Karangan Bunga Spesial

23 Nov

Ayub 23:10 Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.

Amsal 24:10 Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.

Emilia baru saja menikmati kehidupan yang sangat menyenangkan. Keuangan cukup, kesehatan baik, pekerjaan suami diberkati, para sahabat memedulikannya.

Tetapi pada bulan ke-4 kehamilannya, ia mengalami kecelakaan sehingga harus kehilangan janin yang ada dalam kandungannya. Seolah tidak cukup, perusahaan tempat suaminya bekerja terancam kebangkrutan. Saudaranya yg setiap tahun datang mengunjunginya, di hari ucapan syukur kali ini tidak bisa datang.

Salah seorang teman Emilia menganjurkan agar ia mengucap syukur atas semua kejadian yang ia alami, karena itu akan mendewasakannya. “Mengucap syukur ? Apa yg hrs disyukuri ? Aku nmengalami banyak hal buruk”, gumamnya dalam hati.

Pagi itu Emilia mendatangi toko bunga. “Aku pesan sebuah karangan bunga,” katanya. “Untuk hari ucapan syukur ?” Tanya penjaga toko. “Tidak, rasanya tdk ada yg perlu disyukuri, beberapa bulan belakangan ini, aku mengalami banyak kejadian yang menyesakkan,” Jawab Emilia.

“Oh, mungkin kau mencoba karangan bunga spesial ? Salah seorang pelanggan kami sangat menyukainya karena karangan bunga itu bercerita banyak mengenai jalan hidupnya,” kata penjaga toko menawarkan.

Sementara mereka berbincang, seorang bernama Barbara masuk “Aku mau mengambil pesananku, apakah sudah selesai ?”

“Tentu, aku sudah menyiapkannya. Mau dimasukkan ke dlm kotak atau tidak ?” Kata penjaga toko.

“Tidak, terima kasih,” jawab Barbara. Penjaga toko pun mengambik karangan bunga pesanan Barbara. Karangan bunga yang lain dari yang lain, hanya rangkaian cabang-cabang mawar beserta durinya, dan tak satupun kelihatan bunga disana.

Emilia menatap heran. Penjaga toko menjelaskan kepada Emilia, “Tiga tahun yg lalu Barbara datang ke toko ini dgn perasaan seperti yang kau alami saat ini. Ia tdk ada alasan untuk bersyukur. Ayahnya meninggal, anaknya terjerat narkoba, usaha keluarga gagal, dan ia sendiri harus menjalani operasi besar.

Aku pun pernah punya pengalaman yang sama. Aku kehilangan suami dan anakku, tdk ada keluarga yg dekat, hutangku menumpuk, dan utk pertama kalinya aku menjalani seorang diri,” tutur penjaga toko.

“Lalu apa yang kau lakukan ?” Tanya Emilia. “Aku belajar mengucap syukur bukan hanya untuk ‘bunga-bunga’ melainkan juga untuk ‘duri-duri’ dalam hidupku, karena itu penting untuk mendewasakanku.”

“Kalau begitu, aku pesan karangan bunga spesial itu sebagai ucapan syukurku” ujar Emilia dengan senyum yang manis dan penuh sukacita.

Bersyukurlah dan jangan tawar hati ketika dalam kesesakan. Jika selama kita hanya bersyukur untuk keadaan yang menyenangkan, kini saatnya kita belajar bersyukur untuk keadaan yang tidak menyenangkan.

Disaat melalui lembah kekelaman kita akan menikmati penghiburan dan pemeliharaan khusus, shg kita semakin mengenal Dia.

DOA

Bapa, tambahkan kekuatan dan penghiburan setiap waktu agar aku mampu melalui tantangan hidup dgn tetap bersyukur. Dalam nama Tuhan Yesus aku mohon,

*•._.•A•O:)•M•<3•I•(*)•N•({})•!!!•._.•*.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: