Memurnikan Perak

29 Jan

Maleakhi 3:3 Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak, dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak.    

Shalom Sobat Kasih SetiaNya ……………………..

Story: Mengapa Tuhan mengumpamakan dirinya sebagai tukang pemurni perak?   Sekelompok wanita berkumpul untuk belajar Alkitab. Beberapa dari mereka sukar memahami ayat di atas. Untuk memahaminya, akhirnya mereka memutuskan untuk mengunjungi seorang ahli perak dan memintanya memperagakan cara memurnikan perak.  

image

Mereka menyaksikan sang pengrajin perak memanaskan perak di atas api, pengrajin itu menjelaskan bahwa ketika hendak memurnikan perak ia harus menjaga agar perak tetap berada di tengah-tengah perapian pada suhu yang paling panas. Dengan demikian, perak dapat dimurnikan dari debu, batu, dan kotoran yang melekat.   Para wanita inipun membayangkan bagaimana Allah menjaga mereka pada titik api yang terpanas.  

Salah satu dari mereka pun bertanya kepada si pengrajin, apakah ia juga harus duduk di depan api sepanjang waktu hingga perak menjadi murni? “Ya, tidak hanya duduk menjaga, tapi saya juga harus memerhatikan kondisi perak itu saat di atas api. Jika ia terlambat diangkat sedikit saja, bisa-bisa peraknya rusak.” Wanita itu kembali bertanya, “Bagaimana Anda tahu jika perak ini sudah benar-benar murni?”. Pengrajin itu menjawab, “Mudah. Perak yang telah dimurnikan dapat diketahui ketika saya dapat melihat pantulan wajah saya dalam perak itu”.

image

Sobat Kasih SetiaNya… Itulah mengapa Yakobus 1:3-4 juga mengatakan ujian iman kita akan menghasilkan kesempurnaan. Jangan khawatir ketika kita sedang “dipanaskan’ oleh api masalah dan ujian karena Dia tidak akan memberikan pencobaan melebihi batas kekuatan kita. Ingatlah bahwa saat kita sedang dipanaskan oleh masalah dan persoalan-persoalan yang rasanya tiada henti-hentinya, Ia (Tuhan Yesus) juga tidak pernah sekalipun memalingkan wajah-Nya dari kita. Justru saat itulah, Ia (Yesus) sangat memerhatikan keadaan kita dan tidak akan membiarkan kita diuji melebihi kapasitas (kemampuan) diri kita.  

Dan yang terpenting, Ia (Yesus) menanti saat hidup kita dapat memancarkan bayangan-Nya. Ya, ingatlah untuk selalu melihat masalah dan tantangan hidup sebagai cara agar kita bisa semakin mencerminkin gambaran Allah. Ketika kita lebih bersabar, ketika kita bisa mengampuni dan mengasihi mereka yang menyakiti kita, ketika kita bisa tetap mengutamakan Allah dari pada kepentingan diri kita sendiri, ketika kita bisa menunjukkan apa itu berkorban, maka bukankah hidup kita akan menjadi kesaksian dan terang bagi orang-orang di sekitar  

image

Sobat Kasih SetiaNya… Kita semua adalah pilihan Tuhan, amin. Saat ini,  kita semua sedang dipanaskan (punya pergumulan) dan Tuhan juga tidak mau kehilangan orang-orang yang dikasihinya, oleh karena itu mata Tuhan tidak berpaling kemana-mana saat kita sedang dimurnikan. Satu hal mari ibu-ibu, jangan sampai iman kita menjadi goyah, tetap taat. Terus semangat, melakukan yang terbaik.   Saat kita sedang dalam ujian, Ia tidak pernah memalingkan wajah-Nya dari kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: