Hati Prajurit Kristus

21 Apr

2 Tim 2:3-13

Penduduk yang tinggal di salah satu daerah pegunungan India Selatan mengenal seorang wanita yang gigih melayani mereka dengan kasih, dia adalah Granny Brand. Granny memutuskan untuk tinggal dan melayani masyarakat pegunungan itu dengan berkemah di daerah pedalaman agara bisa memberitakan Injil, merawat orang sakit dan mencabut gigi penduduk desa yang dikunjunginya. Ketika akan memberitakan Injil, biasanya Granny duduk di atas tembok batu yang agak rendah, dia dikerumuni oleh orang-orang yang duduk dan mendengarkan firmn yang diberitakannya. Mereka mendengarkan semua yang dikatakannya tentang Yesus. Berpasang-pasang mata menatapnya dengan iman dan rasa sayang yang tanpa mereka sadari telah tumbuh dengan lamanya waktu yang diberikan Granny untuk melayani mereka.

Pasa usia 70 tahun Granny masih melayani dengan menunggangi kuda poninya. Ketika pergi ke suatu tempat ia terjatuh dari kudanya sehingga tulang pinggulnya patah. Semalam-malaman ia menahan rasa sakit sampai pagi tiba dan penduduk yang menemukannya menggotongnya diatas usungan untuk dibawa berobat. Granny cukup sering jatuh dari kudanya saat menyusuri jalan yang berbatu-batu menuju desa tempat ia melayani. Meskipun putranya sudah berulangkali membujuknya untuk pensiun dan tinggal bersama mereka. Tetapi Granny menolak. Granny malah memarahi putranya. β€œ Nanti siapa yang akan meneruskan pelayanan yang sudah kulakukan ini ? Tidak ada orang lain lagi yang mau pergi kepegunungan untuk berkotbah, membalut luka dan mencabut gigi penduduk di sana. Apa gunanya aku menjaga tubuh tuaku ini. Jika tidak digunakan ketika Tuhan memerlukanku ?” katanya dengan gigih. Granny memutuskan untuk tetap tinggal dan melayani di sana.

Pada usia 93 tahun, Granny berhenti naik kuda poninya untuk melakukan perjalanan misi, karena iat terlalu sering jatuh. Ketika Granny sudah tidak bisa menunggang kuda, keterbatasan fisik ini pun tidak menghalangi semangat prajurit Kristus ini dalam melayani, beberapa penduduk India yang beriman menggotongnya diatas tempat tidur gantung. Mereka membawa tubuh wanita tua yang bungkuk itu untuk melayani dari satu tempat ke tempat yang lain. Granny menutup matanya tatkala ia berusia 95 tahun. Permintaan terakhirnya adalah ia dimakamkan denga tubuh yang dibungkus oleh selembar kain bekas. Prajurit Kristus ini mencintai jiwa-jiwa tanpa memusingkan diri dengan kepentingan pribadinya.

Tidak ada kata-kata lelah atau pensiun bagi prajurit Tuhan yang sudah berkomitmen untuk melayani Dia sampai akhir hayatnya. Di masa sesukar apapun Paulus memegang komitmen untuk melayani Tuhan sampai akhir hayatnya, dan ia lulus sebagai pribadi yang berkenan di hati Sang Komandan. Baiklah kita juga membulatkan hati untuk tetap setia dan melayani Tuhan, tanpa dipusingkan atau dihalangi oleh masalah-masalah pribadi kita. Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: