Permata Alkitab 386 ­ Memberangus Lembu (1 Kor 9:7-14)

7 Mar

Siapakah yang pernah turut dalam peperangan atas biayanya sendiri? Siapakah yang menanami kebun anggur dan tidak memakan buahnya? Atau siapakah yang menggembalakan kawanan domba dan yang tidak minum susu domba itu?

Apa yang kukatakan ini bukanlah hanya pikiran manusia saja. Bukankah hukum Taurat juga berkata-kata demikian? Sebab dalam hukum Musa ada tertulis: “Janganlah engkau memberangus mulut lembu yang sedang mengirik!” Lembukah yang Allah perhatikan? Atau kitakah yang Ia maksudkan? Ya, untuk kitalah hal ini ditulis, yaitu pembajak harus membajak dalam pengharapan dan pengirik harus mengirik dalam pengharapan untuk memperoleh bagiannya. Jadi, jika kami telah menaburkan benih rohani bagi kamu, berlebih-lebihankah kalau kami menuai hasil duniawi dari pada kamu? Kalau orang lain mempunyai hak untuk mengharapkan hal itu dari pada kamu, bukankah kami mempunyai hak yang lebih besar? Tetapi kami tidak mempergunakan hak itu. Sebaliknya, kami menanggung segala sesuatu, supaya jangan kami mengadakan rintangan bagi pemberitaan Injil Kristus. Tidak tahukah kamu, bahwa mereka yang melayani dalam tempat kudus mendapat penghidupannya dari tempat kudus itu dan bahwa mereka yang melayani mezbah,mendapat bahagian mereka dari mezbah itu? Demikian pula Tuhan telah menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil itu. (1 Kor 9:7-14)

Paulus meneruskan tema sama yang ia mulai. “Tuhan memerintahkan mereka yang memberitakan Kabar Gembira untuk ditunjang oleh mereka yang mendapatkan manfaat darinya”. Dia tumpukkan bukti dalam argumentasinya itu.

Tentara, petani dan penggembala. Ini bukan semata-mata opini manusia, Firman Allah yang menyatakannya. Dan pada kenyataannya bukan pembicaraan tentang lembu. Dia membicarakan tentang mereka yang menanam benih rohani. Namun mengapa Paulusmendiskusikan hal ini? Dia sedang menyatakan prinsip umum tetapi juga menggunakannya dalam argumentasinya yang berhubungan dengan kerasulan dan menerimaan sebagai pelayan injil.

Paulus menyampaikan kepada jemaat Korintus, “Bukankah kami mempunyai hak yang lebih besar untuk mendapatkan tunjangan? Jawabannya adalah ya, dengan acuan setelah semua yang kami lakukan pada kalian. Ingatlah atas ulasannya di ayat 2 yang menunjukkan kerasulan Paulus di antara jemaat Korintus tidak diragukanlagi. Dia hanya menekankan prinsip menunjang mereka yang melayani Firman kepada Anda. Namun kemudian membuat pernyataan kuat bahwa dia dan Barnabas tidak pernah menggunakan hak tersebut. Mereka mengatur segalanya agar tidak menggunakan hak tersebut.

Pertanyaan tentang tunjangan untuk pekerja purna waktu merupakan masalah yang menantang dari ke dua sisi. Saya sepatutnya tahu ke dua sisi tersebut dan telah bergumul dengan “ya” dan “tidak”. Tania dan saya telah hidup dari tunjangan umat Allah selama hampir 30 tahun. Hal ini sungguh mengherankan. Hal ini tentunya mencengangkan dunia sekuler. Ada saatnya di mana saya ingin bekerja untuk menafkahi keluarga saya dan tidak menerima pemberian orang.

Namun saya merasa bahwa Allah mengatakan agar saya tidak mencari nafkah namun bekerja menurut cara-Nya dan lihat apa yang akan terjadi. Dan sungguh Dia datang sebagaimana dijanjikan-Nya, menyediakan segala kebutuhan saya, istri dan anak-anak yang saya bawa serta. Suatu saat saya pernah ditawarkan untuk menerima bantuan dari seroang wanita tua yang saya tahu dia sendiri tidak mampu. Ketika saya berusaha menolaknya dia menunjukkan kejengkelan dan berkata kalau dia memilih memberi untuk pekerjaan Tuhan, siapalah saya yang pantas menolaknya. Kalau saya tidak menerimanya, bagaimana dia dapat mendukung pekerjaan Tuhan. Dia berkata, “Ian, janganlah engkau merampas berkat dari memberi untuk pekerjaan Allah.” Wah, sudah sepatutnya engkau ditegur, Ian.

Kami telah hidup seperti itu selama 30 tahun dan hal itu merupakan pengalaman yang menakjubkan. Kami bisa berkata seperti Paulus bahwa kami telah belajar rahasia hidup puas dalam kelebihan atau kekurangan. Hal itu sungguh tidak penting karena Allah berkuasa atas segalanya dan Dia secara terus-menerus menunjukkan tangan-Nya dengan cara yang sungguh luar biasa. Saya tidak akan menukarkan hidup ini untuk hal lain selama saya terus bergantungpada Nya. Tidak ada tempat lain yang lebih baik. Mungkin Paulus membutuhkan wanita tua seperti teman kami itu untuk menyentilnya dan membantunya melihat peranannya dalam proses (menyediakan) pasokan Allah. Andaikan saya dapat mengirim wanita tua itu pada Paulus, namun sayang dia sudah tiada. Wanita tua itu masih hidup tapi sudah sangat jompo.

Pengeluaran bersifat musiman, tapi memberi adalah gaya hidup. Brian Houston

Anda tidak dapat membawanya bersama Anda, tapi Anda dapat mengirimkannya duluan. Lakukanlah pemberian Anda selama Anda masih hidup.

Kepuasan bukan ketika Anda memiliki segalanya, tapi ketika Anda tidak menginginkan apa-apa. Jose Carol

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: