Jangan Hanya Jatuh Cinta, Tapi Bangunlah Cinta

7 Jan

Oleh Nyoman Abednego

Mengapa orang menikah?

Karena mereka jatuh cinta.

Mengapa rumah tangganya kemudian bahagia?

Apakah karna jatuh cinta?

Bukan!!!

Tapi karena mereka terus bangun cinta.

Jatuh cinta itu gampang, 10 menit juga bisa.

Tapi bangun cinta itu susah sekali, perlu waktu seumur hidup.

Mengapa jatuh cinta gampang?

Karena saat itu kita buta, bisu dan tuli terhadap keburukan pasangan kita. 

Tapi saat memasuki pernikahan, tak ada yg bisa ditutupi lagi.

Dengan interaksi 24 jam per hari, 7 hari dalam seminggu, semua belang tersingkap..

Disini letak perbedaan jatuh cinta dan bangun cinta.

Jatuh cinta dalam keadaan menyukai.

Namun bangun cinta diperlukan dalam keadaan jengkel.

Dalam keadaan jengkel, cinta bukan lagi berwujud pelukan, melainkan berbentuk itikad baik dalam memahami konflik dan bersama-sama mencari solusi yang dapat diterima semua pihak.

Cinta yang dewasa tak menyimpan uneg-uneg/ ganjalan dalam hatinya, walau ada beberapa hal peka untuk bisa diungkapkan seperti masalah keuangan, orang tua dan keluarga atau masalah sex..

Namun sepeka apapun masalah itu perlu dibicarakan agar kejengkelan tak berlarut-larut.

Syarat untuk keberhasilan pembicaraan adalah kita bisa saling memperhitungkan perasaan.

Jika suami istri saling memperhatikan perasaan sendiri, mereka akan saling melukai.

Jika dibiarkan berlarut, mereka bisa saling memusuhi dan rumah tangga sudah berubah bukan surga lagi tapi neraka.

Apakah kondisi ini bisa diperbaiki?

Tentu saja bisa, saat masing-masing mengingat komitmen awal mereka dulu apakah dulu ingin mencari teman hidup atau musuh hidup.

Kalau memang mencari teman hidup kenapa sekarang malah bermusuhan?? 

Mencari teman hidup/ pasangan hidup memang dimulai dengan jatuh cinta.

Tetapi sesudahnya, porsi terbesar adalah membangun cinta.

Berarti mendewasakan cinta sehingga kedua pihak bisa saling mengoreksi, berunding, menghargai, tenggang rasa, menopang, setia, mendengarkan, memahami, mengalah dan bertanggung jawab.

Mau punya pasangan hidup? Jatuh cintalah. Tetapi sesudah itu bangunlah cinta.

Bagaimana caranya membangun cinta?

Setiap kita atau pasangan kita tentunya ingin menjadi pendamping yang baik bagi pasangannya.

Nah, apakah selama ini kita sudah menyempatkan diri untuk membenahi sikap agar dapat menjadi pendamping yang dibutuhkan oleh pasangan kita?

Cobalah lakukan beberapa cara berikut dalam membangun cinta, agar hubungan dengan pasangan jadi lebih solid.

Jika selama ini Anda merasa telah memperlakukan pasangan dengan buruk, di bawah ini ada beberapa cara yang bisa membantu Anda memperbaikinya.

Kuncinya sederhana saja dalam membangun cinta! Jika Anda ingin menjadi yang terbaik bagi orang lain, Anda pun harus belajar menjadi yang terbaik bagi diri sendiri.
 
1. Jangan Remehkan Diri Sendiri

Jangan pernah mengatakan Anda bukan yang terbaik bagi pasangan. Sekarang bagaimana dapat dihargai jika Anda sendiri tidak berusaha untuk menaikkan harga diri Anda sendiri.

Satu hal, jangan pernah menyalahkan diri sendiri atas kesalahan di masa lalu karena hal tersebut dapat menghambat Anda untuk mencoba sesuatu yang baru dan menghambat keberhasilan Anda di masa yang akan datang.

Bebaskan dirimu dari belenggu masa lalu. Hiduplah hari ini tuk menciptakan masa depan yg lebih baik. Miliki hati, jadikan berarti.  

2. Landasi Hubungan dengan Kejujuran

Tidak ada satupun hubungan yang sukses jika dibangun dengan kebohongan. Sekali pun pasangan tidak pernah mencari tahu kebenarannya ucapan atau tindakan Anda, namun kebohongan bisa mempengaruhi hubungan Anda berdua. 

3. Lakukan Hal yang Membahagiakan

Coba ingat, berapa kali Anda melakukan hal yang Anda tak sukai hanya untuk menyenangkan atau membahagiakan pasangan. Padahal, jika Anda menyadari, setiap kali Anda melakukan cara itu, sebagian cinta Anda untuk pasangan telah mati.

4. Jangan Pernah Mengecilkan Pasangan

Setiap orang pernah berbuat salah dalam hidupnya dan setiap orang bekerja pada ritme yang berbeda. Jika Anda selalu menghabiskan waktu untuk mengomeli pasangan hanya karena masalah sepele yang menurut Anda keliru, bagaimana Anda dapat mengharapkan pasangan melakukan sesuatu yang benar.

5. Jangan Batalkan yang Telah Anda Janjikan

Kepercayaan sangat penting bagi setiap hubungan. Jika Anda telah menjanjikan sesuatu kemudian Anda batalkan secara sepihak, pasangan pun akan sulit mempercayai Anda kembali.
 
6. Ciptakan Keromantisan

Salah satu indikator kegagalan hubungan adalah kurangnya romantisme. Memang tak semua manusia diciptakan memiliki sifat romantis yang tinggi. Namun untuk mempertahankan hubungan, romantisme sebenarnya bisa dipelajari. Tak harus dengan bunga untuk menunjukkan keromantisan Anda. Sekadar kecupan yang spontan juga dapat dimasukkan ke dalam kategori romantis.
 
7. Selalu Ada Bagi Pasangan

Tidak ada yang lebih penting dalam hidup Anda selain bisa menjalani hidup bersama pasangan. Teman bisa datang dan pergi, tetapi pasangan akan selalu bersama Anda untuk seluruh perjalanan hidup. Jika pasangan sedang memiliki masalah atau memerlukan Anda, tidak ada cara lain, Anda harus berada di sampingnya. 

8. Komunikasi (Ada waktu berbicara & Ada waktunya mendengarkan)

Ini merupakan salah satu kunci utama untuk mendapatkan hubungan yang langgeng. Tak ada masalah yang tak terselesaikan jika didasari dengan komunikasi. Bicarakan segala hal yang menyangkut hubungan Anda berdua, mulai masalah uang hingga urusan-urusan yang lain. Dan ingat beri waktu pasangan Anda untuk berbicara dan Anda mau menjadi pendengar yang baik. Niscaya, takkan ada ganjalan di dalam perjalanan Anda. 

9. Perlakukan Pasangan Dengan Sopan

Panggilah namanya dengan sopan. Janga berteriak, apalagi jika di hadapan banyak orang. Jangan pula perlakukan pasangan dengan tidak baik, melebihi cara Anda memperlakukan teman baik Anda. Junjung tinggi keberadaannya di mana saja Anda berada.

10. Hormati dan Jaga Perasaannya

Baik pada masa pacaran maupun sudah menikah kita wajib mengormati pasangan kita, bahkan denga menghargai sesuatu yang pasangan kita berbuat itu adalah salah satu cara menjaga perasaan pasangan kita.

Jadi, hormati dia sebagai pasangan hidup Anda dan jangan bongkar kejelekannya di hadapan keluarga apalagi teman-teman Anda. Kuncinya, seburuk apapun pasangan di mata Anda, tapi ia harus tetap menjadi yang terbaik di hadapan orang lain.

“Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan.”

“Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.”

“Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada diantara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya, jika mereka melihat bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu.”

“Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu tidak terhalang.” (KOL 3:18-19, 1 PTR 3:1,2&7)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: