Kisah Tunawisma Di Depan Gereja

31 Mar

Yakobus 2:1-9

Di suatu Minggu pagi yang dingin, seorang tunawisma duduk di depan pintu gerbang sebuah gereja. Pakaiannya kumal dan kotor. Bau badannya menyebar kemana-mana. Janggutnya yang panjang dan tak terawat tumbuh berantakan di dagunya. Wajahnya penuh noda kehitaman. Topi yang dikenakannya sudah bolong-bolong dan tak kalah kotor dengan pakaiannya. Tunawisma itu juga tampak kedinginan. Tubuhnya menggigil.

Sepatunya yang sudah koyak di beberapa bagian tak mampu melindungi kakinya dari udara dingin. Tangannya tampak gemetar karena kelaparan. Tapi tak seorang pun peduli padanya. Beberapa jemaat yang hendak masuk ke gereja, malah menutupi hidung mereka. Tak tahan dengan aroma tak sedap yang menguar dari tubuhnya.

Seorang jemaat malah bergumam dalam hati : “Siapa sih gelandangan ini? Kenapa dibiarkan aja duduk di sini? Bikin rusak pemandangan aja.”

Seorang wanita cantik yang tampak alim melirik sinis ke arah si tunawisma sambil berkata kepada temannya, seorang pria tampan yang berpenampilan rapi dan wangi. “Aduh, gereja begini bagus kok bisa sih membiarkan tunawisma bau di depan pintu gerbang?”

Tak lama setelah semua jemaat masuk ke dalam gereja, pianis mulai memainkan lagu-lagu rohani yang merdu. Sang liturgis mulai memimpin pujian. Suasana begitu khidmat. Semua jemaat duduk manis sambil mulai bernyanyi dengan penuh penghayatan. Ketika akhirnya pujian dan penyembahan selesai, seseorang tampak berjalan memasuki gedung gereja. Semua kepala menoleh. Beberapa di antaranya menutup hidung. Oh, ternyata si tunawisma yang datang.

Anehnya, dia tidak duduk di salah satu kursi yang tersedia. Dia langsung berjalan menuju mimbar. Diambilnya mikrofon dan berkata : ” Selamat pagi, saudara-saudaraku. Apakah kalian melihat Tuhan di luar? Dia begitu bau, kedinginan dan tampak lapar. Tapi tak seorangpun mengajaknya masuk. Tak satupun yang peduli akan kehadiranNya. Bahkan, dia dicibir dan hendak diusir dari tempatnya beristirahat.”

Semua jemaat terkejut. Mereka baru menyadari bahwa sang tunawisma adalah pastor gereja mereka yang hari itu mendapat jadwal berkhotbah. Rupanya pastor mereka sedang menyamar menjadi seorang tunawisma.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: