Kisah Inspirasi Hati Tikus

25 Apr

Mat 9:29 Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: “Jadilah kepadamu o menurut imanmu.”

Ada seekor tikus yang merasa hidupnya sangat tertekan karena selalu dikejar-kejar jika berjumpa dengan si kucing.

Karena stress, ia akhirnya memutuskan untuk menemui seorang penyihir sakti untuk meminta pertolongan. Penyihir memenuhi keinginannya dan mengubah si tikus menjadi seekor kucing. Sekarang dia merasa aman waktu berpapasan dengan kucing.

Namun setelah menjadi kucing, muncul lagi persoalan yang baru. Kini ia begitu ketakutan pada anjing. Kembali ia menemui penyihir yang kemudian mengubahnya menjadi seekor anjing.

Setelah menjadi anjing, ia berjalan-jalan di kampung orang manado. Ia akhirnya di kejar-kejar sama orang manado untuk dijadikan rica-rica (hehehe). Maka bertambah ketakutanlah ia dan menjadi stress.

Ia kemudian memutuskan untuk mendatangi kembali si penyihir. Namun si penyihir marah karena tidak mungkin merubah si tikus yang telah menjadi anjing tadi menjadi orang manado. Akhirnya si penyihir memutuskan untuk mengubahnya kembali menjadi tikus lagi.

Si penyihir sakti berkata kepada si tikus, “kus…kus… selama kau masih berhati tikus, tak peduli bagaimana pun bentuk dan keadaanmu, kau tetaplah seekor tikus yang pengecut”

Perubahan yang paling ampuh dalam hidup ini adalah perubahan yang dimulai dari dalam diri kita sendiri yaitu dari hati kita. Sama seperti tikus tadi, perubahan wujud tidak mampu menyelesaikan persoalan yang ia alami. Kemanapun ia pergi, ia masih tetap membawa rasa takut yang ada dalam dirinya sehingga hal tersebut sama sekali tidak menyelesaikan persoalan yang sebenarnya.

Pasti kita semua pernah atau sedang mengalami ketakutan, stress, depresi karena bergumul dengan permasalahan dan kehidupan. Kita berusaha untuk memoles bagian luar hidup kita supaya bisa tampil kuat, tegar, santai bagi orang lain tetapi itu hanya bagian luarnya saja. Alangkah bodohnya kita karena kita membuang-buang waktu dengan percuma.

Respon yang sehat dalam menghadapi ketakutan kita yaitu menghadapinya dengan keberanian. So…, apapun yang anda takuti hari ini berkomitmenlah untuk menghadapi atau bahkan menghancurkannya sebelum ketakutan yang menghancurkan hidup anda.

Iman kita menenentukan akan menjadi seperti apakah kita bila kita hanya memiliki iman dan mentalitas seperti tikus maka kita akan menjadi seperti itu tetapi jika kita memiliki iman dan mentalitas sebagai lebih dari pemenang karena Yesus telah mengalahkan dunia maka kita pun menjadi “Lebih dari Pemenang”.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: