Lebih Berharga dari Batu Permata

12 Feb

Ada seorang wisatawan sedang berwisata di sebuah hutan. Pada suatu hari, ketiga dia berada di pinggir sungai ia menemukan sebutir batu permata. Wisatawan ini lalu memungut batu permata ini dan memasukkannya kedalam ranselnya.

Keesokan harinya, dia bertemu dengan seorang pejalan kaki yang dalam keadaan sedih dan kuyu.

Pejalan kaki ini bercerita kepada wisatawan ini bahwa dirinya adalah seorang pedagang, tetapi beberapa waktu yang lalu telah bangkrut, kehidupan pribadinya juga mengalami masalah.

Kali ini dia keluar berwisata adalah untuk memperbaiki suasana hatinya, tidak disangka dia tersesat dalam hutan ini, semua perbekalan yang dibawa telah dimakan habis, sekarang dia sangat kelaparan dan kehausan.

Mendengar ceritanya wisatawan ini tanpa sangsi mengeluarkan perbekalan yang tersisa sedikit membagi makan dengan pejalan kaki ini.

Ketika wisatawan ini membuka tas ranselnya, pejalan kaki ini melihat batu permata yang terdapat dalam ranselnya, lalu berkata, dirinya sekarang sangat mengharapkan akan mendapat bantuan modal supaya dapat memulai bisnis lagi.

Wisatawan ini mengeluarkan batu permatanya tanpa sangsi menyerahkan kepada pejalan kaki ini.

Pejalan kaki ini sangat gembira, setelah wisatawan ini meninggalkannya, dia memeriksa batu permata ini. Ini ada sebutir batu permata yang sangat berharga, jika dijual, akan cukup membiaya sisa hidupnya.

Pedagang ini dengan gembira merayakan keberuntungan nasibnya, tetapi hatinya merasa tidak enak, kenapa wisatawan ini terhadap permata yang demikian berharga sedikitpun tidak pelit.

Beberapa hari kemudian, kedua orang ini bertemu lagi, begitu bertemu, pedagang ini mengembalikan permata berharga ini kepada wisatawan ini. Dia berkata kepada wisatawan ini,

“Setelah engkau meninggalkan saya, saya berpikir sampai lama, di dalam diri kamu ini ada barang apakah sehingga  bisa dengan tidak pelit menyerahkan kepada saya batu permata yang berharga ini?

Saya berpikir, barang ini pasti lebih berharga dari batu permata, benda itu mungkin lebih saya
butuhkan.”

Mat 13:44 “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.

Yesus adalah harta yang terpendam ataupun Harta yang lebih berharga dari permata. Bagi sobat yang belum mengenal dan menerimanya, saya mengundang anda berdoa :

“Tuhan Yesus saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan juru selamat. Masuklah kedalam hati saya. Ampunilah Dosa saya. Dalam Nama Yesus. *•._.•A•O:)•M•<3•I•(*)•N•({})•!!!•._.•*."

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: