Renungan Menyentuh Hati Syukuri apa yang ada

18 Jul

Seorang Anak muda yang tinggal bersama istri dan tiga orang anaknya mengeluh tentang rumahnya yang sempit dan sangat tidak nyaman untuk ditinggali oleh mereka sekeluarga. Suatu hari, ia berkunjung ke seorang guru bijak untuk mengemukakan permasalahannya itu.


“Guru, apa yang harus saya lakukan untuk mengatasi persoalan yang tengah saya hadapi ini?” tanya anak muda itu.
“Apakah kamu memelihara hewan danternak di rumahmu?” sang guru bijak balik bertanya.
“Ya Guru, di pekarangan rumah, saya memelihara beberapa ekor ayam, bebek, dan kambing,” jawab si anak muda.
“Baik,” lanjut sang guru, “Mulai nanti malam, kamu masukkan semua ternak dan hewan peliharaanmu ke dalam rumah. Dan, setelah satu minggu, kamu kembali lagi ke tempat saya untuk melaporkan hasilnya.”

Anak itu pun kembali ke rumahnya dan mulai menjalani nasihat dari guru bijak itu. Lima ekor ayam, 8 ekor bebek, dan 4 ekor kambing yang biasanya ditempatkan di kandang mereka di halaman rumah, mulai malam itu semuanya dimasukkan ke dalam rumah, berjejal-jejalan bersama penghuninya.

Semalaman anak muda itu dan keluarganya tidak bisa tidur karena udara di dalam rumah menjadi sangat pengap, bau kotoran ternak, dan berisik dengan suara-suara hewan peliharaan tersebut. “Mengapa jadinya seperti ini?” pikir anak muda itu dalam hati, “Saya mencari penyelesaian masalah, tetapi mengapa persoalan
yang lebih besar yang harus saya hadapi?”

Seminggu kemudian, anak muda itu sudah tidak sabar untuk menemui si guru bijak. “Guru, setelah saya menuruti nasihat Guru, persoalan yang saya hadapi bukannya berkurang malah jadi bertambah”, ungkap anak muda itu.

Sembari tertawa, si guru bijak menjawab, “Kalau begitu mulai nanti malam, kamu keluarkan semua hewan peliharaanmu dari dalam rumah. Kembalikan mereka ke kandangnya masing-masing.”

Mendengar perintah guru bijak itu, si anak muda bergegas kembali ke rumahnya untuk mengeluarkan semua hewan peliharaanya dari dalam rumah. “Wah, sekarang benar-benar terasa lega, rumahku tidak sempit seperti dulu lagi,” seru anak muda itu kegirangan.

“”””””
Ada sebuah ungkapan bijak yang mengatakan, “Jika kamu ingin merasa bersyukur dengan apa yang kamu miliki, pura-puralah kehilangan semua yang kamu miliki, kemudian kamu menemukannya kembali.”

Hal ini akan membantu kita untuk mensyukuri apa saja yang kita miliki. Ada orang menangis karena tidak bisa membeli sepatu, kemudian ia berhenti menangis dan bersyukur ketika melihat ada orang lain yang tidak punya kaki. Maka, “Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah,” kata D”Masiv

“Mengucap syukurlah senantiasa”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: