Arsip | Maret, 2015

Mengejar Sorga yang Begitu Dekat

8 Mar

Oleh : Bpk. Pdt. Felly Kairupan

Nats : Bil 13:25-14:5
Terkadang kita tidak pernah menyadari betapa dekatnya kita kepada Sorga itu. Kita sering mendengar / membaca tentang kisah – kisah orang yang naik turun ke Sorga seperti di dalam buku Sorga itu Nyata. Tetapi mereka hanya dapat menikmati Sorga itu dan haruslah kembali ke dunia untuk menceritakan keindahan sorga itu. Bangsa Israel juga mengalami peristiwa ini dimana begitu dekatnya mereka menuju tanah perjanjian yang bagaikan sorga itu dimana hanya dibatasi sebuah sungai yang kecil tetapi tidak dapat masuk ke dalamnya.
Lalu mengapakah mereka tidak dapat masuk ke dalamnya lalu apakah yang salah ?
Bil 13:27 Mereka menceritakan kepadanya: “Kami sudah masuk ke negeri, ke mana kausuruh kami, dan memang negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya, dan inilah hasilnya.

28 Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat di sana.

29 Orang Amalek diam di Tanah Negeb, orang Het, orang Yebus dan orang Amori diam di pegunungan, orang Kanaan diam sepanjang laut dan sepanjang tepi sungai Yordan.”

30 Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: “Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!”

31 Tetapi orang-orang yang pergi ke sana bersama-sama dengan dia berkata: “Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu, karena mereka lebih kuat dari pada kita.”

32 Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel kabar busuk tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata: “Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya.
33 Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami.”

Jawabannya adalah karena mereka begitu terbiasa dengan mujizat sehingga mereka melihat mujizat itu biasa saja dan mereka melihat masalah lebih besar dari pada Tuhan mereka sehingga tidak percaya bahwa Tuhan sanggup melakukan perkara yang mustahil.

Perhatikanlah kehidupan bangsa Israel di padang gurun dimana mereka hanya terfokus pada berkat di padang gurun saja tetapi tidak memiliki iman yang bergerak maju untuk meraih tanah perjanjian dimana mereka sudah menyerah duluan tanpa menghadapi peperangan lebih dahulu. Bukankah terkadang ini mencerminkan kehidupan kita yang begitu mudah puas terhadap berkat padang gurun dan tidak memiliki iman yang lebih besar untuk meraih berkat yang jauh lebih besar dari tanah perjanjian itu ?

Kita seringkali bersungut –sungut dan menyalahkan Tuhan ketika situasi sulit menghadapi kita. Alih-alih daripada kita hanya menyalahkan Tuhan bukankah lebih baik kita bersyukur dan mempercayai Tuhan yang sanggup melakukan perkara-perkara yang mustahil.
Bil 14:1 Lalu segenap umat itu mengeluarkan suara nyaring dan bangsa itu menangis pada malam itu.

2 Bersungut-sungutlah semua orang Israel kepada Musa dan Harun; dan segenap umat itu berkata kepada mereka: “Ah, sekiranya kami mati di tanah Mesir, atau di padang gurun ini!

3 Mengapakah TUHAN membawa kami ke negeri ini, supaya kami tewas oleh pedang, dan isteri serta anak-anak kami menjadi tawanan? Bukankah lebih baik kami pulang ke Mesir?”

4 Dan mereka berkata seorang kepada yang lain: “Baiklah kita mengangkat seorang pemimpin, lalu pulang ke Mesir.”

5 Lalu sujudlah Musa dan Harun di depan mata seluruh jemaah Israel yang berkumpul di situ.

Kita terlalu berfokus terhadap berkat padang gurun masa lalu dan gagal untuk mempercayai Tuhan yang sanggup memimpin hidup kita sehingga kita lebih suka mencari pemimpin yang lain untuk memimpin hidup kita.
Bil14:22 Semua orang yang telah melihat kemuliaan-Ku dan tanda-tanda mujizat yang Kuperbuat di Mesir dan di padang gurun, namun telah sepuluh kali mencobai Aku dan tidak mau mendengarkan suara-Ku,

23 pastilah tidak akan melihat negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka! Semua yang menista Aku ini tidak akan melihatnya.

24 Tetapi hamba-Ku Kaleb, karena lain jiwa yang ada padanya dan ia mengikut Aku dengan sepenuhnya, akan Kubawa masuk ke negeri yang telah dimasukinya itu, dan keturunannya akan memilikinya.

Betapa malangnya bangsa Israel bila kita renungkan bahwa mereka semua mati karena persungutan dank arena tidak percaya kepada Allah sehingga mereka mencobai Allah hingga 10x namun mereka tidak mau mendengarkan suara Tuhan. Mereka semua mati namun hanya Kaleb dan Yosua serta keturunannya yang dapat masuk ke tanah perjanjian dikarenakan memiliki jiwa yang berbeda sehingga mempercayai Tuhan sepenuhnya…. Terkadang Sorga itu begitu dekat seperti Yesus yang menawarkan hidup yang kekal hanya dengan mempercayainya namun kita tidak mempercayai dan menerimanya sehingga kita seperti bangsa Israel yang mati hanya dibatasi sungai kecil sebelum masuk tanah perjanjian. Berbagagialah orang yang mau mempercayai Yesus sepenuhnya karena upahnya adalah kehidupan kekal di Sorga. Amin.