Aku Ingin Alkitab

17 Nov


Mazmur 119:159 “Aku memikirkan jalan-jalan hidupku, dan melangkahkan kakiku menuju peringatan-peringatan-Mu.”

Mazmur 119:65  Kebajikan telah Kaulakukan kepada hamba-Mu, ya TUHAN, sesuai dengan firman-Mu.

Kisah berikut ini terjadi beberapa waktu silam di Amerika Serikat. Seorang kakek berkulit hitam dengan tubuh yang bungkuk berdiri di depan pintu kantor lembaga Alkitab. Kebetulan di depan pintu kantor lembaga Alkitab. Kebetulan pintu kantor terkuak sedikit. Dari dalam tersengar suara seorang pemuda dari balik meja,

“Silahkan masuk Kek, ada yang bisa dibantu ?”  Pemuda yang ramah itu juga adalah orang Amerika yang berkulit hitam.

Kakek itu melangkahkan kakinya dengan tertatih tatih, sepadang kaki yang dibalut sepatu butut dan pakaian

yang dikenakannya adalah pakaian usang. “Apakah kalian menjual Alkitab, Nak ?”  tanyanya.

“Betul Kek,” Jawab pemuda dibalik meja,

“Sebelumnya aku ingin bercerita, maukah engkau mendengarnya ?” pinta sang kakek.

“Tentu, ceritakanlah Kek.” Jawab sang pemuda penasaran.

“Aku masih ingat masa perbudakan dulu. Aku terlahir sebagai seorang budak dan majikanku berkata di perkebunannya tidak boleh ada budak yang belajar membaca dan menulis Tapi aku ingin  sekali belajar, sehingga aku nekad melakukannya. Tidak jarang aku dicambuk jika kedapatan memegang buku. Tapi itu tidak membuatku jera.” Tutur sang kakek sambil ketawa. Lalu ia melanjutkan ceritanya,

Setelah itu,aku dan ayahku mengabdi kepada anak majikanku yang sudah berkeluarga. Anaknya ini beda, ia mengijinkan budaknya belajar membaca agar bisa membaca Alkitab. Aku semakin bersemangat, aku membaca Alkitab dan berusaha melakukan perintah Tuhan yang kubaca. Sayang sekali, sekarang aku tidak punya Alkitab lagi. Aku tidak kuat lagi bekerja untuk mendapatkan Alkitab, tapi aku masih bisa membacanya jika saja aku memilikinya.

Pemuda itu terdiam sejenak sambil berpikir mengenai beberapa persediaan Alkitab yang bisa diberikan secara cuma-cuma.

“Aku tidak mampu membeli Alkitab, Nak, tapi bisakah aku mendapatkan Alkitab dengan bermain suling ? Ya, aku bisa bermain suling Nak.” kata sang kakek. Maka terdengarlah suara suling nan merdu menggema di seluruh ruangan kantor lembaga Alkitab. Pria muda segera membuka lemari dan memberikan sebuah Alkitab kepada sang kakek. Seketika itu juga permainan suling sang kakek terhenti. Matanya berkaca-kaca  memandangi Alkitab diatas meja seraya berkata :

“Aku bisa memperolehnya tanpa membayar Nak ?”

“Sesungguhnya Kakek sudah membayarnya ketika dulu Kakek berani dicambuk hanya karena belajar membaca,” sahut sang pemuda ramah. Kakek  itu berjalan pulang sambil membaca lembaran-lembaran Alkitab dengan penuh semangat.

Begitu indah jika semua orang percaya memiliki kerinduan yang sama untuk membaca firman Tuhan. Salah satu ukuran kecintaan kita kepada Tuhan adalah keinginan yang besar untuk membaca, mempelajari dan mendengarkan firman Tuhan. Melalui firman Tuhakn kita akan mengerti kehendak-Nya, mengetahui janji-janji_nya, dan mendapatkan tuntunan serta kekuatan setiap hari. Mulailah membaca firman Tuhan dengan setia!

 
 

DOA

Tuhan, beriku hati yang haus akan firman-Mu. Biarlah membaca dan mempelajari firman-Mu menjadi kesukaanku setiap saat. Dalam nama Tuhan Yesus aku mohon. Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: