan, karena banyak sekali pabrik-pabrik pengalengan ikan. Selama bertahun-tahun mereka berpesta dengan ikan-ikan yang berserakan. Tetapi hal yang menakutkan terjadi ketika ikan di sepanjang pesisir mulai habis, dan pabrik-pabrik pengalengan mulai tutup, burung-burung tersebut mengalami kesulitan. Karena sudah bertahun-tahun tidak menangkap ikan, mereka menjadi gemuk dan malas. Ikan-ikan yang dulu mereka dapatkan dengan mudah sudah tidak ada, sehingga satu persatu dari mereka mulai sekarat dan mati.

Para pencinta lingkungan hidup berusaha keras untuk menyelamatkan mereka. Berbagai cara dicoba untuk mencegah populasi burung ini agar tidak punah. Sampai suatu saat terpikirkan oleh mereka untuk mengimport burung-burung pelikan dari daerah lain, yaitu pelikan-pelikan yang berburu ikan setiap hari. Pelikan-pelikan tersebut lalu bergabung bersama pelikan-pelikan setempat. Hasilnya luar biasa. Pelikan-pelikan baru tersebut dengan segera berburu ikan dengan giatnya, perlahan-lahan pelikan-pelikan yang kelaparan tersebut tergerak untuk berburu ikan juga. Akhirnya pelikan-pelikan di daerah tersebut hidup dengan memburu ikan lagi.

Les Giblin, seorang pakar hubungan manusia menjelaskan bahwa manusia belajar sesuatu dari panca inderanya. 1% dari rasa, 1½ % dari sentuhan, 3½ % dari penciuman, 11% dari pendengaran, dan 83% dari pengelihatan. John C Maxwel, seorang pakar kepemimpinan dalam sebuah surveinya membuktikan bahwa, “Bagaimana seorang menjadi pemimpin?” 5% akibat dari sebuah krisis, 10% adalah karunia alami, dan 85% adalah dikarenakan pengaruh dari pemimpin mereka.

Demikian halnya jika Anda ingin semakin maju, maka salah satu cara terbaik adalah dengan bergaul dengan orang-orang yang berprestasi yang bisa anda temui. Perhatikan cara mereka bekerja, lihat hidup mereka, pelajari cara berpikir mereka, lihat bagaimana mereka mengambil keputusan-keputusan penting dalam hidup mereka. Memang benar kita dapat belajar dari Tuhan langsung atau melalui pimpinan Roh Kudus, tapi kita juga harus terbuka ketika Tuhan menempatkan orang-orang terbaik yang bisa memacu hidup kita.

Carilah pergaulan yang dapat membangun kerohanian dan kehidupan Anda!

————————————————–
Butik Ella Menyediakan baju Fashion dan kebutuhan para ladies agar semakin cantik menawan dengan harga yang murah dan bagus, barang dijamin. Hubungi Butik Ella di Halaman barunya di : https://www.facebook.com/ButikEllaOnline/