Menabur Sambil Mencucurkan Air Mata

24 Des

“Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya”. Mazmur 126:5-6.

Alkitab adalah kitab suci satu-satunya yang memaparkan secara objektif tentang kehidupan manusia. Kekristen tidak terbingkai eksklusif dalam kehidupan yang joyful, happiness tanpa masalah. 

Menjalani kehidupan sebagai manusia yang normal sama dengan manusia yang lain. Persoalan hidup, beban berat, juga mewarnai proses iman Keristenan (entah itu sebagai proses pematangan iman atau akibat dari prilaku yang salah).  Orang percaya tidak kebal dari persoalan tetapi orang percaya selalu menjadi kuat melalui persoalan.

Alkitab mengatakan secara jelas bahwa, ada pengalaman hidup yang harus di lalui dengan penuh air mata (menangis). Yesuspun pernah menangis.

Kesedihan adalah sikap emosional yang sangat sensitif . Orang yang sedang bersedih akan sukar untuk ditemani atau dihibur atau sebaliknya akan sangat membutuhkan teman atau penghiburan.

Mazmur 126:5  Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.

Masalah dan persoalan bisa datang kapan saja tanpa pemisi terlebih dahulu. Adalah sebuah kenyataan dalam kita mengikut Tuhan, bahwa ada perjalanan yang penuh dengan air mata.

Rasul Paulus memberikan pengakuan yang sangat jujur bahwa dalam pelayanannya banyak mencucurkan airmata.

Kisah rasul 20:19  dengan segala rendah hati aku melayani Tuhan. Dalam pelayanan itu aku banyak mencucurkan air mata dan banyak mengalami pencobaan dari pihak orang Yahudi yang mau membunuh aku.

Kesedihan boleh saja mewarnai perjalanan Iman, tapi  pastikan dalam keadaan yang berat sekalipun kita tidak kehilangan pengharapan dan keyakinan bahwa Tuhan pasti menolong.

Sebagai anak anak Tuhan ada keadaan dimana kita diharuskan untuk menabur.

Menabur ketika kita kekurangan

Menabur kasih, kebaikan kepada orang lain sekalipun orang lain tidak mengasihi kita.

Menabur kenyataan yang sekalipun bertentangan dengan kehendak kita.

Keadaan ini sering kali membuat kita harus mencucurkan air mata.

Akan sangat mudah bagi kita untuk mengaminkan segala sesuatu ketika semuanya terpenuhi namun sebaliknya ketika kita merasa hidup ini berat mengaminkan itu terasa sangat berat.

Setiap tetesan air mata dalam keadaan yang berat ketika kita sedang menabur dalam hidup  dan didalamnya kita tidak kehilangan kekuatan dan pengharapan kepada Tuhan, maka kita akan menuai sambil bersorak.

Menabur kebaikan akan menuai kebaikan sambil bersorak-sorak. Kita tidak sekedar menuai apa yang kita tabur melainkan menuai sambil bersorak sorai. Inilah yang membedakan kita dengan orang dunia dalam merespon sebuah keadaan sekalipun dengan linangan airmata kesedihan.

Kesedihan adalah kelemahan yang sering dimaanfaatkan oleh iblis untuk mencuri kekuatan dan pengharapan kita kepada Tuhan.

Iblis akan berusaha menciptkan keadaan yang sebisa mungkin akan membuat kita sedih.

saat kita sedih, maka iblis akan mengirimkan panah-panah apinya untuk menghancurkan iman kita.

Efesus 6:16… panah api dari si jahat, Keragu-raguan, bimbang, dll

Mengambil sikap ketika dalam keadaan yang sedih adalah sangat sensitif, karena akan menentukan akhir dalam persoalan itu sendiri.

Terjadinya keadaan yang stress, depresi yang berkelanjutan menjadi mental illness atau mental breakdown bahkan dalam beberapa kasus terjadi adanya keputusan negatif, putus asa sehingga mengakhiri hidup dengan bunuh diri.

Begitu banyak berita yang mencengangkan dunia ketika orang-orang terkenal sekalipun yang bergelimang kekayaan dan status namun mengakhiri hidup dengan bunuh diri.

Kenapa ini semua harus terjadi ? again, respons terhadap kesedihan adalah penting.

Apakah kita akan mengakhirinya dengan sebuah kemenangan besar dengan kematangan mental dan Iman yang semakin dewasa atau berakhir dengan sebuah kekalahan besar yang tidak cukup dengan sebuah penyesalan.

Tuhan menjanjikan penuaian yang pasti sambil bersorak sorai.

Mazmur 126:6  Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih. Challenge buat kita.

Diwaktu kita sedang mengalami keadaan yang secara emosional sangat berat, sedang menangis  kita diminta untuk maju dan terus maju. Ini adalah pengalaman yang sangat besar karena Firman Tuhan menjamin bahwa PASTI pulang sambil membawa berberkas-berkas.

Ketika dalam keadaan yang penuh airmata mungkin kita akan memilih untuk tidak mundur sehingga kedengaran sangat positif untuk tidak berbuat apa-apa dan diam ditempat.

Bagi orang yang tidak kehilangan Iman dan pengharapan serta keyakinan kepada Tuhan, ijinkan saya ingin mengatakan ini bahwa dalam keadaan seperti ini Allah sedang menikmati peperangan iman kita.

Ia dengan leluasa dapat melihat apa yang tidak dapat kita lihat, Ia mampu melihat ketika iblis sedang berusaha keras namun kalah dan jatuh bangun untuk terus mencoba. Ia tahu pasti bahwa kita sedang mengalami kemenangan.

Saya yakin Allah sedang tersenyum melihat kita yang berlinangan airmata tapi terus maju dan tidak berhenti dan terus menabur.

Setiap tetesan airmata dalam perjalanan pendewasaan rohani bagaikan sedang membasahi setiap benih yang kita tabur sehingga pertumbuhannya semakin subur…FirmanNya mengatakan pasti pulang dengan sorak sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

Keadaan ini digambarkan sangat jelas didalam ayat 1 – 4

Maz, 126:1  Nyanyian ziarah. Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi.

Maz, 126:2  Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: “TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!”

Ketika Tuhan memulihkan GerejaNya, semua akan terasa seperti mimpi, dan belum juga kita mungkin sadar akan kenyataan itu, Allah telah membuat kita tertawa dan Lidah kita akan bersorak sorai.

Sehingga orang lain akan berkata ‘Tuhan telah melakukan perkara besar kepada orang –orang ini”.

Perhatikan hal ini mereka tidak mengatakan bahwa kita hebat, berhasil keluar dari kesedihan tetapi karena TUHAN yang telah melakukannya.

Hal ini penting untuk kita ingat tidak ada -none- manusia yang mampu keluar dari lembah airmata kesedihan jika Tuhan tidak menolongnya.

Pertolongan Tuhan itu PASTI ketika kita tidak kehilangan pengharapan dan keyakinan sehingga lembah airmata akan berubah menjadi bukit-bukit kesukacitaan besar dengan kemenangan yang besar.

Mzm  126:3  TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.

Mzm  126:4  Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb!

Jika orang menikmati dengan melihat saja apa yang Tuhan buat bagi kita bagaimana dengan kita yang menikmati melalui pengalaman itu sendiri. Mari kita bersukacita.

Dalam keadaan yang sedih, meninggalkan jejak yang basah karena linangan airmata. Pengalaman yang berbeda dari setiap orang percaya.

Milikilah telinga rohani yang peka untuk mendengar apa yang Tuhan Yesus katakan :
 
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.” Matius 11:28-30.

Ketika seorang perempuan berdosa membasahi kaki Yesus dengan linangan airmatanya, Yesus berkata dosamu telah diampuni. (Lukas 7)

Mazmur 51:19 Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

Airmata adalah sikap emosional yang positif, Ketulusan, Kesungguhan.

Kita tidak harus merasa malu karena menangis dan meneteskan airmata, setiap tetesan airmata kita yang membasahi  kaki Yesus adalah berarti penghormatan dan pengagungan kepada Tuhan.

Yesaya 58:11  TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan.

Yesus akan memberikan kelegaan.

Bagi anda yang sedang dalam pengalaman lembah airmata, saya setuju bahwa beban itu memang berat tetapi ketika kita meresponi secara positif.

Yesus tidak akan membiarkan anda memikulnya sendirian atau membiarkan beban itu menekan kehidupan anda.

Yesus memastikan bahwa tidak selamanya orang benar dibiarkannya goyah (Maz, 55:23). Pasti kita akan bersorak sorai dengan hasil panen yang luar biasa.

Tuhan Yesus memberkati Anda . . .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: