Melayani hingga Tuhan Dipuaskan

7 Nov

Oleh : Bp Pdt. Jenri Palembong

Teks : Yoh 13:4-9.

Yoh 13:4 Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya,

Pendahuluan
Semua anak Tuhan dibawa melayani Tuhan. Melayani sampai Tuhan puas ?

Kata Tanya : Bagaimana sampai Tuhan puas ? Sampai konteks pada tahap pengenalan akan Tuhan seperti Ayub.

Beberapa hal Pelayanan Pembasuhan kaki yang memuaskan Tuhan:

1. Pelayanan karena Karakter. Yaitu : Kerendahan hati. Yesus meneladani membasuh kaki murid. Pelayanan yang rendah. Hati adalah dasar seperti : Hati yang gembira adalah obat. Jadi dasarnya dari hati. Jangan melayani karena profesional.

Contoh : Samuel ketika memilih bukan Eliab tapi Daud krn melihat karakter. Perkataan Daud lebih baik satu hari di rumahMu daripada seribu Tahun ditempat lain. Yang terpenting adalah bergaul karib dgn Allah.

A. Melayani Krn Kebutuhan bukan alternatif.

Kesaksian : Tuhan bukan alternatif. Pengusaha Kapal di Medan bangkrut krn melanggar komitmen kpd Tuhan.

B. Pelayanan itu kesempatan emas.
Contoh : Pelayanan Maria mengurapi Yesus dgn minyak Narwastu yang mahal. Kata Yudas : Pemborosan. Maria melihat sbg kesempatan emas untuk meayani Yesus sbg Tuhan yang maha kuasa. Kisah Maria dan Marta.

2. Sifat pelayanan kita untuk Melayani bukan dilayani. Yesus yang membasuh kaki muridnya bukan untuk dilayani. Kalo mau menjadi yg terbesar hendaklah menjadi hamba bagi semua.

A. Berfokus kepada Tuhan yg dipuaskan sekalipun hatiku batinku hancur lenyap gunung batuku. Aku akan tetap melayani Tuhan. Seperti perkataan Paulus meninggalkan yang dibelakang dan berfokus pada Tuhan.

B. Menempatkan Tuhan diatas segala apa yang dia perlilkan. Contoh : janda sarfat. Elia dipelihara Tuhan tapi masih minta ke janda sarfat. Karena hamba Tuhan meminta. Maka ia pun melayani bukan untuk dilayani. Akibatnya kehidupan janda sarfat dipelihara Tuhan.

3. Melayani itu ukurannya adalah pengorbanan bukan sukses.
Ukuran sukses itu relatif tapi pengorbanan itu mutlak seperti Paulus. 2 Kor 4:16-18 dari penderitaan ringan (melalui pengorbanan). Orang yg menabur dgn air mata menuai bersorak sorai.

Kesimpulan : Terkadang menjadi anak Tuhan melalui kesukaan kita tapi untuk menyukakan hati Tuhan seperti lagu suka sukanya Tuhan, sekalipun aku berjalan dlm lembah kekelaman tgn Tuhan menopang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: