PERTUMBUHAN ROHANI MENJADI TERANG DAN GARAM DUNIA

6 Mei

TAHAP 1 : BENIH PADI.

Dalam suatu mimpi, Tuhan berbicara….. Saya melihat seorang petani menaburkan benih. Sebagian benih jatuh di pinggir jalan dan dimakan burung – burung, sebagian benih ditaburkan di tanah yang berbatu, sebagian benih di tanam di semak berduri dan pada akhirnya jatuh di tanah yang subur.

Melalui mimpi ini Tuhan membawa hidup saya kembali kepada masa kecil saya ketika saya tinggal di Perumahan Bumi Bintaro Permai. Saya memiliki tetangga yang tinggal di seberang taman menghadap rumah saya. Tetangga saya ini memiliki persekutuan anak –anak sekolah minggu. Saya sering bermain di taman bersama – sama dengan adik saya, saya sering melihat di depan taman banyak anak – anak sebaya saya bernyanyi-nyanyi dan bersuka cita dan saya beserta adik – adik saya akhirnya mengikuti persekutuan sekolah minggu. Oh betapa indahnya masa – masa itu dimana saya dapat bernyanyi, tertawa dan bersukacita bersama teman – teman sebaya saya.

Dan Tuhan berkata dalam mimpi saya “Itulah benih pertama yang jatuh di tanah yang subur. Teruslah memberitakan Firman Tuhan sekalipun kelihatannya benih itu jatuh di tempat – tempat yang tidak menghasilkan dan pada akhirnya benih itu akan tumbuh dan tidak kembali dengan sia – sia”.

TAHAP 2 : PEMELIHARAAN TANAMAN PADI.

Tuhan memperlihatkan satu gambaran dimana ada seorang petani memberi pupuk dan menjaga agar tanaman padi memiliki cukup air untuk bertumbuh. Tuhan berbicara kepada saya melalui Roh-Nya yang kudus “Apakah Engkau masih ingat saat masa kecilmu yang seperti tanaman padi yang kurang memiliki pemeliharaan ?”

Aku menjawab “Yah Tuhan, aku ingat…”, air matakupun menetes ketika aku teringat masa-masa kecilku yang suram dan tidak ada seorang pun yang menjaga rohaniku dengan Firman Allah. Aku seperti tanaman padi yang kurus dan mengering dan tidak memiliki akar yang kuat.

Suatu ketika hama wereng coklat menyerang tanaman padi….
Langit gelap mendatangkan hujan yang besar yang membuat banjir menenggelamkan tanaman padi…
Tidak sampai disitu belalang pelahap menyerang tanaman padi itu…

Sepertinya tidak ada harapan….. lagi….
Tiba – tiba petani sang pemilik tanaman padi itu datang melindungi tanaman padi itu dengan tubuhnya… dari serangan belalang pelahap…


Ketika banjir datang, petani itu cepat – cepat berusaha menyelamatkan tanaman padi itu dengan berusaha keras menimba mengeringkan air yang membajiri tanaman padi itu….

Saat itu hujan lebat tetapi petani itu tidak menyerah dan terus melindungi tanaman padi itu. Ketika hujan reda… petani itu berusaha keras menangkap hama wereng coklat dengan tangannya. Ia bekerja tanpa lelah melindungi tanaman padi itu.

Ini berbicara masa – masa gelap di dalam hidup saya dan bagaimana Tuhan Yesus menolong hidup saya sehingga saya bisa ada di tempat ini untuk menyaksikan Kasih Setia-Nya yang tak berkesudahan. Masa kecilku yang suram dan kehidupanku yang bertumbuh dengan hal-hal yang kurang menyenangkan yang terjadi dalam hidupku yang membuatku tertekan dan hampir membuatku meninggalkan kehidupanku dengan sia-sia menjadi berarti karena Dia, Allah yang setia. Dia …..Yesus telah menyelamatkanku dari kehidupanku yang “mati”

TAHAP 3 : MASA PENUAIAN – TANAMAN PADI MULAI MENGUNING.

Tuhan memperlihatkan suatu gambaran sawah dengan padi yang mulai menguning dan seorang petani menggunakan sabit untuk menuai. Tuhan berkata melalui RohNya yang kudus “Ini adalah masa dalam hidupmu, ketika Engkau menerima Aku (Yesus) sebagai Tuhan dan Juru selamatmu.”

Aku teringat saat pertama kali aku menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat saya. Saat itu aku ada di puncak mengikuti acara ret-ret yang diadakan oleh Abba Love Ministry. Di dalam ret-ret itu diadakan acara pembasuhan kaki dan ketika kaki saya di basuh saya merasakan kasih yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya, kasih itu begitu hangat dan saya merasakan kasih Yesus untuk pertama kalinya dan itulah masa yang paling indah di dalam hidup saya. Seorang anak yang kurang mendapatkan kasih sayang orang tua, seorang anak yang selalu menyendiri dan tidak memiliki teman. Tetapi semua itu berubah ketika aku merasakan kasih Yesus untuk pertama kalinya.

TAHAP 4 : MASA GABAH MENJADI BERAS.

Tuhan memperlihatkan suatu gambaran padi – padi yang telah di tuai, dimasukan ke dalam lumbung lalu di tumbuk untuk menghasilkan beras.


Tuhan berkata kepada saya “Ini adalah masa dimana engkau mengalami masa-masa yang sangat sulit dan sukar tetapi saat kamu berdoa dan berserah kepada-Ku selalu ada jalan keluar.”

Aku teringat masa – masa yang berat tentang pembentukan karakter dari Tuhan dimana yang tadinya aku pribadi yang pemarah menjadi pribadi yang lemah lembut. Pribadi yang tidak percaya diri menjadi percaya diri. Masa – masa di mana aku mengalami pemecatan dari pekerjaan, putus cinta, bangkrut dari usaha. Tetapi saat aku berdoa dan berseru pada Tuhan melalui doa “Selalu ada Jalan Keluar”. Masa dimana aku memutuskan untuk menjadi hamba Tuhan dan mengambil sekolah Alkitab. Masa dimana aku tertanam di gereja lokal dan memberontak dan pada akhirnya aku kembali tertanam di gereja lokal.

Tahap : MASA BERAS MENJADI BERKAT SEMUA ORANG.

Tuhan melihatkan gambaran beras-beras itu sudah dimasukkan ke dalam karung dan mulai dijual dengan harga terjangkau dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Tuhan berkata kepada saya “Ini adalah masa kamu berkarya untuk memperluas Kerajaan Sorgaku melalui renungan harian yang kamu buat melalui situs Kasih SetiaNya, Berkotbah di Gereja dan membuat buku renungan harian.”

Aku menangis terharu karena siapakah aku ini Tuhan sehingga Engkau memakaiku untuk menjadi saluran berkatmu ? Aku bersyukur karena Engkau mengasihiku lebih dulu sehingga aku sanggup mengasihi sesamaku.Usaha yang aku jalani tutup, dan itu semua ada dalam rencana Tuhan dan Tuhan menggantikannya dengan yang lebih dari pada yang telah ada,yang lebih dasyat,yang tak pernah terpikirkan dan tak pernah timbul dalam hatiku.

Dan bukan itu saja, Tuhan mempersiapkanku untuk menjadi hamba-Nya yang setia sehingga aku dapat bersekolah teologia di STT Bethel melalui BPD GBI Banten. Aku berteriak kepada Tuhan Yesus melalui batinku yang paling dalam “Tuhan Yesus terima kasih atas pengorbananMu di kayu salib sehingga engkau menanggung semua bebanku dari yang seharusnya aku menjadi penghuni rumah sakit jiwa, Engkau sembuhkan dan angkat menjadi hambaMu memberitakan kebenaran FirmanMu. Aku mau Tuhan Yesus, menjadi terang dan garam dunia. Amin.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: