Memberi Ditengah Keterbatasan

18 Feb
Selamat pagi Sobat Curhat Kasih SetiaNya,

Pagi ini aku diingatkan Tuhan mengenai 2 Kor 9:7 Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.

Seringkali di dalam kehidupan kita sehari hari, sering kita merasa terpaksa ketika memberi. Contoh bila ada pengemis yang datang kerumah kita, pikiran kita merasa wah dia malas, orang pemalas sebaiknya tidak usah makan. Tetapi pengemis itu begitu sabar meminta dan menunggu hingga diberi uang. Akhirnya karena dengan terpaksa kita memberi Rp. 500 perak dengan keterpaksaan. Sobat biarpun hanya Rp. 500 perak, marilah kita memberi dengan sukacita bukan dengan keterpaksaan. Karena pemberian dengan sukacita mengundang berkat melimpah datang kedalam kehidupan kita🙂.

Di tempat ibadah juga demikian, para pemimpin gereja harus memikirkan saldo keuangan rumah ibadah yang terus menerus minus dan bila hal ini tidak di tangani maka rumah ibadah pasti bangkrut dan tutup. Bila sudah tutup maka dimana harus beribadah lagi ? Sobat di dalam memberi pasti ada kelimpahan, hasilnya mungkin belum dapat anda rasakan sekarang tetapi pada waktunya engkau akan menyadari berkat melimpah yang engkau terima adalah hasil dimana engkau telah tabur sebelumnya dengan sukacita.

Pagi ini aku menulis renungan ini bukan berarti aku minta uang agar anda memberkati pelayanan renungan harian ini. Tuhan mengingatkan aku akan firman ini di dalam tidurku dan akupun terbangun. Aku bertanya pada Roh Kudus “Tuhan mengapakah begitu banyak orang yang sangat berkekurangan ? dan begitu banyak orang yang diberkati secara luar biasa ? lalu apakah rahasianya ?

Roh Kudus menjawabOrang yang berkekurangan adalah orang yang tidak mau menabur benih. Orang itu lebih suka menyimpan benihnya erat erat dan akhirnya benih itu menjadi busuk. Tetapi orang yang berkelimpahan adalah orang yang terus menerus menabur benih, sehingga dari benih itu terus tumbuh dan menjadi berkat bagi banyak orang dan orang banyak pun kembali memberkati penabur itu berlimpah limpah sehingga ia berkelimpahan. Lalu orang seperti apakah kamu ini ? Apakah engkau ingin menjadi orang yang berkelimpahan atau berkekurangan ?”

Ada seorang gadis kecil seperti di foto ini. Suatu hari di gereja di umumkan bahwa gereja hendak berhenti mengontrak tempat dan akan membeli tanah kosong untuk di bangun gereja. Gadis kecil ini langsung pulang ke rumahnya dan bersukacita, menyanyi dan menari nari kecil sambil membawa celengan babinya. Ia mempersembahkan celengan babinya kepada pak Gembala. Gembala sidang begitu terharu dengan persembahan sukacita dari sang gadis kecil.

Tetapi lain halnya dengan seorang saudagar kaya, ketika ada pengumuman bahwa gereja akan membeli sebidang tanah untuk dibangun gereja. Dia menyumbang hanya dengan tujuan namanya di pajang besar besar di LCD gereja dan di warta gereja agar semua orang tahu bahwa betapa murah hatinya dia dan betapa kayanya dia. Ia memberi dengan terpaksa karena ia takut malu soalnya namanya ada di LCD dan warta gereja kalau kalau ia menyumbang sedikit.

Sobat lebih baik kita memberi sedikit dengan sukacita daripada memberi banyak terus sepanjang kehidupan kita terus menerus mengeluh dan tidak rela uang tersebut di berikan.

————————————————————————————————-
Merasa diberkati dengan renungan pagi ini, berkatilah pelayanan Kasih SetiaNya dengan berbelanja di fb Butik Ella http://www.facebook.com/butik.ella/
Tuhan Yesus memberkati🙂.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: