“I LOVE MY FAMILY”

5 Nov

Saya bersenggolan dengan seorang yang tidak dikenal ketika ia lewat..

“Oh, maafkan saya” adalah reaksi saya.

Ia berkata, “Maafkan saya juga; Saya tidak melihat Anda.”

Orang tidak dikenal itu dan juga saya, berlaku sangat sopan. Akhirnya kami
berpisah dan mengucapkan selamat tinggal.

Namun cerita lainnya terjadi di rumah, lihat bagaimana kita memperlakukan orang-orang yang kita kasihi!

Pada hari itu juga, saat saya tengah memasak makan malam, anak lelaki saya berdiri diam-diam di samping saya.

Ketika saya berbalik, hampir saja saya membuatnya jatuh. “Minggir!” kata saya dengan marah.

Ia pergi, dengan hati kecilnya hancur.
Saya tidak menyadari betapa kasarnya kata-kata saya kepadanya.

Ketika saya berbaring di tempat tidur, dengan lembut hati kecilku berbicara padaku,

“Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kau kenal, etika kesopanan kamu gunakan,
tetapi anak-anak yang engkau kasihi, sepertinya engkau perlakukan dengan sewenang-wenang.
Coba lihat ke lantai dapur, engkau akan menemukan beberapa kuntum bunga dekat pintu.”

“Bunga-bunga tersebut telah dipetik sendiri oleh anakmu; merah muda, kuning dan biru.

Anakmu berdiri tanpa suara supaya tidak menggagalkan kejutan yang akan ia buat bagimu, dan kamu bahkan tidak melihat matanya yang basah saat itu.”

Seketika aku merasa malu, dan sekarang air mataku mulai menetes.

Saya pelan-pelan pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat tidurnya, “Bangun, nak, bangun,” kataku.

“Apakah bunga-bunga ini engkau petik untukku?”

Ia tersenyum, ” Aku menemukannya jatuh dari pohon. ”

“Aku mengambil bunga-bunga ini karena mereka cantik seperti Ibu.
Aku tahu Ibu akan menyukainya, terutama yang berwarna biru.”

Aku berkata, “Anakku, Ibu sangat menyesal karena telah kasar padamu;
Ibu seharusnya tidak membentakmu seperti tadi.”

Si kecilku berkata, “Oh, Ibu, tidak apa-apa. Aku tetap mencintaimu. ”

Aku pun membalas, “Anakku, aku mencintaimu juga, dan aku benar-benar menyukai bunga-bunga ini, apalagi yang biru.”

Sahabat, terkadang tanpa kita sadari apa yang kita perbuat atau kita ucapkan sering menyakiti orang lain bahkan keluarga yang kita kasihi, terkadang karena kesibukan, kita telah melupakan orang2 yang kita sayangi, seharusnya setelah Tuhan, keluarga adalah prioritas utama dalam hidup ini, karena Tuhan selalu memberkati& menolong bukan hanya pribadi kita, tetapi keluarga kita jua

Tuhan menciptakan Adam dan Hawa agar menjadi suatu keluarga (KEJ2)
Tuhan menyelamatkan Nuh beserta keluarganya (istri & anak2nya) (KEJ7)
Tuhan menyelamatkan Lot beserta keluarganya (KEJ19)

Dan mujizat pertama yang Tuhan Yesus perbuat adalah di Kana, di sebuah acara perkawinan, kita ketahui perkawinan/ pernikahan adalah awal terbentuknya sebuah keluarga baru dan disitu Tuhan memberkati dan memberikan mujizat jika kita mengundang Tuhan Yesus dalam pernikahan kita (YOH2:1-11)

Jadi kiranya kita boleh memahami apa tujuan cerita di atas?

Tuhan adalah yang terutama dan yang utama adalah berawal dari keluarga kita, karena Tuhan Yesus memberkati bukan hanya kita pribadi tetapi juga keluarga kita, berikan yang terbaik bagi keluarga kita bukan hanya materi, tetapi kasih, perhatian dan kebersamaan, itu jauh lebih berarti& membuat mereka bahagia, jangan lupa selalu berdoa untuk keluarga kita.

Inilah arti kata KELUARGA? Dalam bahasa Inggris, KELUARGA = FAMILY.
FAMILY = (F)ather (A)nd (M)other, (I), (L)ove, (Y)ou.

Itulah sebabnya saya selalu berkata dan berdoa: “Tuhan Yesus memberkati saudara/i dan sahabatku semua beserta seluruh keluarga… JBU+JLUall&Fam 🙂

(Dikutip dari Brother Nyoman Abednego).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: