KESAKSIAN HIDUP YANTO WIJAYA KUSUMA, S. COMP.

1 Apr

Selamat malam sobat Kasih Setia, malam ini saya rindu untuk menceritakan kesaksian pribadi saya bagaimana saya mengenal Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat saya.

Saya anak ke 3 dari lima bersaudara. Semasa kecil saya mengenal Budha. Dari Tk sampai SMP, saya bersekolah di Surya Dharma, jalan Toapekong, kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Dari kecil saya belajar agama Budha dimana jalan menuju nirwana harus mengikuti langkah Sidharta Gotama, yaitu dengan cara bertapa, mengosongkan diri dan melakukan perbuatan baik sehingga mencapai kesempurnaan menjadi seorang Budha.

Saat SMP saya memiliki seorang teman yang Kristen yang mengajak saya untuk mengikuti suatu acara retret di puncak. Saya sih ikut saja. Di retret ini ada suatu acara yang menurut saya sangat ganjil dan aneh yaitu acara pembasuhan kaki. Saat kaki saya dibasuh saya sih senang senang saja. Tetapi ketika kaki saya dibasuh dan salah seorang dari pembina mendoakan saya, hati saya begitu tersentuh dan merasakan satu hal yang berbeda yang selama ini tidak pernah saya temukan di dalam hidup saya. Saat itu saya menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat saya. Tetapi saya tidak mengenal siapa sih Tuhan Yesus dan tidak memiliki pengalaman pribadi dengan-Nya.

Kehidupan masa kecil saya pada masa SMP sangat bahagia apalagi saya baru menjadi seorang Kristen. Tetapi kebahagiaan itu tidaklah lama karena orang tua saya bercerai.Hal itu tidak pernah saya duga-duga seperti petir disiang hari bolong yang membuat hidup saya penuh dengan kemuraman.

Masalah demi masalah bertubi-tubi menerpa hidup saya, papa dan mama bercerai, dan berdasarkan kesepakatan bersama anak laki – laki ikut papa dan anak perempuan ikut mama. Karena terjadi perceraian otomatis harta kekayaan pun di bagi dua sehingga ekonomi kami sangatlah susah sehingga apapun yang dijanjikan papa tidak satupun yang ditepatinya.

Ketika sma, saya memiliki seorang pacar. Masa-masa ini membuat hati saya bahagia.

Tetapi kebahagiaan itu tidaklah lama karena orang tua sang gadis tidaklah menyetujui hubungan kami sehingga sang gadis dihadapkan pada pilihan mau pilih orang tuanya atau memilih saya. Ternyata si gadis lebih memilih orangtuanya dan meninggalkan saya,hal ini membuat hati saya hancur,demikian pula dengan hidup saya.

Setelah kejadian itu saya menjadi pribadi yang pemurung dan penyendiri dan selalu mengurung diri di dalam kamar. Saya kehilangan semangat hidup saya. Saya mencoba untuk bunuh diri dengan menelan obat-obatan .

Saya dilarikan ke rumah sakit, semua bisa diatasi namun ternyata kembali lagi saya mengalami sakit  depresi yang  cukup serius

Suatu hari di dalam diri saya bergejolak segala perasaan yang berupa kemarahan yang terpendam yang tidak dapat keluar dan tiba-tiba perasaan amarah akibat orang tua saya bercerai dan kekasih saya meninggalkan saya meledak keluar. Di luar kesadaran saya, kemarahan saya yang meledak – ledak itu akhirnya keluar tanpa saya dapat kendalikan. Tanpa sadar saya menendang jendela kaca nako dan kaki saya berlumuran darah.

Suatu hari ketika saya mau dibawa ke rumah sakit, saya tidak dapat bernafas dan saya mengalami sekarat,sayup-sayup saya mendengar suara tangisan mama saya.

Di dalam keadaan kritis, saya melihat sesosok yang penuh cahaya, pribadi itu adalah Yesus dan  saya mendengar suara “Yanto, waktumu belum tiba, bangkitlah dan jadilah terang dan garam dunia”. Seketika itu saya pulih dari keadaan koma dan saya kembali sadar.

Setelah kejadian itu, saya sembuh total dan kehidupan sayapun dipulihkan. Saya menyadari bahwa saya tidak boleh menaruh pengharapan kepada manusia karena manusia itu mengecewakan dan saya tidak dapat mengandalkan diri sendiri melainkan hanya memiliki pengharapan kepada Tuhan Yesus dan bergantung dan berserah pada-Nya.

Dengan pengharapan yang baru, saya berubah menjadi pribadi yang berharap dan bergantung pada Tuhan sehingga saya dapat menyelesaikan study saya dan memperoleh gelar sarjana komputer. Saya dapat memiliki istri dan anak yang sangat mengasihi saya dan saya dapat memiliki usaha bisnis serta kontrakan. Semua itu karena kasih karunia Tuhan dan bukan karena kuat dan gagah saya.

Demikianlah kesaksian pribadi saya, kiranya dapat menjadi berkat. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: