Apapun yang terjadi harus tekun dan sabar dalam menghadapi sesama

18 Feb

 

Seringkali dalam hubungan kita dengan sesama manusia baik di keluarga maupun di masyarakat, kita sering menemukan ketidak sempurnaan atau kesalahan yang terkadang membuat hati kita dongkol ataupun jengkel sehingga kita memiliki response yang negatif dalam menghadapi masalah kita. Respon kita cenderung mencibir, membicarakan kesalahan orang, mengucilkan sesama kita, menjauhi sesama kita seperti penyakit yang menular. Seringkali kita diingatkan firman Tuhan di Mat 7:3 “Mengapa engkau melihat sesumbar di mata saudaramu, padahal balok yang ada di matamu sendiri tidak kaulihat?

Ketika kita menyadari bahwa setiap kita tidaklah sempurna dan ketika kita menemukan kesalahan. Itu semata – mata ada satu kebutuhan untuk diperhatikan, diterima ataupun untuk didengar. Saat kita menyadari kebutuhan ini, kita menyadari bahwa kebutuhan ini dapat di dipenuhi dengan memberikan pembinaan. Dengan adanya pembinaan, kita akan merasa diterima, berguna dan dapat menyalurkan segala kreatifitas dan aspirasi kita. Dengan memberikan pembinaan rohani, kita melakukan amanat Tuhan Yesus untuk mengasihi sesama seperti Tuhan Yesus mengasihi.

Ada pepatah sunda yang terkenal “Cikaracak ninggang batu laun laun jadi dekok” yang artinya dalam menghadapi orang, kita harus tekun dan sabar seperti air yang menetes terus menerus diatas batu yang lambat laun dapat melubangi batu. Sering kita melihat kesalahan dari pemimpin kita dan reaksi kita pasti membicarakan ataupun menjatuhkan pemimpin kita tersebut. Tetapi dari peribahasa sunda kuno ini kita dapat belajar bahwa tidak ada usaha yang sia – sia seperti seorang janda yang terus minta keadilan terhadap hakim yang jahat yang pada akhirnya karena merasa terganggu hakim jahat itu mau juga memberikan keadilan kepada janda miskin tersebut.

Selamat mengasihi sesama dengan melakukan pembinaan rohani yang tekun seperti air yang terus menetes yang pada akhirnya dapat melubangi batu. Kiranya renungan singkat ini dapat menjadi berkat. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: