Setelah 10 Tahun

20 Apr

Ams 24:27

Daud Suryadi, demikian nama seorang bapak yang masih relatif muda. Penampilannya sederhana, tutur katanya lembut dan sikapnya terhadap orang lain pun sangat sopan.

Minggu itu, 27 September 2009, Daud mengundang kami untuk acara ucapan syukur
atas rumah barunya. Dalam kesaksiannya dia berkata,

“Saya bersyukur mempunyai istri yang baik. Rumah ini ada karena kepintaran istri
saya dalam mengatur keuangan. Saat memutuskan menikah dengan saya, dia sudah
tahu bahwa saya hanya bekerja sebagai office boy. Dia tidak pernah mengeluh
ketika akhir bulan menerima uang hasil kerja saya.

Saya tidak tahu bagaimana caranya mengatur uang itu. Tetapi kenyataannya setelah
10 tahun kami menikah, kami bisa memiliki rumah sendiri. Sejujurnya saya tidak
tahu bahwa istri saya selama ini menyisihkan uang gaji tersebut untuk ditabung.
Di samping itu, ketika ada berkat yang lain juga ditabung. Dan sekarang kami
sudah memiliki rumah sendiri, tidak harus kontrak.”

Apa yang dikatakan Daud memang benar, tetapi di samping kepintaran istrinya
dalam mengatur keuangan, ini juga berkat kerja keras dan kesetiaannya di dalam
bekerja. Seorang ibu yang mengikuti perkembangan kehidupan Daud bersaksi,

“Daud itu rajin. Ketika masih mengikut saya, saat itu masih sekolah, dia
menunjukkan sikap yang tidak malas-malasan. Apa yang menjadi tugasnya,
dikerjakan dengan baik, bahkan sebelum dia makan siang. Kalaupun dia berhasil
memiliki rumah sendiri, itu memang karena dia rajin dan setia. Jika dihitung,
dia sudah bekerja di perusahaannya sekarang sekitar 14 tahun.”

Bahkan hamba Tuhan yang berkotbah saat itu berkata,

“Kalau dilihat dari penampilan, sepertinya tidak mungkin Daud bisa memiliki
rumah sendiri, tetapi kenyataannya bisa.”

Daud dan istrinya telah memberikan teladan kepada kita sebagai pasangan
suami-istri yang bertanggung jawab dan saling melengkapi. Paling tidak ada dua
hal yang bisa kita tiru dari kehidupan mereka, yaitu:

Pertama, menikmati pekerjaan.

Jika seseorang bisa menikmati pekerjaan, dia juga bisa bertanggung jawab atas
kepercayaan yang diberikan kepadanya. Di samping itu, akan muncul loyalitas yang
tinggi terhadap perusahaan. Hal ini pula yang membuat pihak perusahaan tidak
“tutup mata” tentang gajinya.

Daud telah menunjukkan hal tersebut di dalam hidupnya. Empat belas tahun
bukanlah waktu yang singkat, tetapi Daud tetap bertahan di tempat kerjanya.

Kedua, tidak bergaya hidup mewah.

Dengan tidak bergaya hidup mewah, seseorang tidak akan terjerumus membeli
barang-barang yang tidak urgent dan tidak penting. Dengan demikian akan mudah
baginya untuk menyisihkan uang untuk ditabung. Suprihatiin, istri Daud adalah
salah satu dari istri-istri yang tidak bergaya hidup mewah dan hasilnya sudah
terbukti, yaitu sebuah rumah pribadi.

Doa : Bapa, mampukan aku untuk mencintai pekerjaan tetapi tidak mencintai
kemewahan jasmani supaya aku bisa menjadi teladan bagi orang lain. Dalam nama
Tuhan Yesus aku mohon. Amin.

Quote : Orang bijak akan menikmati pekerjaan yang Tuhan percayakan, bukan
menikmati hidup dalam kemewahan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: