Jalan Yang Menyimpang, Jesus in Control

22 Feb

Kel 3:1 Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.

Kel 3:2 Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api.

Kel 3:3 Musa berkata: “Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?”

Kel 3:4 Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: “Musa, Musa!” dan ia menjawab: “Ya, Allah.”

Kel 3:5 Lalu Ia berfirman: “Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus.”

Selamat Siang Sobat Kasih SetiaNya :).

Di dalam perjalanan saya pada hari ini ke tempat suplier, kami mengambil jalan yang menyimpang dari jalur yang biasa kami lalui. Jalan baru yang kami tempuh tersebut lebih jauh dan lebih macet dari jalur yang biasanya kami lalui.

Melalui peristiwa kecil ini Tuhan berbicara melalui Roh KudusNya “Apakah kamu ingat tentang Musa dan Semak berduri yang terbakar dimana Musa menyimpang dari jalan yang biasa ia lalui untuk bertemu dengan Tuhan ?”

“Yah, aku ingat Tuhan…”

“Di dalam hidupmu sehari hari, seringkali apa yang kamu rencanakan dan kamu harapkan tidak tercapai malah apa yang tak pernah kamu pikirkan dan rencanakan itulah yang terjadi. Ingatlah bukan kehendakmu yang jadi tapi kehendak Allah yang jadi.”

Sama seperti Tuhan Yesus di taman Getsemani ketika ia mengalami kesusahan yang besar dan ia ingn mati saja rasanya. Secara manusia ia tidak sanggup dan tidak mampu tetapi karena kasihNya kepada kita semua, sehingga Yesus taat sampai akhir…”

Mat 26:39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”

Sobat Kasih SetiaNya, mungkin apa yang kamu pikirkan, rencanakan dan harapkan tidak terlaksana seperti apa yang kamu kehendaki dan malah terjadi sebaliknya tetapi ingatlah Tuhan selalu pegang kendali dan biarlah hanya kehendakNya yang jadi dan bukan kehendak kita yang jadi. Haleluyah.. Amin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: