Cita-Cita Papa – Isi Hati Papa

21 Des

Seorang bapak muda, sedang bermain dan menggendong anaknya, melihat kebeningan mata anaknya, dalam buaian kursi santai, bapak muda itu bersenandung dan bercerita…

Anakku sayang, papa mau bercerita tentang seseorang yang bernama AYAH.

Kenapa papa pengen cerita tentang ayah, karena Papa punya satu cita-cita untuk AYAH, dan papa selalu berdoa agar kelak nanti ananda juga mempunyai cita-cita seperti papa ini…

Apa itu cita-cita papa buat AYAH, Nanti diakhir cerita ini ananda akan tahu apa cita-cita papa buat AYAH

AYAH itu mengajari papa apa itu arti kesehajaan, kesederhanaan, kesabaran dan keikhlasan.

Ayah sampai saat ini setia dengan kumpulan kertas dan pulpen yang digunakannya untuk menulis, bukan karena Ayah pelit atau irit, tapi bagi ayah menggunakan kertas dan pulpen itu lebih menarik. AYAH tetap memilih setia dengan kumpulan kertasnya..

Anakku sayang, papa selalu berdoa, agar kamu bisa melihat senyum AYAH, senyum khas yang selalu diberikan AYAh di-setiap keadaan apapun.

AYAH tidak pernah mengajari papa apa itu yang namanya ikhlas, tapi melihat senyum AYAH, papa tahu apa artinya ikhlas.

Papa pengen sekali punya senyum seperti senyum AYAH, senyum keikhlasan, senyum kesabaran dalam menghadapi semua keadaan hidup.

Anakku sayang, kelak akan kuajarkan kepadamu bagaimana cara bersyukur, iyaa betul sayang, papa belajar bagaimana cara bersyukur dari AYAH.

AYAH yang berangkat dari sebuah desa kecil, menuju kota besar untuk menuntut ilmu. Selalu bersyukur, dengan segala kekurangannya AYAH mampu menyelesaikan pendidikannya.

AYAH pernah bercerita kepada papa, saat itu AYAH rela menempuh perjalanan darat jauh dari kampungnya ke kota.

AYAH ikhlas puasa agar bisa menyambung hidup, AYAH juga harus rela masak sendiri dengan bekal bahan baku sendiri yang dibawa dari kampung.

Dan akhirnya AYAH juga harus ikhlas meninggalkan kota besar untuk menuju sebuah kota diujung timur negeri ini untuk berbakti kepada bangsa, negara. Dan semua itu dijalani AYAH dengan rasa syukur

AYAH itu sangat berani dan sangat jujur anakku, bukan berani dalam melakukan hal-hal yang negatif tentunya.

AYAH sangat berani mengatakan kebenaran, AYAH pernah cerita demi nama baik pribadi dan nama baik keluarga, AYAH harus menolak perintah atasannya untuk berbuat curang, walaupun dengan konsekuensi hubungan AYAH dengan Pimpinannya yang menjadi renggang.

AYAH juga sangat jujur, jujur mengatakan apa adanya, walaupun itu kadang berseberangan dengan keputusan keluarga.

Anakku sayang, yang namanya AYAH itu sangat dermawan, paling tidak bisa melihat keluarganya menderita, jika ada kelebihan rezeki, AYAH selalu adil untuk berbagi dengan keluarganya.

Oh iya, papa ingat, AYAH waktu tugas di luar kota mempunyai langganan Panti Asuhan. AYAH baru saja bercerita sama papa, waktu di-Jogja kebetulan AYAH mendapat Amanah untuk menduduki jabatan bagus, tapi jabatan ini banyak resikonya.

AYAH sering mendapat pemberian-pemberian yang tidak seharusnya, dan kadang tidak dapat ditolak langsung oleh AYAH, tapi, pemberian-pemberian tersebut tidak akan diambil dan dibawa pulang kerumah, sebelum pulang kerumah, AYAH selalu membawa pemberian-pemberian tersebut ke Panti Asuhan langganan Ayah.

Anakku sayang, bercerita tentang AYAH tidak akan ada habis-habisnya.

Sayang, Hobby papa adalah bermain bola, sepertinya hobby itu menurun dari AYAH,. Setiap bermain Bola, seakan-akan ada bayangan AYAH dihadapan papa, AYAH selalu mendukung hobby papa ini, dari memberikan uang untuk membeli sepatu bola, sampai-sampai setiap papa pulang main bola, AYAH selalu menanyakan bagaimana hasilnya.

Tidak hanya bermain Bola, papa juga sangat menikmati waktu berdua dengan AYAH saat menonton bola, dari saling membangunkan saat menonton siaran langsung sepakbola dinihari, sampai duduk bareng berbicara tentang kehebatan seorang Christian Ronaldo, lionel Messi, yang ujung-ujungnya AYAH kembali bercerita tentang jaman kejayaan AYAH waktu muda saat bermain bola.

Berbicara tentang sepakbola, papa merindukan melihat foto-foto hitam putih milik AYAH saat bermain bola.

Anakku sayang, berkat AYAH juga papa menjadi seorang yang pemberani, berkat AYAH juga papa telah diberi kesempatan untuk berkeliling dan melihat beberapa kota dinegara kita yang sangat indah ini.

Semua ini bermula saat papa masih kelas 2 SMP, AYAH sudah berani memberangkatkan papa sendiri ke Kota Besar untuk menuntut ilmu.

Dari sini papa menjadi seseorang yang berani, berani melihat dunia dari sisi lain. Diusia yang masih remaja tanpa didampingi orang tua, dan saat papa sudah mulai mandiri dan bekerja, papa menjadi seseorang yang berani yang ditempatkan diwilayah yang jauh dari orang tua dan saudara..

Jangan khawatir sayang, nanti akan papa ceritakan keindahan negeri kita tercinta ini juga.

Anakku sayang, papa berdoa dan berharap, ananda masih bisa mendengar suara indahnya AYAH, tapi bukan waktu AYAH nyanyi lho nak, Puji Tuhan nanti kalau ketemu AYAH, pasti ananda akan di-gendong AYAH dan dengarkanlah suara indah AYAH dari lantunan Mazmur Firman Tuhan.

Menurut papa, suara AYAH saat menyanyi sangat indah

Anakku sayang, Papa sangat rindu dengan AYAH, papa rasanya ingin memeluk AYAH seperti saat ini papa memelukmu.

Cita-Cita Ayah buat Papa adalah, papa ingin menjadi bagian dari diri AYAH saat masuk Surga nanti. Dan hanya satu cara untuk masuk surga adalah menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat. (Yoh 14:6).

Anakku sayang,
Anakku sayang, AYAH ini adalah bapaknya papa, atau Kakek Kamu.

Ananda harus bangga karena menjadi bagian dari keturunan KAKEK dan mempunyai Kakek seperti AYAH.

Anakku sayang, kelak jika kau sudah besar dan dewasa, tolong wujudkan cita-cita papa, seperti saat ini papa berusaha mewujudkan cita-cita AYAH..

Dan untuk saat ini, papa berjanji kepadamu nak, papa akan merawat, mendidik dan membesarkanmu seperti cara AYAH merawat, mendidik serta membesarkan papa dengan Cara Kesederhanaan, Kesehajaan, Kesabaran, kerjakeras serta senyuman yang papa dapat dari AYAH.

Anakku sayang, saatnya kita istirahat, nanti papa akan bercerita yang banyak lagi tentang AYAH.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: