Berlutut

7 Mar

Garth maju ke altar gereja pada hari Natal setelah mengikuti ibadah yang menyentuh hatinya dan menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat pribadinya. Istrinya, Jeanette, duduk di kursi jemaat, beruraikan air mata yang membasahi pipinya. Selama empat puluh tahun ia selalu mendoakan momen ini.

“Oh Allah, betapa bersyukurnya aku atas belas kasihan dan kebaikan-Mu”, doanya ketika melihat suami terkasihnya membuat komitmen iman. Kehidupan mereka bersama akan segera berubah. Ia tahu itu.

Garth kembali ketempat duduk disampingnya dan menggenggam tangan Jeanette. Matanya bersinar dan tampak kelembutan di sekitar mulut dan dagu yang tidak pernah ada sebelumnya. Jeanette tegetar melihat laki-laki yang berubah ini, yang telah lama berbagi hidup dengannya.

Setelah itu, di lobi gereja, beberapa teman lama maju untuk menyalami dan memberkati Garth atas langkah penting dalam hidupnya ini. Ia sering menemani Jeanette ke gereja, tetapi ia tidak pernah ikut menyanyi atau beribadah.

Pasangan itu memutuskan dan melanjutkan perayaan dengan makan siang di Toko Roti Dan. Saat mereka duduk di sudut favorit mereka, Garth tampak merenung dan wajahnya agak merenggut. Jeanette khawatir ada yang tidak menyenangkan.

Jeanette memegang tangan Garth. “Ada apa ?” Ia bertanya. “Aku menghawatirkan sesuatu.”
“Kamu mau membahasnya ?”. Jeanette merasa jantungnya berdegup terlalu kencang.

“Tampaknya orang Kristen suka menyanyi dan berbicara mengenai jatuh tersungkur. Kalimat ini ada di lagu Natal pagi ini, dan penatua yang berdoa bersamaku memintaku untuk berlutut sehingga ia dapat menumpangkan tangannya diatas kepalaku.”

“Mengapa itu jadi masalah ?” Jeanette bertanya, penasaran dengan kegelisahannya.

“Dengan lutut yang cacat,” ujarnya, “aku khawatir bahwa aku akan mudah terjatuh dan tidak akan dapat berdiri.”

Jeanette tertawa geli, “Allah akan mengerti,” katanya. “Kau akan diberi kesempatan sampai kau menjalani operasi perbaikan lutu bulan depan.”

Renungan

Orang yang jatuh telah dibangunkan oleh kata-kataMu, dan lutut yang lemas telah Kau kokohkan (Ayb 4:4).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: