Kecewa

11 Mei

Kej 4:7 Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.”

Pernahkah kita mengalami kekecewaan ? Tentu setiap kita pernah merasakan kekecewaan sama yang dialami oleh Kain ketika sudah bersusah payah untuk mempersembahkan hasil kerja kerasnya dalam bentuk memberikan hasil bumi kepada Tuhan tetapi Tuhan menolaknya dan menerima persembahan Habel karena Habel memberikan persembahan yang lebih berkenan kepada-Nya yaitu : Anak Domba Sulung yang terbaik yang tidak bercacat cela yang melambangkan Yesus.

Persembahan dengan kekuatan diri sendiri tidaklah dapat menebus dosa kesalahan, hanya persembahan anak domba Allah yang sulunglah yang diterima oleh Allah.

Ketika tidak diindahkan Kain merasa sangat kecewa, air mukanya penuh dengan kemarahan sehingga Tuhan berkata “Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik ? dengan kata lain jika engkau berbuat baik, bukankah kamu seharusnya berseri – seri karena kamu dan persembahanmu telah diterima.

“Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu” ini berarti saat kita marah dosa akan berada di dalam pikiran kita.

Ketika dosa sudah ada dalam pikiran, kita memiliki dua pilihan : akankah kita mengijinkan dosa itu menguasai kita ataukah kita berkuasa mengalahkan dosa itu ?

“ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.” Artinya dosa itu begitu menggoda kita sehingga mendorong kita untuk melakukannya tetapi firman Tuhan katakan kepada kita agar kita berkuasa atas dosa tersebut. Lalu bagaimanakah caranya ? Hanya ada satu cara yaitu membentengi pikiran kita dengan kebenaran firman Tuhan dan nama Yesus. Saat kita marah kita mengingat kebenaran Firman Tuhan berikut ini :

Ef 4:26 Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu.

Lalu apakah yang terjadi dengan Kain ketika ia membiarkan dosa itu berkuasa atas pikirannya. Ia merencanakan untuk membunuh adiknya Habel. Ia membawa Habel ke padang lalu membunuhnya.

Kej 4:8 Kata Kain kepada Habel, adiknya: “Marilah kita pergi ke padang.” Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.

Di media informasi banyak berita mengenai kekerasan dalam rumah tangga salah satunya : seorang Ibu yang karena marah bayinya rewel menangis terus lalu memukuli bayinya dengan guling. So sobat Kasih Setianya. Jika Marah, jangan sampai anda berbuat dosa, lalu bagaimanakah caranya untuk tidak berbuat dosa yaitu dengan mengisi dan merenungkan pikiran kita senantiasa dengan Firman Tuhan. Kiranya renungan ini dapat memberkati. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: