Tetap Berbuah

8 Feb

Tetap Berbuah

Ayat bacaan: Mazmur 92:15
=====================
“Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar”

tetap berbuahSebuah pohon mangga yang sudah tua tumbuh tidak jauh dari tempat saya mengajar. Meski sudah tua tapi pohon itu masih menghasilkan buah yang besar-besar. Jumlah buah yang dihasilkan pun terlihat tidak sedikit. Pohon mangga itu mengingatkan saya pada usia produktif manusia. Berapa lama sebenarnya kita berada dalam batasan usia yang dianggap produktif? Jika melihat lowongan pekerjaan di koran batasan usia akan terlihat menjadi semakin singkat.

Jika anda berusia 35 tahun saja, itu artinya lowongan pekerjaan yang masih memungkinkan bagi anda sudah berkurang jauh. Malah tidak jarang saya melihat batasan usia yang lebih ketat lagi, maksimal 30 tahun. Kita tidak bisa menghentikan waktu. Waktu akan terus berjalan dan sehubungan dengan itu kita pun akan terus semakin tua. Saat ini saya hampir memasuki dasawarsa ke empat dari usia saya. Tapi apakah itu artinya saya tidak bisa melakukan apa-apa lagi? Dunia mungkin memberi batas untuk kita, tetapi tidak bagi Tuhan. Berapapun umur kita, Tuhan tetap menjanjikan kasih dan kesempatan untuk terus berbuah. Tuhan akan tetap bisa memakai anda secara luar biasa tanpa melihat berapapun umur anda sekarang.

Pemazmur menulis seperti ini: “Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita.” (Mazmur 92:13-14). Itu janji Tuhan terhadap orang-orang benar. Mereka yang tertanam dan berakar dalam Tuhan akan tetap bertunas dan tumbuh subur. Sampai kapan? Adakah batas usia untuk kita bertunas dan bertumbuh? Alkitab berkata tidak ada. Lihat ayat selanjutnya, “Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar” (ay 15) Hingga masa tua sekalipun, kata firman Tuhan orang-orang benar ini akan terus bertumbuh subur, malah dikatakan masih berbuah, bertambah gemuk dan segar. Masuk akalkah hal ini?

Tenaga manusia memang akan menurun. Kemampuan secara umum akan menurun. Kita memang tidak bisa melawan hukum alam mengenai kondisi fisik manusia sejalan dengan usia. Namun itu bukan berarti kita harus pula berhenti berbuah. Bagaimana bisa? Ayat berikut menjelaskan bagaimana itu bisa dimungkinkan. “Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.” (Yesaya 46:4). Kekuatan kita terbatas dan akan menurun, tetapi kekuatan Tuhan tidak akan pernah berkurang. Dan Tuhan menyatakan siap menggendong dan memikul serta menyelamatkan kita sampai seluruh rambut kita putih sekalipun. Ini janji Tuhan. Artinya jelas, Tuhan tetap memiliki rencana bahkan ketika kita sudah tua dan lemah, Tuhan tetap mau pakai kita tanpa melihat umur dan kemampuan kita.

Dalam Alkitab kita bisa melihat banyak contoh mengenai orang yang dipakai hingga tua, malah ada pula yang dipakai justru setelah tua. Abraham misalnya. Ia menerima semua janji Tuhan di usia senja, dimana bagi dunia ia mungkin tidak lagi berarti apa-apa. Tapi Alkitab mencatat dengan jelas: “Adapun Abraham telah tua dan lanjut umurnya, serta diberkati TUHAN dalam segala hal.” (Kejadian 24:1). Dan pada kondisi Abraham yang telah tua inilah ia menerima janji akan keturunan. Kapan ia menuai janji itu? Beberapa puluh tahun kemudian, di usia yang sudah sangat lanjut. Nuh juga dipakai pada usia lanjutnya. Dia bahkan harus bekerja keras membangun bahtera.

Mengeluhkah Nuh? Sama sekali tidak. Ia setia dan terus melakukan tepat seperti apa yang diperintahkan Allah kepadanya. Membangun kapal besar, mengumpulkan seluruh hewan sepasang-sepasang. Itu sama sekali tidak gampang, apalagi harus dilakukan ketika secara fisik kondisi tubuh sudah sangat menurun. Kita yang muda saja rasanya tidak sanggup, tapi Nuh bisa. Dan itu karena Allah yang setia tetap berada besertanya, menggendongnya dan memikulnya, sehingga ia sanggup melakukan hal yang bagi dunia akan terlihat sangat mustahil. Kaleb pun sama. Lihat apa katanya ketika ia hendak menuai janji Tuhan. “Jadi sekarang, sesungguhnya TUHAN telah memelihara hidupku, seperti yang dijanjikan-Nya. Kini sudah empat puluh lima tahun lamanya, sejak diucapkan TUHAN firman itu kepada Musa, dan selama itu orang Israel mengembara di padang gurun. Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini; pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk.” (Yosua 14:10-11).

Bagaimana orang berusia 85 tahun masih sanggup berkata seperti itu, siap untuk berperang? Dari ketiga tokoh ini kita bisa melihat betapa luar biasanya ketika kita menjadi orang benar yang tertanam di pelataran Allah. Tidak ada kata layu, tidak ada kata habis, malah semakin gemuk dan segar menghasilkan buah-buah yang matang.

Mengapa Tuhan harus memakai orang-orang tua? Bukankah lebih gampang memakai anak-anak muda yang jumlahnya pun tidak sedikit? Siapapun kita, berapapun umur kita, Tuhan rindu untuk memakai kita. Ini bukan soal usia, bukan soal tenaga, tetapi soal ketaatan. Apakah kita tunduk dan mengijinkan Tuhan untuk memakai kita atau kita terus mencari dalih untuk menghindar dari panggilan Tuhan kepada kita. Jika kita kembali kepada Mazmur 92 di awal renungan ini, ketika firman Tuhan berkata “pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar” (ay 15), ayat selanjutnya menyatakan alasannya secara jelas. “untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya.” (ay 16) Kuasa Tuhan akan tampak secara nyata di mata dunia ketika orang-orang yang bagi dunia dianggap sudah habis ternyata masih mampu berbuah subur, tetap segar dan bersemangat berbuat yang terbaik dalam hidupnya.

Tuhan sangat mengasihi kita sejak awal hingga akhir, tidak akan pernah berkurang sama sekali kasih setiaNya. Dia tetap Allah yang sama yang selalu mengasihi kita dahulu, sekarang dan kelak bahkan selamanya. Tuhan menyatakan langsung bahwa pada kenyataannya Dia sudah mendukung kita sejak dari kandungan, sudah menjunjung kita sejak dari rahim ibu (Yesaya 46:3), dan Dia akan tetap menggendong dan mendukung kita hingga masa senja nanti. Dengan penyertaan seperti itu, mengapa kita harus khawatir dan merasa tidak lagi mampu berbuat apa-apa? Pembuka kitab Mazmur sudah menyatakan “Berbahagialah orang yang.. kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.” (Mazmur 1:1-3).  Ini janji Tuhan terhadap orang-orang benar yang selalu berakar dalam Tuhan. Berapapun umur kita, bagaimanapun tenaga kita, seperti apapun keahlian kita, Tuhan selalu rindu untuk memakai kita. Tuhan selalu ingin kuasa dan kasihNya bisa terlihat nyata oleh orang-orang lewat diri kita. Siapkah kita? Tetaplah semangat dan teruslah bertunas dan berbuah.

Kasih Allah tak berkesudahan sampai kapanpun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: