Memori Tentang Dosa Kita

26 Jan

 Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri (Kej 45:5).

Memori tentang dosa-dosa kita dapat merampas sukacita keselamatan kita. Mungkin kita berkata, atau mendengar orang lain berkata. “Andai aku bisa mengampuni diriku sendiri untuk apa yang telah kulakukan!” Sejumlah orang menjadi terobsesi dengan rasa bersalah karena dosa-dosa masa lalu mereka.


Ketika Yusuf memperkenalkan diri  kepada kakak-kakaknya yang telah menjual dirinya sebagai budak, semua kakaknya terdiam dan “takut dan gemetar menghadapi dia.” (Kej 45:3). Rasa bersalah dan takut mengingatkan tentang ulah mereka yang menyebabkan penderitaan ayah mereka yang sudah tua yaitu Yakub, dan adik mereka, serta Yusuf sendiri. Merasakah hal itu, Yusuf dengan segera meyakinkan mereka: “Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu” (ay. 5).

Ketika kita berdosa dan menyakiti orang lain, kita mungkin menemukan diri kita di posisi yang sama seperti kakak-kakak Yusuf. Namun, Jika kita mengaku dosa kita, kita dapat yakin bahwa kita telah diampuni. Meratapi kesalahan dan menyalahkan diri sendiri bukanlah karya Roh Kudus.

Alkitab memberitahu kita “supaya [kita] dibaharui di dalam roh dan pikiran [kita]” (Ef  4:23). Kita perlu memusatkan pikiran kita kepada Yesus, Juru selamat kita, dan bukan kepada dosa kita di masa lalu. Kita perlu memusatkan perhatian terhadap apa yang sudah diperbuat-Nya – pengorbanan penebusan-Nya di kayu salib untuk dosa kita – dan bukan pada apa yang telah kita perbuat. Karena Dia telah mengampuni dosa kita, kita dapat belajar untuk “melupakan” dosa kita. –DJD.

 Terpujilah nama Yesus

Aku sangat senang Dia menerimaku;

Dia mengampuni pelanggaranku

Dia telah membersihkan hatiku dari dosa. –Harris

 Rasa bersalah bukanlah beban yang diinginkan

Bapa Surgawi untuk ditanggung anak-anak-Nya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: