Arsip | Uncategorized RSS feed for this section

Modus Penipuan PT Haneda Indonesia

9 Jun

PT. HADENA INDONESIAMuslihat Penipuan PT. Hadena Indonesia, Jl Daan Mogot Km 19 Blok F15 Ruko Smart Market, Batu Ceper, Tangerang.

1. Pelamar Tertarik dengan iklan pengeleman benang teh 1 kotak 70.000
2. Sesampai disana di haruskan untuk bayar pendaftaran 5000+biaya keanggotaan 270.000.
3. Setelah dibayar Pelamar dikasih kerjaan ngelem benang teh yang harus diserahkan 2 hari kedepan.
4. Setelah 2 hari. Pelamar kembali dan mengembalikan hasil kerjanya dan perusahaan PT. Hadena Benar membayar senilai 70.000..
5. Order untuk pengeleman berikutnya tidak ada karena hanya 1x saja… Bila ingin dapat order ngelem harus ngajak orang untuk investasi 275.000 lagi.

Saya sudah melaporkan masalah ini ke polsek Batu Ceper. Mohon doanya dan tolong kasih tahu teman-teman yang lain kalo ada info lowongan kerja PT. Hadena Indonesia ini mohon dikasih tahu bahwa ini murni penipuan.

KLARIFIKASI KUASA HUKUM DARI PENDETA GILBERT E. LUMOINDONG

25 Feb

Untuk dan atas nama Klien kami Bapak Pendeta Gilbert E. Lumoindong, S.Th., dan Ibu I. Reinda M. Lumoindong, berdasarkan Surat Kuasa Khusus  No. 028/SK/LBH.MS/II/2012, tertanggal 21 Februari 2012, dan untuk membantah berbagai keterangan atau pernyataan bohong, bahkan fitnah terhadap Klien kami, yang telah disampaikan oleh Sdri. Leleany Jeaneruth D.M. (Pelapor. red), maupun kuasa hukumnya, sebagaimana telah dimuat oleh sejumlah media massa, bersama ini kami Para Advokat dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Mawar Saron, sebuah lembaga yang mendedikasikan diri untuk memberikan bantuan hukum secara gratis (Prodeo dan Probono), perlu memberikan klarifikasi, bantahan, dan sekaligus penjelasan kepada masyarakat luas, sebagai berikut, dengan rici menguraikannya baik lewat email maupun pertelepon meminta redaksi agar dapat memuat brita klarifikasi ini :

Bahwa seluruh keterangan dan pernyataan yang telah disampaikan oleh Sdri. Leleany Jeaneruth D.M. (Pelapor), maupun kuasa hukumnya, tentang Klien kami, sebagaimana telah dimuat oleh sejumlah media massa tersebut, adalah kebohongan besar dan keji, bahkan fitnah, karena seluruh keterangan dan pernyataannya tersebut tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.

Bahwa Klien kami, Bapak Pendeta Gilbert E. Lumoindong (Pendeta Gilbert), dan istrinya, Ibu I. Reinda M. Lumoindong (Ibu Reinda), adalah Pemimpin/Gembala Jemaat di Gereja Bethel Indonesia (GBI), Glow Fellowship Centre, Jakarta, yang diurapi Allah.

Bahwa keterangan atau pernyataan Sdri. Leleany Jeaneruth D.M. (Pelapor), maupun kuasa hukumnya yang menyatakan Ibu Reinda telah memfitnah dan mengancam Pelapor, pernyataan Pelapor tentang adanya tuduhan perselingkuhan, pernyataan Pelapor bahwa Ibu Reinda telah memfitnah Pelapor dengan mengatakan Pelapor menggoda suami Ibu Reinda, pernyataan Pelapor yang menyatakan Ibu Reinda telah mencaci maki dan mengeluarkan perkataan kotor bahkan mengancam Pelapor, pernyataan Pelapor yang fokus dalam melaksanakan tugas pelayanan di GBI Glow Fellowship Centre, Jakarta.

Sebagai penutup, Klien kami menghimbau kepada Pelapor, pihak tertentu di belakang Pelapor, maupun pihak lain yang selama ini tendensius kepada Klien kami, agar sebaiknya bertingkah laku dan hidup sesuai dengan Firman Tuhan. Jika selama ini mereka sudah sering berbicara tentang Firman Tuhan, hendaknya kehidupan dan perbuatannya pun harus sesuai dengan Firman Tuhan, bukannya bertolak belakang.

Klien kami juga mendoakan agar pihak yang telah melakukan fitnah tersebut, dapat segera kembali ke jalan yang benar, berprilaku benar, dan hidup sesuai dengan Firman Tuhan Demikian keterangan pers ini kami sampaikan. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih. (Herry Battileo)

Sobat Kasih Setia, saya sangat merindukan untuk membuka gereja GBI Kasih Setianya. Saya mohon dukungan dan doa sobat – sobat semua untuk mendukung memperluas kerajaan Sorga.

Dan bagi sobat – sobat yang rindu untuk berpartisipasi dalam pendanaan dapat mengirimkan bantuannya
ke Rekening : BCA
Atas nama : YANTO WIJAYA KUSUMA

NO REK : 345-2628705

Mengapa Kita Tidak Mengalami Indah Pada Waktunya – pdp. Viddy Kairupan

25 Des

Pendahuluan

Menantikan masa kelegaan indah pada waktunya. Indah pada waktunya bukan hanya di sorga tapi kita dpt merasakan di dunia. Kenapa kita tdk mengalami ?

1. Karena Tidak Datang Kpd Tuhan scr langsung dan bukan rutinitas.

Mat 11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

Kenapa tdk mengalami masa kelegaan ? Karena sekalipun kita percaya kepada Tuhan tdk mau datang kpd Tuhan tapi kepada hal-hal lain diluar Tuhan.

Untuk menerima indah pada waktunya harus datang kpd Tuhan SEMUA yg letih lesu dan berbeban berat.

Kebanyakan kita datang ke gereja hanya rutinitas saja. Firman itu hrs diam di dlm kita dan firman itu sudah menjadi manusia. Bila firman itu diam di dlm kita, maka akan ada pemulihan, kesembuhan dan kekuatan.

Kenapa tdk mengalami ? Menjadikan Tuhan no 2 dlm hidup kita. Penuhi undangan, datang sungguh-sungguh. Responi undangan Tuhan itu. Tuhan akan memberikan kelegaan pdmu setiap saat, hari, waktu. Indah pada waktunya.

2. Karena kita orang yang berdosa

Kis 3:19 Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan,

Kis 3:20 agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus, yang dari semula diuntukkan bagimu sebagai Kristus.

Istilah “Kristen Kapal Selam” datang hanya waktu waktu tertentu. “Kristen lampu natal” Kerohaniannya terang mati. Sadarlah dan bertobatlah. Agar mendatangkan waktu kelegaan.

Tangan Tuhan tdk kurang panjang untuk menolong, telinga Tuhan tdk tajam mendengar, yang memisahkan kita adalah Dosa. Ay 20 Yesus diutus untuk kita sbg Kristus. Saya sadar sbg org berdosa.Yesus sbg juru slamat menebus dosa kita agar kita mengalami kelegaan.

Satu bintang menyelamatkan satu orang, Satu terang menerangi satu ruangan, Satu Juru Selamat menyelamatkan seisi dunia.

Keselamatan sudah diperuntukkan bagi kita tapi kita tdk menghargainya ilustrasi emas sudah disediakan maka kita tinggal mengambilnya.

ay 20 Yesus diperuntukkan bagiku tapi bila kita tdk mau datang yah kita salah sendiri. Oleh Karena itu datanglah kepada Yesus dan bertobatlah shg dpt mengalami indah pada waktunya.

10 Cara Menikmati Waktu Senggang

14 Des

KOMPAS.com – Bagi Anda yang terbiasa sibuk, atau bahkan menikmati rutinitas harian yang padat, waktu kosong rasanya seperti benda asing.

Padahal, tanpa sadar Anda juga seringkali tak ingin beranjak dari kasur, dan ingin bersantai saja tanpa disibukkan dengan rutinitas.

Dr Samuel Johnson, leksikografer dan penulis esai abad ke-18, bahkan dalam tulisannya pada tahun 1758 mengatakan, setiap orang, berharap bisa bermalas-malasan.

Jadi, rasanya wajar saja jika suatu waktu Anda ingin bermalas-malasan, menikmati waktu senggang. Tetapi, bagaimana caranya?

1. Aturan dasar, singkirkan rasa bersalah

Kebanyakan masyarakat perkotaan, identik dengan sikap ketergesa-gesaan, dan kesibukan. Mereka seperti dilarang bermalas-malasan.

Semua hal harus segera diselesaikan. Tak ada waktu kosong yang terbuang sia-sia. Jadi, saat waktu kosong ada di depan mata, rasa bersalah pun muncul jika tak menjalani rutinitas yang sibuk tadi.

Rasa bersalah karena tak melakukan apa-apa, merupakan dampak dari kebiasaan bekerja keras tanpa kenal waktu. Jika Anda memahami, bahwa ada waktunya Anda berhak menikmati waktu senggang, menikmati kehidupan, rasa bersalah ini akan hilang dengan mudah.

2. Pilih role model yang tepat

Kebanyakan musisi hebat atau penulis puisi ternama adalah orang yang senang bermalas-malasan. Bukan berarti mereka pemalas, hanya saja mereka menjalani aktivitas dengan santai dan menikmati setiap detiknya.
Dari cara inilah, mereka mendapati inspirasi dan menghasilkan karya yang luar biasa. Anda boleh meniru gaya ini saat sedang ingin bersantai. Mungkin saja, Anda bisa mencipta karya pada waktu senggang ini.

3. Menggambar sketsa bunga

Waktu senggang kadang membuat seseorang tak tahu harus berbuat apa. Coba saja menggambar sketsa bunga. Menggambar sketsa bunga membawa diri berkontemplasi atas kehidupan Anda.

Saat sedang menggambar, Anda terbawa suasana untuk mendalami keindahan yang tak pernah Anda bayangkan sebelumnya. Kondisi ini membuat segala kecemasan menghilang. Pada akhirnya, Anda berhasil membuat sketsa bunga yang indah.

4. Melakukan sesuatu tanpa tujuan
Anda bisa belajar dari perilaku anak kecil.

Mereka seringkali melakukan sesuatu tanpa mereka tahu untuk apa dan mengapa. Anda bisa menikmati waktu senggang, hanya dengan berjalan-jalan tanpa tujuan pasti misalnya. Nikmati saja waktu dan pengalaman yang Anda dapatkan saat melakukannya.  

5. Bermain ukulele

Tak semua orang bisa memainkan ukulele dengan baik, dan menghasilkan suara yang indah. Jika Anda termasuk di dalamnya, cuek saja. Bermainlah ukulele, saat sedang menunggu rebusan air mendidih misalnya. Melakukan sesuatu hal yang unik dan terkesan aneh, membantu Anda menikmati waktu senggang.

6. Bersantailah, jangan melakukan rutinitas

Bahkan hari Minggu atau hari libur, Anda masih disibukkan dengan jadwal acara. Nikmati waktu senggang di hari libur. Kali ini, benar-benar menikmati.

Caranya, tinggalkan semua pekerjaan rumah, membersihkan ruangan, atau mencuci pakaian. Apapun itu, tinggalkan. Bersantailah, makan cokelat, minum kopi atau teh, lakukan hal santai yang membuat Anda rileks.

7. Berbaring di taman

Temukan taman yang nyaman untuk Anda berbaring. Akan lebih baik jika melakukannya di pagi atau sore hari. Nikmati kesejukan udara di taman dengan rindang pepohonan.

Nikmati suara kicauan burung, dan hirup aroma rumput segar. Istirahatkan diri sejenak, beri waktu untuk menjernihkan tubuh dan pikiran dari semua kepenatan rutinitas.

8. Memandang awan

Jika kondisi cuaca cerah, keluarlah dari dalam rumah. Pandangi langit dan lihat gumpalan awan. Anda bisa meredakan ketegangan dari rutinitas harian yang padat, dengan memandang awan.

9. Tidur siang

Aktivitas ini pastinya digemari banyak orang. Dalam waktu senggang di rumah, Anda tentu sangat bisa melakukan ini. Bagaimana jika sedang berada di kantor dengan setumpuk jadwal yang belum terselesaikan? Usir rasa bersalah, ijinkan tubuh Anda beristirahat sejenak.

Jika kantor tak menyediakan ruangan untuk beristirahat, pergilah ke tempat ibadah atau taman kota. Nikmati kesunyian dan tutuplah mata sejenak. Biarkan tubuh mengistirahatkan diri dari kepenatan rutinitas.

10. Meditasi Firman Tuhan

Jika tak terlatih melakukan meditasi, berpura-pura saja sedang meditasi. Rebahkan badan di kamar selama satu jam, atau duduk di tepi jendela sambil memandang keluar. Isilah pikiran anda dan renungkanlah Firman Tuhan.

Dengan cara ini Anda bisa berkontemplasi, merefleksikan diri, meredakan ketegangan, memberi waktu untuk berpikir dan menghindarkan diri Anda dari kecemasan.

Seni Mendengar yang Efektif

13 Des

Dalam sebuah pelatihan diungkapkan :

“… Begitu anda menonton film nanti, perhatikan cara para bintang film berbicara kepada actor lainnya. Untuk menjadi seorang actor yang besar. Seorang harus mampu, baik menjadi seorang pendengar yang ulung maupun pembicara yang efektif.

Kata-kata pembicara tercermin dalam wajah pendengarnya bagaikan suatu cermin. Ia dapat mengambil suatu adegan dari pembicara kepasihannya dalam mendengarkan.

Seorang sutradara film terkenal pernah mengatakan bahwa banyak actor gagal menjadi bintang film karena mereka tidak pernah mempelajari seni mendengarkan secara kreatif”.

(Betgerr, 1995:88).

BANYAK BICARA SEDIKIT MENDENGAR

Berbicara sebagai keterampilan dasar manusia dalam berkomunikasi sering kita bahas, namun sangat sedikit yang mengulas bagaimana cara mendengar yang baik.

Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka ucapkanlah dengan kata-kata yang baik ataupun lebih baik diam.

Alasannya masuk akal, sebab kata-kata kita kelak akan dipertanggungjawabkan, sehingga kita senantiasa dituntut untuk berhati-hati dalam berbicara dan bahkan nabi Musa ketika berhadapan dengan Firaun mengungkapkan doa :

“…dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku supaya mereka mengerti perkataanku

Sedangkan mendengar hampir sulit bisa dilakukan oleh kebanyakan orang, padahal dengan mendengarlah ilmu bisa diserap, sebuah masalah bisa dipecahkan dan sebuah gagasan bisa diwujudkan.

Oleh karena manusia diciptakan Allah dengan satu mulut dan dua pendengaran yang seharusnya proporsi mendengar harus lebih banyak daripada berbicara. Rata-rata para pemimpin dunia memiliki kemampuan mendengar yang baik, selain kemampuan berbicara.

Sebagaimana diungkapkan oleh Benjamin Franklin mengungkapkan :

“Mengingat bahwa dalam pembicaraan pengetahuan lebih banyak diperoleh melalui telinga daripada melalui mulut. Saya memberikan tempat kedua kepada sikap diam diantara keutamaan yang hendak saya kembangkan”.(Betgerr, 1995:92)

Sedangkan Frank Betgerr (1996) mengungkapkan bahwa :

“dalam pembicaraan, pengetahuan lebih banyak diperoleh melalui telinga daripada melalui mulut, saya memberikan tempat kedua kepada sikap diam diatara keutamaan yang hendak saya kembangkan”.

SENI MENDENGARKAN.

Ketika berbicara, biasanya kita mendengarkan dalam salah satu dari lima tingkat :

1. Kita mungkin mengabaikan orang itu dan benar-benar tidak mendengarkannya.

2. mungkin berpura-pura tidak mendengarkannya

3. Mendengarkan tapi lebih selektif pada bagian-bagian tertentu dari pembicaraan.

4. Mendengarkan secara atentif dan menaruh perhatian dan memfokuskan enegi pada kata-kata yang diucapkannya.

5. mendengarkan secara empatik, mendengarkan untuk mengerti tapi untuk menjawab persoalan yang ada. Dalam arti mendengar bukan hanya dengan telinga saja tetapi dengan mata dan hati.

Dengan melihat tingkatan mendengar diatas maka mendengarkan membutuhkan keterampilan khusus, sebagaimana berbicara. Karena mendengarkan adalah cerminan pribadi seseorang,

sebagaimana diungkapkan oleh David J. Schwartz (1996:154) mengungkapkan bahwa :

“… semakin besar orang yang bersangkutan, semakin cenderung ia mendorong anda untuk berbicara, semakin kecil orang yang bersangkutan semakin cenderung ia mengkhotbahi anda”.

Kebanyakan pemimpin yang baik didalam semua bidang kehidupan menghabiskan jauh lebih banyak waktu meminta nasehat dan meminta pendapat bawahannya daripada banyak berbicara.

Diantara keterampilan mendengar diungkapkan BS.Wibowo,dkk (2002:92) dari kupasan Geoff Nightingale dalam Synergenic antara lain :

Dengarkan gagasannya bukan fakta dan tanyalah diri sendiri apa yang pembicara maksudkan.

Nilailah isinya, bukan cara penyampaiannya.

Dengarkan dengan penuh harapan, jangan langsung kehilangan minat

Jangan cepat menarik kesimpulan

Sesuaikan pencatatan anda dengan pembicaraan

Pusatkan perhatian, jangan mulai bermimpi dan jagalah mata anda agar tetap tertuju pada pembicaraan.

Jangan mendahului pikiran pembicara, anda akan kehilangan jejak.

Dengarlah dengan sungguh-sungguh waspada dan bergairah.

Kendalikan emosi waktu mendengar

Bacalah fikiran anda, berlatihlah untuk menerima informasi baru.

Bernafaslah perlahan dan dalam-dalam

Jangan tegang santai sajalah.

Sedangkan menurut James K. Van Fleet (1996:179) dalam bukunya :

“Key to Success with people” mengungkapkan seni mendengar yang efektif sebagai berikut :

Berikan sepenuh hati pada orang lain

Mendengarkan dengan serius

Tunjukan minat pada perkataan orang

Usahakan bebas gangguan

Tunjukan kesabaran

Bukalah pikiran anda

Dengarkan setiap gagasan

Hargai isinya, bukan cara penyampaiannya.

Turunkan senapan anda

Belajarlah mendengarkan apa yang tersirat.

Sedangkan David J Swartz dalam bukunya “The Magic of Thinking Big” (1996: 154) mengungkapkan seni mendengar kedalam tiga tahapan dan untuk menguatkannya dengan cara bertanya dan mendengarkan :

Dorong orang lain berbicara

Uji pandangan anda dalam bentuk pertanyaan

Berkonsentrasilah pada apa yang dikatakan orang lain.

Demikianlah beberapa teknik dalam mendengar yang dalam praktiknya membutuhkan adanya jiwa besar. Mendengar dan bertanya bukan menunjukan kebodohan seseorang tetapi menunjukan kualitas hidupnya, apalagi bagi seorang pemimpin.

Apa itu Narsis ?

12 Des

Tahukah Anda apa itu narsis?

Bahasan tentang narsisme tidak lepas dari mitologi Yunani kuno. Alkisah ada seorang dewa bernama Narcissus. Parasnya tampan.

Saking rupawannya, banyak dewi-dewi kena panah asmaranya. Termasuk Dewi Echo. Suatu hari, Dewi Echo mengutarakan isi hatinya kepada Narcissus. Tapi, lelaki ini menampiknya dengan kasar.

Dewi Echo pun hengkang dengan hati penuh luka sampai ajalnya tiba. Melihat ini, Dewa Apollo marah besar dan mengutuk sang dewa ganteng itu, bahwa hingga akhir hidupnya, Narcissus tidak akan pernah mengetahui cinta manusianya. Kutukan pun jadi kenyataan.

Suatu hari, Narcissus kehausan. Dia sampai di sebuah kolam yang airnya sangat jernih. Di tepi kolam itu, dia kemudian berjongkok dan ingin meminum airnya.

Saat berjongkok, dia pun melihat bayangan dirinya di permukaan kolam itu. Langsung saja, saat melihat bayangan dirinya yang tampan, Narcissus jatuh cinta pada bayangan itu. Namun, bayangan itu tidak memberinya respons sama sekali. Konon akhirnya Narcissus kemudian mati di tepi kolam tersebut.

Inilah kisah mitologi kuno yang pada 1898 oleh seorang psikolog dari Inggris bernama Havelock Ellis dijadikan sebagai simbol untuk orang yang terlalu mencintai dirinya sendiri.

Sejak itulah dikenal istilah narsistik yang menggambarkan manusia yang hanya berfokus pada dirinya sendiri serta menikmati pujaan dari orang lain kepadanya.

Bahkan, sekarang ini, dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-IV-TR) dikenal pula adanya Narcissistic personality disorder (NPD) yang dianggap sebagai salah satu dari gangguan kepribadian.
Membanggakan diri

Orang-orang yang narsis mempunyai ciri-ciri senang menjadi pusat perhatian dan senang membangga-banggakan dirinya secara berlebihan.

Orang narsis berbeda dengan orang yang percaya diri, karena hampir setiap hari dia hanya berbicara soal kehebatan, kelebihan, dan selalu membutuhkan orang lain untuk memuja dirinya.

Di sisi lain, dia mengeksploitasi orang lain agar selalu merasa bangga dan menyukai dirinya. Pada saat orang mulai tidak tertarik kepadanya, dia akan segera mencari korban lain yang akan senang memberikan pujaan bagi dirinya.

Permasalahan terbesar pada orang yang narsis adalah dirinya hanya mengambil dari orang-orang di sekelilingnya, tetapi tidak memberikan balik secara tulus.

Kalaupun dia memberi untuk orang lain, yang dia harapkan adalah pujian dan pemujaan terhadap dirinya.

Terkadang, orang narsis ini bisa berlaku sangat baik dan sempurna kepada orang lain, tertapi terhadap orang-orang di sekelilingnya, terhadap anak buahnya ataupun keluarganya, dia bisa jadi sangat kejam bahkan terkesan jahat.

Orang narsis pun tidak segan-segan meneror orang lain yang bermasalah dengannya dengan sms, email ataupun telepon yang membuat orang tersebut bergantung padanya. Atau, setidak-tidaknya membuat mereka merasa bersalah.

Bicara soal membangga-banggakan diri pada orang narsis ini, saya teringat dengan kisah Anna Edson Taylor yang pada 1901 menjadi orang yang pertama kali mampu menyusuri air terjun Niagara dan terjun dari atas air terjun itu hingga ke bawah dengan hanya masuk ke dalam sebuah tong!

Anna tetap hidup dan atas prestasinya tersebut, Anna sering menceritakannya. Pokoknya, hampir kepada semua orang yang pernah bertemu dengannya Anna menceritakan prestasinya tersebut.

Anna menceritakan hal ini di pertemuan minum teh, di acara makan malam, di pesta, di pertemuan bisnis ataupun dalam rapat serikat kerja.

Dia pun menceritakan kisah ini kepada para editor dan wartawan, hingga lama-kelamaan orang pun mulai muak. Tapi, Anna tidak peduli.

Hingga akhirnya, sebuah surat kabar tua Denver Republican dalam ulasan editorialnya mengatakan dengan pahit kepada Anna, “Anna Edson Taylor sudah mengambil semua penghargaan dan pujian yang mestinya diberikan kepada tong kayu yang telah menyelamatkannya”.

Berbicara soal manusia narsis sebenarnya tidak bisa dilepaskan dari masa lalu mereka. Beberapa teori psikologi, khususnya yang beraliran Freud, mengatakan bahwa kebanyakan mereka yang narsistik tidak mendapatkan penghargaan yang layak sewaktu kecil.

Akibatnya, hal ini menjadi unfinished business dalam kehidupan mereka. Mereka pun lantas berusaha mendapatkannya dari orang-orang di sekelilingnya ketika mereka sudah beranjak dewasa.

Dalam dunia bisnis, orang-orang narsis bisa menjadi masalah besar, khususnya dalam tim. Mereka bisa menjadi bos yang sangat pelit memberikan pujian dan penghargaan bagi timnya.

Kalaupun memberi, harapannya adalah supaya timnya bergantung padanya dan selalu memujanya. Dia pun jadi senang mengumbar prestasinya ke semua orang dan memastikan bahwa dia adalah orang yang hebat.

Namun, kenyataan menunjukkan bahwa prestasinya tidaklah sebaik apa yang dia klaim. Akibatnya, orang pun jadi sadar bahwa dirinya hanya membesarkan apa yang terjadi tetapi tidak sesuai dengan realitas. Lama kelamaan akhirnya orang menjauhinya.

Menghadapi orang yang narsis sebenarnya cukup mudah karena dia senang dihargai dan dipuja. Itulah yang menyebabkan orang narsis kadang mudah dikelabui. Namun, tidak selamanya orang narsis harus dipenuhi keinginannya karena dirinya tidak pernah ada puasnya.

Terkadang, mereka pun perlu diberitahu dan belajar ‘mencintai’ serta memberikan perhatian tanpa bersyarat kepada orang lain. Dalam taraf yang ekstrim, orang seperti ini butuh bantuan.

Namun, tetap perlu diperhatikan bahwa tidak semua sikap seperti self promotion ataupun rasa percaya diri yang kita tunjukkan pasti berarti narsistik. Setiap orang harus memiliki kadar mencintai dirinya sendiri. Itu adalah hal wajar. Kalau tidak, semua orang mungkin sudah bunuh diri.

Bukankah saat kita melihat foto kita, orang yang pertama kali kita lihat adalah wajah kita sendiri. Inilah insting kehidupan kita. Hanya saja, jika insting ini berubah menjadi obsesi yang berlebihan, ia pun menjadi wajah narsistik yang merusak. Marilah kita mencintai diri dan bangga dengan diri kita, secara positif

Berani Mencoba

29 Nov

Alkisah, seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya.

P: “Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31,104,000 kali selama setahun?”

J: “Ha?,” kata jam terperanjat, “Mana sanggup saya?”

P: “Bagaimana kalau 86,400 kali dalam sehari?”

J: “Delapan puluh ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?” jawab jam penuh keraguan.
P: “Bagaimana kalau 3,600 kali dalam satu jam?”
J: “Dalam satu jam harus berdetak 3,600 kali? Banyak sekali itu” tetap saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya.

Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara kepada si jam.

P: “Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?”

J: “Naaaa, kalau begitu, aku sanggup!” kata jam dengan penuh antusias.

Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik. Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu
dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti.
Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31,104,000 kali.

Ada kalanya kita ragu-ragu dengan segala tugas pekerjaan yang begitu terasa berat. Namun sebenarnya kalau kita sudah
menjalankannya, kita ternyata mampu. Bahkan yang semula kita anggap impossible untuk dilakukan sekalipun.

Jangan berkata “tidak” sebelum Anda pernah mencobanya.