Jatuh dan Ditolong oleh Yesus

9 Mar

Pendeta Paul selesai berkhotbah dan memandang jemaat. Hatinya tergerak oleh ekspresi wajah-wajah di hadapannya. Beberapa jemaat tampak penuh pengharapan.

Ada juga yang tampak damai, tetapi ada pula yang tampak gundah gulana. Ia tahu apa yang harus dilakukannya pada saat itu: memanggil orang-orang yang membutuhkan jamahan Allah ke depan mimbar.

“Hari ini, aku ingin memberi kesempatan kepada mereka yang siap untuk mengenal Allah secara pribadi melalui karunia keselamatan Yesus Kristus untuk maju ke depan dan didoakan.

Tim doa kami menunggu untuk berdoa bersama Anda pada saat Anda menyatakan pengakuan iman atau meneguhkan komitmen anda.”

Sang pianis memainkan lagu yang mengalun lembut ketika banyak orang – laki-laki dan perempuan – melangkah maju ke depan mimbar dan berdiri dengan wajah tertunduk.

Itu adalah momen yang menyentuh, sama dengan momen ketika Paul dengan kerendahan hati dan ucapan syukur menerima panggilan untuk melayani.

Doris dan suaminya, Greg, maju. Mereka telah mengakui iman mereka di dalam Kristus beberapa tahun yang lalu, tetapi hari itu mereka tergerak untuk memperbarui komitmen mereka kepada Kristus dan kepada pasangan masing-masing.

Mimbar itu penuh orang. Mereka menemukan tempat dimana mereka dapat berlutut dan berdoa bersama.

Setelah Doris berdoa, ia berdiri dan tiba-tiba kakinya terasa kaku. Ia terjatuh ke belakang – tepat di pangkuan seorang pemuda tampan yang duduk di deretan depan.

Greg bangkit, dengan hati yang meluap oleh sukacita setelah mengucapkan kembali komitmennya dengan Doris – hanya untuk mendapati istrinya duduk di pangkuan laki-laki lain.

Kekhidmatan itu terganggu karena terdengar suara tertawa geli dari jemaat.

Pendeta Paul segera berbicara di mimbar. “Tuhan,” ia berdoa dengan suara lantang, “Orang yang terjatuh telah dibangunkan oleh kata-kataMu, dan lutut yang lemas telah Kau kokohkan.”. Ia melirik sembari menahan tawa. “Dan bagi mereka yang mencatat kotbahku, kalimat ini diambil dari Ayub 4:4.

Renungan

(Ia) menjaga jalan keadilan, dan memelihara jalan orang-orang-Nya yang setia (Ams 2:8).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: