Berlari Ke Arah salib

8 Apr

Setiap kali suatu peringatan tsunami diberikan di pantai utara Maui, Hawaii, para penduduk yang tinggal di Hana bergegas naik ke gunung untuk mencari tempat yang aman di ketinggian. Tidak jauh dari situ menjulang sebatang kayu salib tinggi yang ditempatkan di sana bertahun-tahun yang lalu oleh para misionaris. Untuk memperoleh keselamatan fisik, mereka berlari ke daerah tempat salib itu berada.

Demikian juga, kita semua membutuhkan tempat pelarian untuk memperoleh keselamatan rohani. Mengapa? Karena Tuhan memperingatkan kita dalam firman-Nya: “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,” dan “upah dosa ialah maut” (Rm. 3:23; 6:23). Ibrani 9:27 menyatakan, “Sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi.” Kita mungkin tidak suka memikirkan konsekuensi dari dosa kita ketika menghadap Allah yang kudus, tetapi “jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup” adalah hal yang serius (Ibr. 10:31).

Kabar baiknya adalah, karena kasih-Nya bagi kita, Bapa telah menyediakan tempat pelarian yang aman! Dia mengutus Anak-Nya Yesus untuk mati agar kita tidak harus terpisah selamanya dari-Nya (Rm. 5:8-10; Kol. 1:19-22).

Tempat pelarian yang aman itu tersedia karena Yesus Kristus telah mati di atas kayu salib dan bangkit dari antara orang mati. Apakah Anda sudah berlari ke arah salib itu? —AMC

Nun di bukit yang jauh, tampak kayu salib;
Lambang kutuk nestapa, cela.
Salib itu tempat Tuhan Mahakudus
Menebus umat manusia. —Bennard

Untuk menghindari kutukan dosa, berlarilah ke arah salib.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: