Kisah Kentang & Anak Anak TK

5 Apr

Seorg Ibu Guru TK mengadakan “permainan”. Ibu Guru menyuruh ǎиǎǩ” murid’nya membawa kantong plastik transparan 1buah & kentang.

Masing-masing kentang tersebut diberi nama berdasarkan nama org yg dibenci. Sehingga jumlah kentang’nya tdk ditentukan berapa, tergantung jumlah org yg dibenci.

Pada hari yg disepakati, masing – masing murid membawa kentang dalam kantong plastik. Ada yang berjumlah 2, ada yang 3 bahkan ada yang 5.

Murid-murid harus membawa kantong plastik berisi kentang tersebut kemana saja mereka pergi, bahkan ke toilet sekalipun,
selama 1 minggu.

Hari berganti hari, kentang – kentang pun mulai membusuk, murid – murid mulai mengeluh, apalagi yang membawa 5 buah kentang, selain berat, baunya juga tidak sedap.

Setelah 1minggu murid – murid TK tersebut merasa lega karena penderitaan mereka akan segera berakhir.

Ibu Guru:”Bagaimana rasanya membawa kentang selama 1minggu ǎиǎǩ2 ?”

Keluarlah keluhan dari murid2 TK tersebut, pada umumnya mereka tidak merasa nyaman hrs membawa kentang-kentang busuk tersebut kemanapun mereka pergi.

Gurupun menjelaskan apa arti dari “Permainan” yang mereka lakukan.

Ibu Guru:
“Seperti itulah kebencian yg selalu kita bawa2 apabila kita tdk bisa memaafkan orang lain.!”

Sungguh sangat tdk menyenangkan membawa kentang busuk kemanapun kita pergi.

Itu hanya 1minggu, bgmn jika kita membawa kebencian itu seumur hiϑųp..?”

Alangkah tidak nyamannya..
Krn itu, lepaskanlah pengampunan kpd orang yang Anda benci.
Krn ketika anda tidak mau mengampuni, anda seperti sdng memegang bola berduri.

Semakin anda tdk mau melepaskan bola berduri itu, anda sendiri yg akan merasakan sakit.
krn itu tdk ada jln lain kecuali melepaskan pengampunan..

Saat kita tidak mau mengampuni, kita telah melakukan perbuatan dosa dan setiap kita berbuat dosa, itu sama artinya dengan menambah beban salib Yesus.

Bayangkan jika setiap kita berbuat dosa pada saat yang bersamaan, betapa beratnya beban salib yang harus dipanggul Yesus.

Ada satu ilustrasi, “Kita tidak mungkin tersandung oleh batu yang besar, tapi kita mudah tersandung oleh kerikil.”

Ya, kita mungkin waspada terhadap dosa-dosa besar yang jelas-jelas terlihat oleh kita. Tapi bagaimana dengan dosa-dosa kecil yang seringќåℓï terabaikan? Misalnya BER GOSSIP ? Atau bahkan BERPIKIR NEGATIF TENTANG ORANG LAIN, sekalipun hanya kita sendiri (dan ŤŮĦAN YESUS ) yang tahu? Atau ketika kita MALU mengakui iman kita di hadapan orang lain, misalnya kita malu untuk berdoa saat makan bersama rekan-rekan kerja? 

Bagi saya, ketika kita dengan sadar mengingkari

ŤŮĦAN YESUS dan IMAN kita, hal itu seolah kita sedang mencari kesempatan untuk menyerahkan
ŤŮĦAN YESUS. Dan ketika
ŤŮĦAN YESUS berbicara dalam hati kita untuk menegur dan mengingatkan, seringkali kita masih menyangkalNya dengan berkata, “Saya tidak begitu kan,
ŤŮĦAN YESUS ?”  

Di hari-hari akhir menjelang Jumat Agung ini, mari kita me-ngambil waktu untuk merenungkan kembali apakah dalam hidup kita sehari-hari kita sering bersikap seperti Yudas yang mencari kesempatan untuk menyerahkan
ŤŮĦAN YESUS…?  

ŤŮĦAN YESUS, beri aku hikmat agar mampu selalu menyenangkan hati MU,bukan menDUKAkan hatiMU melalui sikapku yang terkadang sulit mengampuni dan melakukan dosa yang tidak menyenangkan hati-Mu. ⌣·̵̭̌·̵̭̌«̶✽̤̈♡̷̬̩̃̊Å♍iєϞ♡̷̬̩̃̊✽̤̈·̵̭̌·̵̭̌«̶⌣

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: