“TUHAN, di manakah ENGKAU tinggal?”

8 Nov

Yoh 1 : 38-39

(38) Yesus menoleh ke belakang, dan melihat mereka sedang mengikuti Dia. Ia bertanya, “Kalian mencari apa?” Jawab mereka, “Rabi, di manakah Rabi tinggal?”

(39) “Mari lihat sendiri,” kata Yesus. Mereka pergi dengan Dia dan melihat di mana Ia tinggal.

“Suatu malam saya bermimpi. Dalam mimpi itu saya melihat YESUS membawa aku berjalan keliling. Karena tidak tahu arah tujuan perjalanan kami maka saya bertanya : “GURU, di manakah ENGKAU tinggal?”. IA cuma berkata : “Kau ingin melihat di mana AKU tinggal? Mari! Ikutlah AKU!”.

IA membawa aku ke kamp refugi di mana ada begitu banyak orang menanti penuh cemas butir-butir makanan buat mengisi perut mereka. Sambil menunjuk ke arah orang-orang tersebut, YESUS berkata : “Mereka semua mengingatkan AKU akan masa pelarian AKU dari Betlehem ke Mesir. Maria ibu-KU sering bernostalgia tentang nasib pedih yang harus kami lalui di Mesir, suatu kehidupan di tanah asing tanpa identitas yang legal dan jelas seperti mereka ini. Ketahuilah, AKU tinggal di sini bersama mereka”.

IA juga membawa saya ke rumah sakit. Sekali lagi IA berkata : “Ketika memikul salib-KU ke Golgota, AKU mengalami nasib seperti mereka ini, menghadapi hidup yang seakan tanpa harapan. Masih ingatkah engkau ketika saya berteriak di Taman Zaitun meminta agar piala kepahitan itu beralih daripada-KU? AKU yakin merekapun sering mengulangi lagi teriakan-KU itu. Ketahuilah, AKU juga ada di sini bersama mereka. Mereka tidak sendirian”.

YESUS lalu menbawa saya ke sebuah pabrik di mana ada banyak karyawan bekerja dan berkata : “Mereka kadang-kadang di perlakukan secara tidak adil oleh majikan mereka. Mereka kerap kali harus bekerja lembur tanpa gaji yang sesuai. Mereka juga mengingatkan kehidupanku sendiri yang bekerja sebagai tukang kayu, yang harus bekerja seperti seorang buruh kasar. Ketahuilah, AKU juga ada di sini bersama mereka”.

Kami tiba di sebuah gereja yang sangat megah dengan tabernakel yang sangat indah. Banyak orang keluar dan masuk gereja ini untuk memasang lilin dan berdoa di sana. YESUS lalu bergumam : “AKU juga hidup di sini. Tapi sayangnya, banyak orang mau agar saya di kandangkan di tabernakel ini hanya untuk di keluarkan seminggu atau beberapa minggu sekali”, kata-NYA dengan wajah sedih.

Namun tiba-tiba air muka-NYA berubah cerah dan berkata dengan penuh antusias : “Tahukah engkau? ada satu tempat di mana AKU belum pernah pergi “. IA mengangkat sesuatu, seperti selembar foto, dan di tunjukkannya ke arah ku. Oh…ternyata itu adalah sebuah cermin dan saya melihat bayangan diriku sendiri di dalamnya. IA lalu bertanya : “Apakah engkau memiliki kunci untuk masuk ke ruangan yang baru saja kamu lihat? AKU ingin masuk dan tinggal di sana walau hanya cuman sebentar “. 

TUHAN…!!! Bantulah aku untuk menbuka pintu hatiku bagi-MU. Lebih dari itu, bantulah aku untuk mengetahui bahwa ENGKAU sesungguhnya telah ada di dasar batinku dan menantikan kehadiranku di sana. 

Posting  By Pondok Renungan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: