“BLIND SPOT”

29 Okt

Semua petinju profesional memiliki pelatih. Bahkan, petinju sehebat Mhd. Ali sekalipun juga memiliki pelatih. Padahal jika mereka berdua disuruh bertanding, jelas Mhd. Ali lah yang akan memenangkan pertandingan tersebut.

Mungkin kita bertanya, mengapa Mhd. Ali butuh pelatih kalau jelas-jelas dia lebih hebat dari pelatihnya ?
Kita harus tahu bahwa Mhd. Ali butuh pelatih bukan karena pelatihnya lebih hebat, namun karena dia butuh seseorang untuk melihat hal-hal yang “TIDAK DAPAT Dia LIHAT SENDIRI”.

Hal yang tidak dapat dilihat dengan mata sendiri, itulah yang disebut dengan “BLIND SPOT : TITIK BUTA”.

Kita hanya bisa melihat BLIND SPOT tersebut dengan bantuan orang lain.

Dalam hidup, kita butuh pemimpin atau guru untuk mengawal kehidupan kita, sekaligus mengingatkan kita seandainya prioritas hidup mulai bergeser.

Kita butuh orang lain menasihati, mengingatkan, bahkan menegur jika kita mulai melakukan sesuatu yang keliru, yang tidak disadari.

KERENDAHAN HATI untuk menerima kritikan, nasihat & teguran itulah yang justru menyelamatkan kita.

Kita bukan manusia sempurna. Biarkan orang lain menjadi “MATA” di area BLIND SPOT sehingga kita bisa melihat apa yg tidak bisa dilihat dengan pandangan diri sendiri. ({})

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: