“Cermin Diri”

20 Feb

Oleh : Brother Nyoman Abednego

Dahulu di sebuah desa kecil jauh, ada tempat yang dikenal sebagai rumah 1000 kaca. Anjing kecil yang bahagia mengetahui tempat ini dan memutuskan untuk mengunjungi. Ketika ia tiba, ia melompat gembira menaiki tangga ke pintu rumah. Ia melihat melalui pintu sambil telinganya mengangkat tinggi dan ekornya bergoyang-goyang.

Sangat mengejutkan, ia melihat ada 1000 anjing kecil lain sedang mengibaskan ekor sepertinya. Ia pun tersenyum dengan hebat, dan ajaibnya yang dilihatnya justru ada 1000 anjing yang tersenyum hangat dan ramah seperti dirinya. Saat ia meninggalkan gedung itu, ia berpikir, “Ini adalah tempat yang indah, aku akan kembali dan sering mengunjunginya.”

Di desa yang sama, ada anjing kecil lain yang tidak begitu sesenang dengan yang pertama, namun memutuskan untuk mengunjungi rumah 1000 kaca. Dengan perlahan-lahan, anjing yang kedua ini pun menaiki tangga dan menunduk rendah sambil menatap pintu. Ketika ia melihat ke dalam ternyata ada 1000 anjing yang tampak tidak ramah menatap ke arahnya, ia menggeram pada mereka dan merasa ngeri melihat 1000 anjing kecil menggeram ke arahnya. Saat dia pergi meninggalkan gedung, ia berpikir, “Ini adalah tempat yang mengerikan, dan aku tidak akan pernah kembali ke sana lagi.”

“Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu.” (Amsal 27:19)

Sahabat, seluruh manusia di dunia ini adalah cermin bagi diri kita.
Refleksi apa yang ingin kita lihat dari orang-orang yang kita temui?

Orang-orang tersenyum kepada kita atau justru kita melihat wajah-wajah yang memperlihatkan bahwa mereka sedang mengalami banyak masalah dan beban?

“Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.” (Matius 7:12)
Jadi kalau kita ingin mendapatkan keramahan, senyuman& sapaan kasih, berlakulah kepada sesama dengan ramah, selalu tersenyum dan dahului dalam menyapa dengan penuh kasih.

Untuk memiliki wajah yang selalu memancarkan sukacita, kita harus memiliki hati yang selalu bersukacita. Hati adalah sumber dari mimik wajah yang akan kita perlihatkan kepada orang lain. Ketika Kristus tinggal di dalam hati kita maka kita akan dapat selalu bersukacita dalam segala situasi dan kondisi.

Orang yang di dalam hatinya ada Tuhan Yesus, wajahnya selalu berseri-seri.

Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat. (Amsal 15:13)

Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang. (Amsal 17:22)

Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang. (Amsal 14:30)

Tuhan Yesus memberkati saudara/i& sahabatku semua beserta keluarga… JBU+JLUall&Fam🙂

Sobat Kasih Setia, saya sangat merindukan untuk membuka gereja GBI Kasih Setianya. Saya mohon dukungan dan doa sobat – sobat semua untuk mendukung memperluas kerajaan Sorga.

Dan bagi sobat – sobat yang rindu untuk berpartisipasi dalam pendanaan dapat mengirimkan bantuannya
ke Rekening : BCA
Atas nama : YANTO WIJAYA KUSUMA

NO REK : 345-2628705

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: