Arsip | Cinta RSS feed for this section

“Romantis, Kakek Ini Tanpa Henti Mengirimkan Bunga Cinta Setiap Pekan Selama 70 Tahun!

13 Mar

“Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.” (Ef 5:28)

Pasangan suami-istri Jack Millis dan Millie pantas dinobatkan menjadi pasangan paling romantis di dunia. Bagaimana tidak, Jack Millis, pria romantis yang sudah berusia 89 tahun ini, selama 70 tahun selalu mengirimkan bunga kepada istrinya Millie.

Bukan hanya mengirimkan bunga setiap tahun atau setiap bulan. Jack Millis, pria asal Cambridgeshire, Inggris ini, malah mengirimkan paket bunga tanda cinta setiap pekan. Jadi hingga sekarang, Jack sudah mengirimkan lebih dari 3500 paket bunga cinta.

Jack Millis, veteran perang dunia II ini sudah mulai mengirimkan bunga pada Millie sejak usianya 18 tahun. Sejak jatuh cinta pada Millie, kiriman paket bunga ini secara rutin diberikan oleh Jack kepada kekasih pujaan hatinya.

Jack selalu menyisihkan uang saku untuk membeli paket bunga. Awalnya, satu paket bunga itu hanya seharga 1 shilling, hingga sampai sekarang harga paket bunga ini sudah berharga 5 poundsterling.

”Rahasia perkawinan langgeng adalah saling berbagi dan peduli satu sama lain. Untuk aku, itu berarti membelikan istri bunga,” ujar ayah tiga putri dan kakek enam cucu itu.

Setali tiga uang dengan sang suami, Millie juga memiliki pendapat yang senada.”Rahasia perkawinan bahagia dan langgeng juga saling menerima dan saling memberi,” katanya dengan yakin.

Renungan

Kekuatan, komitmen, dan kesungguhan cinta sejati Jack Millies memang dahsyat luar biasa. Jalinan cinta sejati ini terus terjaga dalam kobaran romantisme yang saling meneguhkan satu sama lain. Cinta sejati memang tidak pernah padam, semakin hari pasti semakin indah. Semoga!

Iklan

Kisah Cinta Memilukan Seorang Anak Kepada Ibunya

10 Mar

Seorang janda miskin Siu Lan punya anak umur 7 tahun bernama Lie Mei. Kemiskinan membuat Lie Mei harus membantu ibunya berjual kue dipasar, karena miskin Lie Mei tidak pernah bermanja-manja kepada ibunya.

Kisah Cinta Memilukan Seorang Anak Kepada Ibunya

Pada suatu musim dingin saat selesai bikin kue, Siu Lan melihat keranjang kuenya sudah rusak dan Siu Lan berpesan pada Lie Mei untuk nunggu dirumah karena ia akan membeli keranjang baru. Saat pulang Siu Lan tidak menemukan Lie Mei dirumah. Siu Lan langsung sangat marah. Putrinya benar-benar tidak tau diri, hidup susah tapi masih juga pergi main-main, padahal tadi sudah dipesan agar menunggu rumah.

Akhirnya Siu Lan pergi sendiri menjual kue dan sebagai hukuman pintu rumahnya dikunci dari luar agar Lie Mei tidak dapat masuk. Putrinya mesti diberi pelajaran, pikirnya geram.

Sepulang dari jual kue Siu Lan menemukan Lie Mei, gadis kecil itu tergeletak didepan pintu. Siu Lan berlari memeluk Lie Mei yang membeku dan sudah tidak bernyawa. Jeritan Siu Lan memecah kebekuan salju saat itu. Ia menangis meraung-raung, tetapi Lie Mei tetap tidak bergerak. Dengan segera Siu Lan membopong Lie Mei masuk kerumah. Siu Lan mengguncang tubuh beku putri kecilnya sambil meneriakkan nama Lie Mei.

Tiba-tiba sebuah bingkisan kecil jatuh dari tangan Lie Mei. Siu Lan mengambil bungkusan kecil itu dan membuka isinya. Isinya sebuah biskuit kecil yang dibungkus kertas usang dan tulisan kecil yang ada dikertas adalah tulisan Lie Mei yang berantakan tapi masih dapat dibaca, “Mama pasti lupa, ini hari istimewa bagi mama, aku membelikan biskuit kecil ini untuk hadiah, uangku tidak cukup untuk membeli biskuit

Flp 4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya

Kisah Dibalik Foto Mengharukan Anak Gendong Ibu Di Rumah Sakit

26 Feb
Kisah Dibalik Foto Mengharukan Anak Gendong Ibu Di Rumah Sakit

Ding Zu-ji membeberkan rahasianya: Hampir saja dibuang ke laut bersama ibunya

China Times (Hong Rong-zhi dan Zhou Xiao-ting melaporkan dari Tainan)

“Saya hampir saja tidak bisa terlahir ke dunia ini.” Ding Zu-ji, seorang pensiunan penyelidik khusus yang diambil fotonya sedang menggendong ibunya dengan sehelai kain kembang dalam sebuah rumah sakit di kota Tainan Taiwan, ketika menerima wawancara khusus dari para wartawan tanggal 6 Maret 2012 mengungkapkan sebuah rahasia betapa kehidupannya sangat berkaitan erat dengan kehidupan ibunya; dia mengatakan bahwa pada saat ibunya sedang mengandungnya enam bulan, naik kapal meninggalkan Tiongkok menuju Taiwan dan hampir saja dibuang ke laut karena tidak dapat menunjukkan kartu identitas diri.

“Saya adalah anak paling sulung dalam keluarga, hubunganku dengan ibu memang paling dekat dan itu ada cerita dibaliknya.” Ding Zu-ji mengenang kembali pada tahun 1950 ketika Pemerintah Nasionalis mundur dari Tiongkok ke Taiwan, disebabkan ayahnya adalah seorang prajurit, maka ibunya mengikuti keluarga prajurit lainnya untuk sama-sama naik kapal ke Taiwan; karena banyak sekali warga Tiongkok yang ingin pergi ke Taiwan, maka setiap kapal penuh sesak dengan manusia dan membuat setiap unit kapal kelebihan beban, para perwira dan prajurit di atas kapal melakukan pemeriksaan keamanan dengan sangat ketat demi mencegah naiknya musuh ke atas kapal, siapa saja yang tidak membawa kartu identitas diri akan dibuang ke laut.

Ding Zu-ji mengatakan kalau saat itu kebetulan ibunya sedang mengandungnya enam bulan, dengan perut buncit naik ke kapal untuk menuju Taiwan bersama-sama dengan keluarga prajurit lainnya; tak disangka ketika para perwira dan prajurit memeriksa kartu identitas diri, ibunya tidak bisa menemukan kartu identitas diri dan membuatnya sangat gelisah. Walau teman seperjalanan lainnya berinisiatif menjadi saksi, bahkan memohon belas kasihan dari para perwira dan prajurit, namun mereka tetap ikut aturan dan hampir saja membuang ibu yang sedang berperut besar ke laut.

Untungnya, ketika kedua belah pihak sedang berkomunikasi dan tarik menarik, mendadak ada orang yang menemukan ada selembar kartu identitas diri di bawah bangku panjang sebelah, setelah diambil ternyata adalah kartu identitas diri ibu yang jatuh karena kurang hati-hati, barulah terhindar dari ambang kematian. Ding Zu-ji berkata sambil tertawa: “Sejak itulah hubunganku dengan ibu sangatlah dekat.”

“Saya bukan anak berbakti!” Ding Zu-ji menekankan dengan nada menyalahkan diri sendiri, “Saya tidak merawat ibu dengan baik, sehingga ibu terjatuh dan patah tulang kaki kiri, bahkan keinginan ibu untuk pulang ke Tiongkok juga tidak mampu direalisasikan, sehingga tidak pantas untuk dikatakan sebagai anak berbakti.” Awalnya dia ingin menunggu kondisi tubuh ibunya membaik sedikit, baru akan membawanya pulang ke Tiongkok mengunjungi sanak keluarga di sana, Ding Zu-ji mengatakan dengan sedikit sedih: “Sayangnya ibu tidak bisa menunggu sampai saya bebas bepergian ke Tiongkok sudah pun kehilangan ingatan”; Ding Zu-ji harus menunggu selama tiga tahun sesudah pensiun sebagai penyelidik baru boleh pergi ke Tiongkok, dalam selang waktu tersebut ternyata semua ingatan ibunya sudah hilang, ini membawa penyesalan dalam diri Ding Zu-ji.

Ding Zu-ji mengatakan, pada tanggal 2 Maret 2012 bisa menggendong ibunya dengan sehelai kain kembang pergi ke rumah sakit terutama karena ibunya mengalami patah tulang dan tidak leluasa bergerak, karena ingin segera menghantarkan ibunya ke rumah sakit dan dalam hati juga berpikir menggendong sebentar tidak akan terlalu capek, barulah berbuat demikian, tidak pernah menduga kalau tindakannya ini akan menarik perhatian banyak orang; akan tetapi, dia menyatakan kalau di kemudian hari dia akan mempergunakan ambulans untuk menghantarkan ibunya dan meminjam ranjang dorong pada rumah sakit.

Jika Anda tersentuh dengan cerita di atas, tolong “share” cerita ini ke teman-teman yang lain agar mereka juga dapat memetik hikmah yang ada pada cerita di atas. Semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan kita, terimakasih.

Ul 5:16 – “Hormatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, supaya lanjut umurmu dan baik keadaanmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu”.

Renungan Sejuta Kerinduan, I Miss You Lord

24 Feb

Lama sudah aku termenung,hingga tak kusadari berapa kali jantung berdetak.Tak jua kusadari berapa banyak udara yang ku hisap ketika aku bernafas.Aku berada pada satu titik yang tak ber-ruang,tanpa kesadaran yang seharusnya.Dan pada saat itulah betapa ratapan itu kian terdengar jelas dibalik kesunyian malam yang menenggelamkan manusia dalam setiap mimpi mereka.

Tiba-tiba Lamunanku terbuyarkan. Angin menghempas dedaun hijau dibelakang rumah yang kutinggali.Pintu terbanting menghadirkan kegaduhan. Sekali lagi aku terkagetkan dengan kenyataan yang sedang aku alami. Betapa resah jiwa kecil ini. Betapa gelisah hati ini mengingat keberadaanku yang kini tak lagi bisa merasakan getar,detak dan desah nafas-Nya.Ya,kini kita terpaksa harus berada pada satu kenyataan yang mengharukan.

Seketika terbayang senyumanMu juru selamatku, yang menerimaku apa adanya… walau dunia melihat rupa hanya Engkau yang menerima setiap kekuranganku…

Kuingat lagi apa yang tlah kita lalui bersama. Kuingat kembali semua kenyataan yang membawa kita menikmati indah dunia dan rasa yang telah tercipta.

Aku mulai menggerakkan bibirku sedikit melebar.Tersenyum mengingat keindahan yang tlah kita ciptakan.Tlah kita sama-sama rasakan kala kita masih bersama,seminggu yang lalu.Sebulan yang lalu, bertahun yang lalu..

Namun malam tetap tak berubah.Malam tetap dingin,menghempas semangatku.Malam tetap sepi.Malam tetap menyiksa dengan memaksaku sendiri tanpa Kau hadir menemani.
Hanya dosa yang memisahkan kita….
Hanya pengakuan dosa dan pengampunanMu yang membawaku kembali mendekat kepadaMu….

Saat Jauh dariMu hidupku tiada artinya…
Oh Lord.. hanya Engkaulah segenap kerinduanku…
Aku ingin selalu ada di hadiratMu….
Menikmati kasihMu yang s’lalu baru setiap hari….

Rindu selalu untukMu!

True Love Will Never Die (Kasih Sejati Tidak Akan Pernah Mati) Indonesia – English

14 Feb

Kasih Yang Sejati tidak akan pernah mati, itu akan bertahan selamanya. Itu akan menyatakan hati menjadi satu, dan mengajar kita untuk bertahan, Itu akan membantu menangani masalah kehidupan dengan cara yang membangun, membawa kekuatan di jiwa sehingga dapat melaluinya setiap hari. Sekalipun jika ada sebuah perpisahan dari dunia ini ke dunia berikutnya, Kasih yang sejati akan tetap bertahan, karena itu telah lulus setiap ujian.

Di malam yang sunyi, di dalam rumah sederhana yang tidak seberapa luasnya… seorang istri tengah menunggu kepulangan suaminya. Tak biasanya sang suami pulang larut malam. Sang istri bingung…. hari sudah larut dan ia sudah sangat kelelahan dan mengantuk. Namun, tak terlintas sedikitpun dalam benaknya untuk segera tidur dan terlelap di tempat tidur suaminya. Dengan setia ia ingin tetap menunggu… namun, rasa ngantuk semakin menjadi-jadi dan Sang suami tercinta belum juga datang.

Tak berapa lama kemudian….seorang laki-laki yang sangat berwibawa lagi luhur budinya tiba di rumahnya yang sederhana.

Laki-laki ini adalah suami dari sang istri tersebut.Malam ini beliau pulang lebih lambat dari biasanya, kelelahan dan penat sangat terasa.

Namun, ketika akan mengetuk pintu… terpikir olehnya Sang istri yang tengah terlelap tidur…. ah, sungguh ia tak ingin membangunkannya. Tanpa pikir panjang, ia tak jadi mengetuk pintu dan seketika itu juga menggelar jaketnya di depan pintu dan berbaring diatasnya.Dengan kelembutan hati yang tak ingin membangunkan istri terkasihnya, Sang suami lebih memilih tidur di luar rumah.. di depan pintu… dengan udara malam yang dingin melilit…hanya beralaskan selembar jaket.Penat dan lelah beraktifitas seharian, dingin malam yang menggigit tulang ia hadapi.. karena tak ingin membangunkan istri tercinta. Haleluyah…

Dan ternyata, di dalam rumah.. persis dibalik pintu tempat sang suami menggelar jaket dan berbaring diatasnya.. Sang istri masih menunggu, hingga terlelap dan bersandar sang istri di balik pintu.

Tak terlintas sedikitpun dalam pikirannya tuk berbaring di tempat tidur, sementara suaminya belum juga pulang. Namun, karena khawatir rasa kantuknya tak tertahan dan tidak mendengar ketukan pintu Sang suami ketika pulang, ia memutuskan tuk menunggu Sang suami di depan pintu dari dalam rumahnya.

Malam itu… tanpa saling mengetahui, sepasang suami istri tersebut tertidur berdampingan di kedua sisi pintu rumah mereka yang sederhana… karena kasih dan rasa hormat terhadap pasangan.. Sang Istri rela mengorbankan diri terlelap di pintu demi kesetiaan serta hormat pada Sang suami dan Sang suami mengorbankan diri tidur di pintu demi rasa kasih dan kelembutan pada Sang istri.

Sobat Kasih SetiaNya, Yesus seumpama sang Suami yang begitu setia yang menantikan isterinya sampai mati bahkan rela mengorbankan nyawanya untuk menebus nyawa kita semua yang di ilustrasikan sebagai isterinya. Cinta Sejati Yesus tidak akan pernah mati dan selalu diingat sepanjang abad hingga Maranatha datang.

TB (1974) © SABDAweb Yoh 3:16 Karena begitu besar kasih y  Allah akan dunia ini 1 , sehingga Ia telah mengaruniakan z  Anak-Nya a  yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya b  kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. c 

True love will never die, it lasts forever more, It binds our hearts together, and teaches us to endure, It helps us deal with life’s problems in a constructive way, Bringing out an inner strength that gets us through each day. Even if there is a separation from this world to the next, True love will still survive, for it passes every test.

In the dead of night, in a modest house that is not how the extent … a wife awaiting her husband’s return. Not usually the husband coming home late at night. The wife is confused …. it was late and she was very tired and sleepy. However, it had not crossed his mind at all to go to bed and fell asleep in her bed. Faithfully he wants to keep waiting … however, drowsiness deepened and the beloved husband had not come.

Not long after ….
a man who was very dignified noble virtuous again arrived at his modest home.

This man is the husband of his wife.
Tonight he came home later than usual, exhaustion and fatigue are felt.

However, when it would occur to her knock on the door … The wife, who was falling asleep …. ah, he really did not want to wake him.
Without thinking, he was not so knocked on the door and immediately held his turban at the door and lay down on it.
With a tenderness that did not want to wake beloved wife, the husband prefers to sleep outside the house ..
at the front door …

the cold night air wrapped around …
paved with a thin piece of turban only.
Weary and tired activity all day, freezing cold night he faced ..
because it did not want to wake his beloved wife. Haleluyah …

And in fact, in the house ..
just behind the door where her husband held a turban and lay on top of it ..
The wife is still waiting, until his wife fell asleep and leaning behind the door.

Not occur at all in pikirinnya tuk lying in bed, while her husband had not come home.
However, fearing irresistible sleepiness and did not hear the knock on the door when the husband came home, he decided to wait for her husband’s tuk at the front door of the house.

Night … without knowing each other, a pair of husband and wife is sleeping side by side on both sides of the door of their modest … the love and respect for the family .. The wife is willing to sacrifice himself for the sake of sleeping at the loyalty and respect for the husband and the husband sacrificed himself to sleep at the door for the sake of love and tenderness on the wife.

Buddy steadfast love, Jesus is like the husband who so faithfully awaiting his wife to death even willing to sacrifice his life to atone for the lives of all of us who illustrated as his wife. Love Jesus will never die and always keep in mind throughout the centuries to come Maranatha.

John 3:16 (NIV) 16 For God so loved the world that he gave his one and only Son, that whoever believes in him shall not perish but have eternal life.

Anda Spesial

25 Jan

Suatu hari seorang penceramah terkenal membuka seminarnya dengan cara yang unik.

Sambil memegang uang pecahan Rp. 100.000,00.- ia bertanya kepada hadirin,”Siapa yang mau uang ini?”

Tampak banyak tangan diacungkan. Pertanda banyak minat.

“Saya akan berikan ini kepada salah satu dari Anda sekalian,tapi sebelumnya perkenankanlah saya melakukan ini.”

Ia berdiri mendekati hadirin. Uang itu diremas-remas dengan tangannya sampai berlipat2.

Lalu bertanya lagi, “Siapa yang masih mau uang ini?”

Jumlah tangan yang teracung tak berkurang.

“Baiklah,” jawabnya, “Apa jadinya bila saya melakukan ini?” ujarnya sambil menjatuhkan uang itu ke lantai dan menginjak-injaknya dengan sepatunya.

Meski masih utuh, kini uang itu jadi amat kotor dan tak mulus lagi.

“Nah, apakah sekarang masih ada yang berminat?”

Tangan-tangan yang mengacung masih tetap banyak.

“Hadirin sekalian, Anda baru saja menghadapi sebuah pelajaran penting. Apapun yang terjadi dengan uang ini, anda masih berminat karena apa yang saya lakukan tidak akan mengurangi nilainya. Biarpun lecek dan kotor, uang itu tetap bernilai Rp. 100.000,00.-

Dalam kehidupan ini kita pernah beberapa kali terjatuh, terkoyak, dan berlepotan kotoran akibat keputusan yang kita buat dan situasi yang menerpa kita. Dalam kondisi seperti itu, kita merasa tak berharga, tak berarti. Padahal apapun yang telah dan akan terjadi, Anda tidak pernah akan kehilangan nilai di mata mereka yang mencintai Anda, terlebih di mata Tuhan.

Jangan pernah lupa – Anda spesial…!!!”you-are

 

Sobat bila anda sudah menyadari betapa berharganya dirimu sadarilah bahwa karena begitu spesialnya ada sehingga Yesus rela mati untuk dirimu… namun… tidakkah engkau menyadari bahwa engkau diciptakan dengan satu tujuan yaitu menggenapi rencanaNya di dalam hidupmu agar engkau menjadi garam dan terang dunia… Sobat dimanapun anda berada, jadilah berkat sehingga burung burung di udara seakan bernyanyi nyanyi saat anda datang karena anda datang tidak dengan tangan kosong tetapi membawa segenggam makanan untuk memberkati burung burung merpati itu..

Efesus  2:10  Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. 

Yer 29:11  Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Ef 3:17-19 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.

Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus,

dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.

 

Dan 12:3  Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.

Engkau Indah seperti bintang bersinar….

1 Pet 2:9  Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

Sobat Yesus menerima dirimu bukan karena apa yang kamu lakukan… tidak perduli apa yang kamu lakukan… Betapapun kotornya dirimu Yesus menerimamu apa adanya… Yesus tidak perduli dengan apa yang telah kamu lakukan… Yesus peduli padamu sekalipun tidak ada yang perduli padamu… Sobat sadarilah bahwa kamu itu unik dan sangat indah… karena Engkau dibentuk serupa dengan gambar Allah…

You are royalty.  Daughter of the King of Kings, a member of the Royal priesthood.  You are special.

Mzm 103:12  sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.

Yes 1:18  Marilah, baiklah kita berperkara! –firman TUHAN–Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.

2 Kor 5:17  Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Did you know… (Tidakkah Engkau Tahu…)

That you were handmade (Bahwa Engkau diciptakan langsung dari tanganNya sendiri…)

To be just who you are (Untuk Menjadi siapakah dirimu…)

Every hair you have is counted, every tear drop, every scar (Setiap helai rambutmu di hitung, setiap tetesan air mata.., setiap luka…)

Every feature is gently fashioned and finished off by hand (Setiap bagian telah didesain dengan indah dan diselesaikan oleh tanganNya…)

Unique though not unequaled, essential to His plan (Sungguh Unik dan tidak ada yang sepertimu, sangat penting untuk menggenapi rencanaNya…)

No one else can do what you do No one else can play your part (Tidak seorangpun dapat melakukan seperti yang kamu lakukan tidak ada seorangpun dapat menggantikanmu…)

Made in God’s own Image (Yang dibuat serupa dengan Gambar Yesus…)

And loved with all His heart. (Dan dicintai dengan segenap hatiNya…)

Hidup Dengan Komitmen Seperti Yesus

25 Jan

image

Dalam sebuah hubungan agar bisa berjalan dengan lancar dibutuhkan sebuah komitmen yang besar. Bukan sekedar sebuah pernyataan bahwa Anda menyukai hubungan ini dan ingin menjalaninya.

Sangat mudah untuk berkomitmen dalam hubungan ketika hubungan itu berjalan lancar, menyenangkan, atau memabukkan.

Namun ketika hubungan itu mulai menemui masalah, tantangan, ganjalan, tidak sedikit yang berucap, “aku serius dengan hubungan kita, sayangnya hubungan ini tidak berjalan lancar seperti yang diharapkan.”

Komitmen sejati dalam sebuah hubungan adalah ketika Anda mau berkorban di dalamnya.

Sangat mudah untuk meminta pasangan untuk berubah, namun apakah Anda bisa berubah juga? Cobalah untuk berubah terlebih dahulu, lalu lihatlah bagaimana hal tersebut membawa perbedaan.

Untuk membangun komitmen dalam sebuah hubungan diperlukan 3 hal yang sederhana namun tidak mudah dilakukan, yaitu: kerja keras, waktu, dan kejujuran yang hanya diperoleh dari mengasihi Yesus lebih dari segalanya…

Yesus hidup dengan komitmen sampai mati… dan saat bangkit pun Yesus kembali mengulangi komitmennya bahwa Yesus pergi ke rumah Bapa dan Yesus sedang menyediakan rumah bagi kita yang percaya… Yesus tidak meninggalkan kita sendiri seperti Yatim Piatu tapi mengutus Roh Kudus untuk menemani kita hingga akhir jaman. Yesus berpesan kepada kita untuk memberitakan injil kepada semua mahluk.

Akankah kita memiliki komitmen yang kuat seperti Yesus ? Yesus selalu setia dan tak pernah meninggalkan kita.. Yesus pergi untuk kembali untuk membawa kita memperoleh kehidupan kekal dan sukacita dan damai sejahtera yang tiada tara. Akankah kita setia padaNya ? Setia pada pasangan kita ? Setia terhadap pelayanan kita ?

image