Bersyukurlah, Jgn memikirkan Perkara yang Terlalu Tinggi

1 Feb

Ada seekor anak burung unta yg ingin belajar terbang, Ia merasa malu karena orang tuanya tidak bisa terbang, sedangkan sejak dilahirkan Ia sering mengamati burung-burung lain yg dapat terbang kesana-kemari.
sedangkan mereka kawanan burung unta, hanya bisa berlari kesana-kemari, menari dan berputar-putar.

Akhirnya ketidakpuasan melanda dirinya. Ia pergi meninggalkan komunitasnya dan berguru pada burung gereja. Kawanan burung gereja pun menertawakannya dan meninggalkannya.

Ia pantang menyerah, terus mencari guru baginya untuk bisa terbang, dan pergi menemui kawanan burung beo, burung beo berkata:

”Aku sejak lahir sudah punya sayap, tetapi aku hanya dilatih untuk bicara, hidup dalam kandang, bagaimana bisa terbang? orang membutuhkan suaraku, bukan keindahanku dalam mengepakan sayapku.”

Lalu Anak Burung unta tersebut, masih penasaran mencari burung elang, dan sampainya disana, burung elang dengan sombongnya berkata:” lihat badanmu yang begitu besar, bagaimana kau bisa membawa badanmu yang berat itu untuk mengarungi angkasa raya? Sudah jangan bermimpi…. pulang sana!”

Ia pun pergi menemui burung pemakan bangkai. Lalu Kawanan burung nasar itu melihat santapan lezat dan berkata:”kami akan mengajarimu terbang dari puncak bukit ini dan terjun ke jurang dibawah sana dengan mengepakan sayapmu… sekarang berlarilah sekuat tenaga untuk terbang dari puncak tebing ini untuk sampai di dasar jurang sana, lalu kembali terbang ke atas sini”

Apa yang terjadi? Burung onta itu jatuh ke dalam jurang dan menjadi mangsa empuk bagi para burung nazar yang kelaparan.

Seandainya burung unta itu dapat menerima kelebihan dan kekurangan dirinya, maka ia akan hidup bahagia, menghibur semua orang di kebun binatang dengan keanggunan tariannya, membuat dirinya di hargai sebagai burung ‘balerina’ atau ‘penari handal’, atau pun sebagai ‘burung pelari marathon’. Tetapi semua berubah mengenaskan karena kebodohannya dan ketidakpuasan dirinya…

1 Tes 4:18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Roma 12:16 Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: